AYOJAKARTA.COM - Belum tuntas kasus pengakuan Ismail Bolong atas adanya suap di petinggi polri, kini kembali muncul pengakuan oknum anggota polri dari tanah Toraja Sulawesi Selatan.
Oknum polisi ini menyoroti banyaknya unsur mafia di tubuh Polri, mulai dari pengurusan pindah tugas, promosi jabatan hingga pemotongan uang BBM di lapangan.
Diketahui lantaran kekecewaannya dimutasi dari Polres Palopo ke Tanah Toraja, Aipda Aksan menyampaikan tuduhan mafia di tubuh Polri.
Baca Juga: Hakim Geram, Kuat Maruf Mengaku Tidak Tahu Menahu Soal Ferdy Sambo yang Tembak Yosua!
"Tolong institusi Polri dibersihkan dari mafia-mafia yang masih bersarang di tubuh polri," ujar Aksan personil Polresta tanah Toraja.
Dalam videonya yang berdurasi hampir tiga menit itu, Aipda Aksan menyoroti aksi mafia dalam tubuh polri yang terus menyebar.
Dia juga memberikan pernyataan bahwa, ketika ingin menjadi perwira harus membayar, ingin pindah tugas harus membayar.
Serta dikabarkan adanya dugaan korupsi, dengan berkurangnya anggaran BBM bagi personil di lapangan.
Namun pada akhirnya, semua itu dibantah oleh Aipda Aksan dalam video yang berbeda.
Namun nyatanya mantan anggota polres Palopo ini, tetap meminta agar kapolri membersihkan mapia yang bersarang di tubuh korps Bhayangkara.
Atas viralnya pernyataan dari Aipda Aksan, kabid humas polri Sulawesi Selatan pun membantah pernyataan tersebut.
Bahkan Aipda Aksan langsung diperiksa oleh Propam Polda Sulawesi Selatan, terkait tuduhan adanya mafia di tubuh polri.
"Kabid Propam sudah melaksanakan pemeriksaan terhadap saudara A (Aksan), Divisi Propam Mabes Polri Langsung turun ke lapangan,"ujar Kombes Pol Komang Suartana.
Untuk memeriksa saksi-saksi mengenai kebenaran yang disampaikan, terhadap apa yang telah dilakukan oleh saudara Aksan," sambungnya.
Dikutip ayojakarta.com dari kanal youtube tvOneNews bahwa diantara saksi yang diperiksa yaitu satu orang personil Polres Palopo, serta dua orang personil Polresta Tanah Toraja, Sulawesi Selatan.
Akan tetapi sampai saat ini, dari hasil pemeriksaan para saksi, belum diketahui bukti-bukti yang menguatkan kasus Aipda Aksan.
Baca Juga: Hakim Kembali Cecar Ricky Rizal: Cerita Kamu Nggak Masuk Akal, Saya Tahu Kamu Bohong!
Diketahui bahwa pernyataan Aipda Aksan adalah buntut dari kekecewaannya karena dimutasi ke kabupaten Tanah Toraja dari tempat dinas di polres Palopo.***

Share this article
Usai viral, pengakuan Ismail Bolong atas adanya suap di petinggi polri, kini kembali muncul pengakuan oknum anggota polri dari Sulawesi.