AYOJAKARTA.COM – Di tengah situasi yang penuh dengan polemik, capres Koalisi Indonesia Maju Prabowo Subianto menyampaikan pidato terkait makna politik.
Pernyataan terkait politik tersebut disampaikan Prabowo Subianto usai melakukan deklarasi dukungan dari Matahari 08.
Dalam perspektifnya, Prabowo Subianto mendefinisikan makna politik secara ilmiah sebagai sesuatu yang mengandung keinginan dan kebaikan.
Baca Juga: Pertemuan Kaesang dan Prabowo, Dorong Wacana Duet Prabowo Gibran?
“Politik itu artinya kehendak untuk memperbaiki kehidupan masyarakat dan kehidupan rakyat,” jelas Prabowo.
Karenanya, sejalan dengan prinsip tersebut maka peran dan kesadaran dari seluruh masyarakat sangat dibutuhkan untuk memperbaiki kondisi.
Sebab menurut Prabowo, memperbaiki nasib, atau situasi tidak dapat dilakukan dengan cara menggerutu atau bahkan mengomel.
Baca Juga: Deretan Janji Capres: Anies, Ganjar, dan Prabowo Jika Terpilih Jadi Presiden 2024
Untuk itu, sebagai bangsa Indonesia sudah sepatutnya untuk merasa bersyukur atas keputusan para pendiri bangsa.
Sebab dengan adanya kesepakatan untuk membuat sebuah negara yang berbentuk Republik, maka perbedaan dapat dijadikan modal kekuatan.
“Akhirnya melalui musyawarah terus-menerus, pendiri bangsa kita membuat suatu negara yang berbentuk Republik,” jelasnya.
Baca Juga: Perbandingan Utang Anies, Prabowo, Ganjar, dan Cak Imin Berdasarkan LHKPN: Siapa yang Terbesar
Lebih lanjut, Prabowo menjelaskan bahwa dalam sistem Republik, kedaulatan rakyat merupakan satu-satunya pemegang keputusan.
Dengan adanya keputusan di tangan rakyat, maka setiap persoalan yang menyangkut aspek kenegaraan dapat dijadikan sebagai pedoman.
Selain itu, dalam pidatonya Prabowo juga menyampaikan sanjungan kepada para relawan atas dukungannya dalam kontestasi Pemilu 2024.
Baca Juga: Prabowo Subianto Sebut Ada 4 Kandidat Cawapres yang akan Segera Diputuskan, Siapa Saja?
Adanya dukungan yang solid terhadap rencana maju dalam kontestasi capres, menurut Prabowo merupakan salah satu bentuk kehendak rakyat.
Fakta bahwa kekayaan Indonesia belum sepenuhnya mendatangkan kesejahteraan, menurut Prabowo perlu dicarikan jalan keluarnya.
Salah satu jalan keluar atas persoalan tersebut, menurut Prabowo adalah dengan menyatukan dan menyelaraskan kehendak.
Baca Juga: Kalahkan Anies dan Ganjar, Survei SPIN: Prabowo di Endorse 2 Presiden Indonesia
Berbekal kehendak tersebut, Prabowo menilai rakyat membutuhkan sosok yang akan mengubah situasi kesulitan menjadi menyenangkan.
“Dari kecil di sekolah kita diceritakan Nusantara ini kaya, zamrud khatulistiwa, tapi kita aneh karena banyak rakyat miskin,” ungkap Prabowo.
Sulitnya ekonomi dan biaya hidup seringkali membuat ibu hamil kekurangan nutrisi dan gizi yang menjadikannya tumbuh sebagai anak stunting atau gizi buruk.
Baca Juga: Pro Jokowi Resmi Dukung Prabowo Subianto sebagai Capres 2024, Singgung Kriteria Presiden Pengganti
“Ini memprihatinkan, karena anak-anak yang stunting bisa kalah bersaing oleh bangsa lain,” jelas Prabowo.
Timpangnya fenomena sosial yang terjadi negara Indonesia, menurut Prabowo merupakan fakta menyedihkan yang harus diganti dengan kesejahteraan.
Untuk itu, dalam kesempatan tersebut Prabowo mengingatkan kepada masyarakat Indonesia untuk lebih saling peduli dan bersikap empati.
Baca Juga: Ditanya Mengenai Kemungkinan Soal Cawapres, Prabowo: Gak Tidur-tidur Kita
“Dalam masyarakat yang bahagia, tidak mungkin segelintir orang bisa hidup nyaman sementara di sekitarnya hidup kesulitan,” pungkasnya.
Demikian seperti dikutip Ayojakarta pada Senin, 16 Oktober 2023 dari kanal Youtube Kompas TV. ***

Share this article
Capres Prabowo Subianto mengingatkan tentang pentingnya mengentaskan gizi buruk dalam acara deklarasi dukungan Matahari 08.