AYOJAKARTA.COM - Terjadinya erupsi Gunung Semeru pada tanggal 4 Desember 2022 kemarin di Lumajang, Jawa timur menunjukkan aktivitas yang meningkat.
Seluruh warga yang bertempatan di dekat area berhenti untuk beraktifitas, dikarenakan gugusan awan panas yang meluncur dengan jarak yang jauh.
Terdapat kenaikan level tertinggi pada Gunung Semeru yang kini memasuki pada tahap status "Awas".
Baca Juga: Tepat Satu Tahun Erupsi, Yuk Mengenal Sejarah Gunung Semeru Mulai dari 1818 Sampai Sekarang
Dikutip Ayojakarta.com melalui kanal YouTube Kompas TV luncuran awan panas Semeru mencapai jarak 13 Km dari puncak gunung.
Kepanikan warga saat berusaha menyelamatkan diri dari gugusan awan panas, Polisi dari polsek Pasuruan membantu evakuasi warga ke tempat aman.
Kepala PVMBG Hendra Gunawan menyatakan, masyarakat sekitar dilarang beraktivitas dalam radius 8 Km secara sektoral 19 Km dari jarak puncak gunung.
Baca Juga: Update Terbaru Erupsi Gunung Semeru Hari Ini, Jumlah Pengungsi Bertambah jadi 2.919 Jiwa
"Di PVMBG pada tanggal 4 Desember hari minggu ini pukul 12.00 status gunung Semeru dinaikkan dari status 'siaga' atau level 3 menjadi status 'Awas' atau level 4," ujar Hendra Gunawan.
"Dengan rekomendasi jarak tidak boleh ada aktivitas dalam radius 8 km cara sektoral ke arah tenggara sejauh jarak 19 km dari puncak yaitu menuju Kobokan dan Kalilanang," sambungnya.
Awan panas gugusan Gunung Semeru membuat warga Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo panik.
Baca Juga: 1979 Jiwa Mengungsi Pasca Erupsi Gunung Api Semeru Setelah AVG Terjadi
Di lokasi lain, warga yang sudah mengungsi di balai desa Penanggal kecamatan Candipurwo juga menyelamatkan diri ke tempat yang lebih jauh.
"Kurang lebih ini dari 10 km dari kaki gunung semeru, beralamatkan saya di Candipurwo Desa Penanggal RT 09 RW 01 saya juga minta tolong kepada baik itu tim relawan BPD kesemuanya ibu dan bapa saya yang masih tertinggal di rumah saya tolong di evakuasi," ujar warga dari korban gugusan gunung semeru.
Dua desa yakni Dusun Kajar Kuning dan Dusun Curako bukan rata dengan tanah setelah banjir lahar dingin gunung Semeru membawa material Vulkanik.
Wakil bupati Lumajang Indah Amperawati membenarkan, dua dusun tertimbun material vulkanik erupsi semeru namun tidak ada korban jiwa.
"Jembatan yang baru yang di kajar kuning itu tertutup oleh material APG, kemudian dan untungnya masyarakat ini pengalaman setahun yang lalu mereka sudah waspada," ujar wakil bupati Lumajang Indah Amperawati.
"Mereka sudah waspada karena belajar dari pengalaman setahun yang lalu, sehingga begitu jam 02.46 menit dini hari tadi pagi ada awan panas guguran dan sudah diumumkan kepada masyarakat," sambungnya.
Baca Juga: Waspada! Erupsi Gunung Semeru Masih Terjadi, Luncuran Awan Panas Guguran Hingga 8 Km
Masyarakat dinilai sudah peka dan sadar untuk secara mandiri mengevakuasi diri ketika terjadi bencana atau kondisi darurat.
"Sudah peka dan sudah sadar mereka bersiap-siap, jadi banyak waktu untuk mereka mengevakuasi diri," ujar wakil bupati Indah Amperawati.
"Jadi kami aparat, tidak terlalu kesulitan seperti yang sebelum-sebelumnya," sambungnya.
Sementara bupati Lumajang Thoriqul Haq menetapkan bahwa dalam keadaan darurat bencana hingga 14 hari ke depan yang diputuskan melalui SK Bupati
"Gunung sudah ditetapkan 'Awas' dan saya segera menetapkan sebagai keadaan darurat bencana dalam waktu 14 hari ini dan saya akan putuskan melalui SK Bupati," ujar Thoriqul Haq.
Thoriqul Haq melaporkan sejak 4 Desember 2022 dini hari, awan panas guguran mulai turun, sekitar pukul 2-3 dini hari sudah mulai ada getaran.
Baca Juga: Tepat Setahun Erupsi, Kini Semeru Kembali Bergejolak: 4 Desember 2021-2022
"Kemudian ini saya berada di balai desa Penanggal, dan perlu dijelaskan bahwa awan panas guguran itu dimulai dari sejak dini hari," lapor Thoriqul Haq.
"Sekitar jam 2 dan 3 sudah mulai ada getaran dan puncak nya di jam 6 pagi, jam 8, 10 dan 11 sudah turun ke hingga jalan 10 km," sambungnya.
Maka dari itu, Bupati Lumajang menyampaikan sejak pukul 12 kawasan ini ditetapkan sebagai daerah 'Awas'.
Baca Juga: Erupsi Gunung Semeru Sudah Sampai 17 Km, Bupati Lumajang Thoriqul Haq Minta Warga Menjauh
"Maka jam 12 tadi sudah ditetapkan sebagai daerah atau keadaan 'Awas'," jelas Bupati Thoriqul Haq.
Untuk mengantisipasi warga kembali kerumah, tim gabungan dari TNI Polri dan Satpol PP disiagakan.
BNPB melaporkan data bahwa pada 4 Desember 2022 hingga pukul 17.30 WIB, tercatat 1.979 jiwa mengungsi di 11 titik pengungsian.***

Share this article
Status Gunung Semeru kini naik ke level tertinggi, para warga evakuasi diri di 11 posko demi keselamatan.