AYOJAKARTA.COM - Calon presiden nomor urut satu, Anies Baswedan akhirnya menanggapi ramainya pemberitaan soal dana kampanye untuk pasangan AMIN yang dinilai paling kecil dalam Pilpres 2024.
Dana kampanye untuk Pilpres 2024 bagi pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar memang dilaporkan paling kecil yakni Rp 1 miliar.
Dibandingkan dengan dana kampanye paslon lain, selisih yang diberikan memang sangat jauh.
Tentunya hal ini menimbulkan banyak pertanyaan dari berbagai pihak terkait kebenaran soal dana kampanye pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar tersebut.
Baca Juga: Besok! Debat Cawapres Perdana, KPU Sebut Ada Format yang Berbeda, Apa Saja?
Menanggapi ramainya pemberitaan dan munculnya isu simpang siur soal dana kampanye, Anies Baswedan akhirnya buka suara menanggapi hal tersebut.
Menurutnya, dana kampanye yang dilaporkan memang benar berjumlah Rp 1 miliar.
Jika banyak yang menganggap bahwa dana tersebut seharusnya tak cukup, Anies Baswedan menjelaskan soal adanya iuran dan bantuan dari berbagai pihak untuk dirinya dan Muhaimin Iskandar.
Ia menyebut bahwa pihak yang membantu justru rakyat Indonesia sendiri.
Mereka melakukan iuran dan mengumpulkan dana sendiri untuk bisa membantu proses kampanye pasangan AMIN.
"Ini memang di mana-mana teman-teman bergerak patungan. Patungan betul-betul, iuran di mana-mana jadi inilah gerakan rakyat," ujar Anies Baswedan dikutip ayojakarta.com dari YouTube Kompas TV, Kamis (21/12/2023).
Anies Baswedan menuturkan bahwa spanduk yang ditemui di jalan dan berbagai daerah adalah persiapan rakyat Indonesia sendiri.
Baca Juga: Temuan Aliran Dana Janggal di Kampanye Pemilu 2024 Terendus, PPATK: Indikasi dari Tambang Ilegal
Tentu semangat rakyat yang demikian, dikatakan Anies Baswedan membuatnya semakin yakin membawa perubahan bagi Indonesia karena semua rakyat siap bergerak untuk itu.
"Kalau teman-teman perhatikan ada banyak sekali warga yang menyiapkan spanduk sendiri, baliho sendiri," ucap Anies Baswedan.
"Itu yang membuat kami makin bersemangat bahwa ini bukan top down tetapi ini adalah gerakan yang melibatkan seluruh rakyat," lanjutnya.
Sebagai informasi, beberapa waktu lalu KPU melaporkan jumlah dana kampanye yang digunakan masing-masing Paslon capres cawapres dalam Pilpres 2024.
Baca Juga: PPATK Bongkar Transaksi Mencurigakan untuk Dana Kampanye Pemilu 2024: Sumber Dana Ilegal
Pada rilis data KPU soal dana kampanye para paslon, terlihat bahwa pasangan nomor urut dua yakni Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka adalah pasangan capres cawapres yang menggunakan dana kampanye paling besar.
Disusul kemudian paslon nomor urut tiga Ganjar Pranowo dan Mahfud MD hingga berikutnya yang paling terkecil adalah Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar.
Prabowo-Gibran tercatat melaporkan dana kampanye untuk Pilpres 2024 senilai Rp 31,4 miliar.
Kemudian Ganjar-Mahfud menggunakan dana kampanye di Pilpres 2024 ini sebesar Rp 23 miliar.
Sedangkan di posisi terakhir, Anies-Muhaimin melaporkan dana kampanyenya hanya senilai Rp 1 miliar, yang mana jumlah tersebut memiliki selisih sangat besar dengan pasangan lainnya.***

Share this article
Anies Baswedan buka suara soal dana kampanye yang hanya Rp 1 miliar, sebut gerakan rakyat Indonesia.