AYOJAKARTA.COM - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah menaikkan status Gunung Semeru dari semula level III (siaga) menjadi level IV (awas).
Kini, tepat satu tahun Gunung Semeru erupsi (4/12). Sebelumnya erupsi Gunung Semeru ini telah terjadi pada 4 Desember 2021 diketahui ada 51 orang yang meninggal.
Sedangkan untuk erupsi kali ini diketahui ada sebanyak 1.979 jiwa mengungsi di 11 titik yang telah mendapatkan evakuasi dari Awan Panas Guguran (APG) Gunung Api Semeru, Minggu (4/12/2022).
Selain itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menghitung dari 11 titik pengungsian tersebut diketahui ada 266 jiwa di SDN 4 Supiturang, 217 jiwa di Balai Desa Oro-oro Ombo, 119 jiwa di SDN 2 Sumberurip, 228 jiwa di Balai Desa Sumberurip, 131 jiwa di Balai Desa Penanggal, 52 jiwa di Pos Gunung Sawur, 216 jiwa di Balai Desa Pasirian, 150 jiwa di Lapangan Candipuro, 600 jiwa di Kantor Kecamatan Candipuro dan sisanya di SMPN 2 Pronojiwo.
Mengutip siaran pers yang diterbitkan oleh akun resmi BNPB, diketahui belum adanya laporan terkait jatuhnya korban jiwa.
Sementara itu, untuk tim gabungan dari BPBD Kabupaten Lumajang, Basarnas, TNI, Polri, relawan dan lintas instansi terkait terus melakukan upaya penyelamatan dalam pencarian dan evakuasi korban AVG.
Baca Juga: Waspada! Erupsi Gunung Semeru Masih Terjadi, Luncuran Awan Panas Guguran Hingga 8 Km
Selain itu, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D dalam keterangannya juga mengaku bahwa sebanyak 10.000 lembar masker kain, 10.000 lembar masker medis dan 4.000 masker anak telah dibagikan.
Hal ini untuk mengurangi dampak risiko kesehatan pernafasan akibat abu vulkanik.
"Sementara itu pendirian dapur umum sedang dalam proses oleh PMI dan Dinas Sosial," kata Abdul.***
Share this article
Akibat dampak Gunung Semeru erupsi, ada 1979 jiwa mengungsi di 11 titik daerah yang lebih aman pada Minggu (4/12/2022).