AYOJAKARTA.COM – Kasus Jessica Wongso masih menjadi tanda tanya meskipun sudah diputus sidang di tahun 2016 lalu.
Kini semenjak rilisnya film dokumenter dari Netflix yang bertajuk ‘Ice Cold: Murder, Coffee, and Jessica Wongso’ mambuat kasus yang sudah 7 tahun berlalu kembali viral.
Kembali viralnya kasus Jessica Wongso ini juga seakan membuka mata masyarakat lewat kejanggalan-kejanggalan yang masih belum terpecahkan.
Baca Juga: Cara Mengatur Keuangan Berdasarkan Golongan Darah, Kamu Tipe yang Mana Nih?
Bahkan banyak dukungan dari masyarakat mengalir dan merasa bahwa Jessica Wongso tidak bersalah atas kematian Mirna Salihin.
Viral kembalinya kasus kopi sianida ini juga membuka mata para pengacara hingga ribuan advokat siap pasang badan membela Jessica Wongso menemukan keadilan.
Terkait viral kembalinya kasus Jessica Wongso usai rilisnya film dokumenter dari Netflix membuat Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso akhirnya buka suara.
Dalam podcast bersama Rey Utami di YouTube Reyben Entertainment dan diunggah ulang oleh akun TikTok @j.lifetime, Ketua IPW mengatakan bahwa film dokumenter dari Netflix sengaja didesain untuk kepentingan tertentu.
“Bisa didesain dong, dengan membuat film itu ada pihak tertentu yang berkepentingan untuk mendesain,” kata Sugeng dikutip Ayojakarta.com dari TikTok @j.lifetime, Kamis (7/12/2023).
Menurutnya yang mendesain film Ice Cold dari Netflix hingga kasus kopi sianida kembali viral adalah produsen yang bekerjasama dengan orang yang bersimpati dengan Jessica Wongso.
Dalam hal ini Otto Hasibuan selaku kuasa hukum Jessica Wongso disebut sebagai sosok yang mendesain film Ice Cold hingga kasus kopi sianida kembali viral.
“Pihak tertentu, mungkin ini produsen yang bekerja sama dengan orang yang bersimpati dengan Jessica, mungkin dengan pembelanya Jessica Pak Otto,” tutur Sugeng.
“Mendesain film ini, walaupun dari luar negeri emang kita tidak ada pembicaraan-pembicaraan tertentu pasti ada dong narasumber, Pak Otto,” sambungnya.
Lebih lanjut Ketua IPW juga mengatakan bahwa film dokumenter dari Netflix memang sengaja didesain sebagai persiapan adanya kepentingan membela Jessica Wongso untuk disidangkan kembali.
“Itu didesain untuk sebagai persiapan adanya kepentingan membela Jessica di depan gitu loh. Buktinya sekarang terbangkitkan, masyarakat meminta itu dibuktikan, kemudian Pak Otto menggalang ribuan advokat,” kata dia.
Menurutnya banyak kasus yang menyangkut pelanggaran HAM namun Otto Hasibuan dan rekan-rekan pengacara lainnya tidak pernah berbicara.
Terkait dengan kasus kopi sianida ini, Sugeng Teguh Santoso menyebut pengerahan 3.500 advokat hanya untuk seorang Jessica Wongso merupakan hal yang terlalu besar.
Pengerahan masyarakat dan ribuan advokat dalam membela Jessica Wongso, disebut oleh Ketua IPW untuk kepentingan Otto Hasibuan agar bisa naik panggung.
Apalagi menurutnya Otto Hasibuan saat ini sudah masuk wilayah politik dan sebagai tim pemenangan dari paslon tertentu.
“Massa hanya untuk seorang Jessica kalian kerahkan 3.500 terlalu besar. Ini dikerahkan untuk kepentingan menurut saya Otto naik panggung, itu saya sebut,” tutur Sugeng.
“Otto butuh panggung, dia mengerahkan orang apalagi sekarang kan masuk wilayah politik ya. Misalnya dia nih sebagai tim karena dia punya masa memang banyak, dengan itu juga sebagai dukungan kepada dia. Jadi ini terstruktur,” sambungnya.***

Share this article
Lebih lanjut Ketua IPW juga mengatakan bahwa film dokumenter dari Netflix memang sengaja didesain sebagai persiapan adanya kepentingan...