AYOJAKARTA.COM – Prabowo Subianto menyampaikan apabila terpilih menjadi Presiden RI, ia akan tetap mempertahankan kebijakan luar negeri non blok dalam menghadapi berbagai urusan Internasional.
Hal ini disampaikan Prabowo Subianto pada acara 'Pidato Calon Presiden Republik Indonesia: Arah dan Strategi Politik Luar Negeri' yang diselenggarakan Centre for Strategis and International Studies (CSIS) di Jakarta, Senin 13 November 2023.
Disampaikan Prabowo Subianto, bahwa dari awal kemerdekaan, Indonesia selalu menerapkan kebijakan luar negeri non blok.
“Tradisi politik luar negeri kami selalu non-blok dan kami tidak menginginkan tergabung dalam blok geopolitik manapun," ujar Prabowo Subianto dikutip ayojakarta.com dari Republika.co.id, Selasa (14/11/2023).
Baca Juga: Sah! Pasangan Prabowo-Gibran Jadi Kontestan Pilpres 2024, Gugatan ke KPU Semakin Nyata?
Kebijakan non blok dinilai Prabowo Subianto sebagai posisi terbaik yang cocok untuk mengakomodir kepentingan Indonesia.
"Tradisi ini, saya berkomitmen untuk melanjutkan dan mempertahankannya karena ini bukan hanya tradisi kami, tapi keinginan rakyat kami. Lebih penting lagi, ini demi kepentingan nasional kita," ucap Prabowo Subianto.
Walaupun menganut kebijakan non blok, dikatakan Prabowo Subianto bahwa Indonesia tetap menghargai dan menghormati negara-negara besar seperti Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.
Prabowo Subianto juga menyebutkan bahwa AS dan Tiongkok sudah banyak memberikan bantuan dalam perkembangan ekonomi Indonesia.
Selain itu, penting untuk menganut good neighbors policy, di mana lebih mengutamakan membangun relasi yang baik, dan menghindari pertikaian.
“Seribu teman hanya sedikit, satu musuh terlalu banyak. Kita membutuhkan perdamaian dan stabilitas agar perekonomian kita dapat berkembang dan membawa kemakmuran bagi rakyat," tuturnya.***

Share this article
Prabowo Subianto tegaskan Indonesia tetap pertahankan kebijakan non blok jika dirinya terpilih jadi presiden.