AYOJAKARTA.COM – Dugaan bukti CCTV dalam kasus kopi sianida yang direkayasa, belakangan ini begitu mencuri perhatian publik.
Bahkan para pakar juga turut menyoroti kejanggalan bukti rekaman CCTV dalam kasus yang membuat Jessica Wongso divonis 20 tahun penjara tersebut.
Salah satu pakar yang turut menyoroti rekaman CCTV kasus kopi sianida yang disebut-sebut telah direkayasa tersebut adalah Abimanyu Wachjoewidajat.
Abimanyu Wachjoewidajat atau biasa disapa Abah merupakan salah satu pakar atau ahli dalam bidang telematika.
Baca Juga: Benny K Harman Singgung Kasus Jessica Wongso Sebagai Contoh Peradilan Sesat
Dalam pernyataannya di suatu wawancara, Abimanyu Wachjoewidajat membeberkan beberapa bukti jika rekaman CCTV Jessica Wongso tersebut sudah direkayasa.
Sebagai informasi, belakangan rekaman CCTV Jessica Wongso kembali mencuat, di mana dalam rekaman tersebut menjadi bukti kuat bahwa Jessica adalah sosok yang menaruh racun sianida di kopi Mirna Salihin.
Potongan rekaman CCTV yang membuktikan jika Jessica Wongso bersalah adalah saat dirinya terlihat menggaruk-garuk tangan seperti gatal.
Disebutkan bahwa salah satu efek dari racun sianida adalah jika terkena kulit bisa menyebabkan efek seperti gatal, memerah, atau ruam.
Akan tetapi, menurut pendapat Abimanyu Wachjoewidajat, rekaman CCTV yang menunjukkan Jessica Wongso tengah menggaruk-garuk tangannya tersebut sudah direkayasa.
“Sekarang secara telematika kalau kita mengulas sesuatu gerakan garuk-garuk, kita akan menganalisa keseluruhan dari gerakan tersebut,” terang Abimanyu Wachjoewidajat, dikutip dari kanal YouTube Intens Insvestigasi pada Jumat, 24 November 2023.
Abimanyu kemudian menjelaskan lebih detail bagian mana yang menunjukkan jika rekaman CCTV Jessica Wongso tersebut sudah direkayasa.
“Kalau kita hanya melihat yang bersangkutan, maka kelihatan hanya dia garuk-garuk,” jelas pakar telematika tersebut.
Dimana menurut pemaparan Abimanyu, terlihat jelas jika semua gerakan dalam rekaman CCTV pada bagian Jessica sedang garuk-garuk tersebut seperti diulang.
Bahkan termasuk orang-orang yang berada di sekitar Jessica Wongso saat itu yang juga ikut melakukan gerakan berulang.
“Tetapi kalau kita lihat kita perluas, kita lihat ada dua figur orang di belakang si Jessica dan kemudian orang yang disamping,” jelas Abimanyu.
“Saat Jessica garuk-garuk itu bolak-balik dan kemudian orang yang di belakang dan disampingnya juga gerakannya bolak-balik maju mundur,” lanjutnya.
Pakar telematika tersebut bahkan juga mengatakan, jika manusia normal pada umumnya tidak ada yang melakuan gerakan berulang se-sinkron itu.
“Yang satu bolak balik tangannya naik turun naik turun yang satu bolak-balik badannya itu kayak maju-mundur maju-mundur,” kata Abimanyu.
“Manusia apa yang gerakannya dia bisa maju mundur maju mundur, nggak ada rata-rata maju terus dan kemudian tidak mungkin sampai se-sinkron itu sama dengan gerakan bolak-baliknya si Jessicanya,” lanjutnya.***

Share this article
Dugaan bukti CCTV dalam kasus kopi sianida yang direkayasa, belakangan ini begitu mencuri perhatian publik.