AYOJAKARTA.COM – Lini masa jagat media sempat dibuat terperanjat dengan rencana Pandawara Group yang berencana menggelar aksi clean up di pantai Cibutun.
Pasalnya, sejumlah pengurus wilayah di sekitar pantai Cibutun merasa keberatan dengan unggahan di akun instagram Pandawara Group.
Dalam salah satu unggahan, Pandawara Group memberi label kepada pantai Cibutun sebagai pantai terkotor nomor empat di Indonesia.
Dianggap terlalu pedas, kritik yang dibuat Pandawara membuat pengurus wilayah di pantai Cibutun geram hingga berencana melakukan tuntutan.
Akibatnya, rencana aksi clean up atau membersihkan gunungan sampah di pantai tersebut mendapat cukup banyak reaksi warganet.
Dari ribuan komentar di instagramnya tidak sedikit warganet menyatakan dukungan terhadap rencana aksi membersihkan pantai yang akan dilakukan Pandawara.
Namun demikian tidak sedikit pula warganet yang mempersoalkan kurangnya koordinasi antara Pandawara dengan pengurus wilayah setempat.
Baca Juga: Soal Dugaan Kasus Korupsi di Kemnaker, Mahmud MD: Cak Imin Selama Ini ...
Anggapan tersebut kemudian disikapi Pandawara dengan mengunggah video yang menyatakan bahwa pihaknya sudah mendapat izin dari pemangku wilayah.
Meski tengah dalam kondisi yang terbilang bermasalah, Pandawara tetap bersikeras akan menggelar aksi clean up di pantai Cibutun, Sukabumi Jawa Barat.
Berdasarkan unggahan video instagram, Pandawara tetap akan melakukan aksi membersihkan pantai sesuai jadwal.
Rencana Pandawara Group untuk membersihkan pantai Cibutun pada Jumat dan Sabtu, tanggal 6 dan 7 mendatang kembali mendapat reaksi.
Pada 4 Oktober 2023, Pemerintah Kabupaten Sukabumi diketahui mendahului rencana aksi clean up yang sebelumnya telah direncanakan Pandawara.
Bersama sejumlah relawan dan melibatkan jajaran TNI, Polri serta unsur Pemkab, aksi clean up pantai Cibutun kemudian digelar dalam rangka menyambut hari jadi TNI.
Rencananya, aksi membersihkan pantai Cibutun akan terus dilakukan sampai dengan 7 Oktober 2023 mendatang.
Dalam keterangannya kepada awak media PJ Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin menyebut penumpukan sampah akibat kesadaran membuang sampah yang rendah.
Karenanya, Bey meminta agar semua pihak lebih peduli dengan lingkungan dan sosialisasi mengenai kesadaran membuang sampah lebih diperhatikan.
Baca Juga: Perempuan Muda Tertangkap Tangan Ingin Menyingkirkan Bayi, Warganet Ramai Berdebat Soal Penyebabnya
Sehubungan dengan aksi Pemkab yang dianggap mencuri start, warganet kembali memberi tanggapan beragam.
Seorang warganet pemilik akun @*ovias* merasa bersyukur karena Tuhan telah melembutkan hati Pemkab Sukabumi sehingga tergerak membersihkan sampah.
Meski dianggap kekanak-kanakan, aksi Pemkab Sukabumi menurut warganet juga perlu mendapat apresiasi.
Selain berterima kasih kepada Pandawara Group yang sudah dianggap sukses mencolek Pemkab Sukabumi, warganet juga mengajak daerah lain untuk memviralkan wilayah yang dipenuhi sampah.

Share this article
Dalam salah satu unggahan, Pandawara Group memberi label kepada pantai Cibutun sebagai pantai terkotor nomor empat di Indonesia.