AYOJAKARTA.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan respons terkait debat ketiga pada Minggu (7/1/2024) lalu.
Menurut Presiden Jokowi, debat capres ketiga kemarin malam tidak mengedukasi.
Presiden Jokowi berpendapat pada debat capres tidak masalah jika saling menyerang namun yang diserang adalah kebijakannya bukan saling menjatuhkan dengan motif personal.
“Saling menyerang enggak apa-apa tapi kebijakan, policy, visinya yang diserang. Bukan untuk saling menjatuhkan dengan motif-motif personal. Saya kira enggak baik dan enggak mengedukasi,” kata Jokowi seperti yang dikutip dari Instagram @ctd.insider.
Menurutnya akan banyak yang kecewa atas debat kemarin sehingga perlu diformat lebih baik lagi.
“Saya kira akan banyak yang kecewa, sehingga debatnya memang perlu diformat lebih baik lagi, ada rambu-rambu sehingga hidup,” ujarnya.
Menurut orang nomor 1 di RI itu, dalam debat ketiga para capres justru tidak memperlihatkan substansi dari masing-masing visinya.
Menurutnya, saling serang boleh saja selama terkait dengan kebijakan dan visi.
"Ya yang pertama, memang saya melihat substansi dari visinya malah tidak kelihatan. Yang kelihatan justru saling menyerang, yang sebetulnya ga apa-apa asal kebijakan, asal policy, asal visi ga apa-apa,” ujarnya.
Baca Juga: Deretan Bisnis Prabowo Subianto, Capres Terkaya di Pilpres 2024
Seperti diketahui, pada debat ketiga kemarin Anies Baswedan dinilai banyak menyerang Prabowo Subianto secara personal.
Berbagai kalangan pun mengkritisi sikap Anies Baswedan yang dianggap menyerang personal Prabowo Subianto.
Misalnya ketika Anies Baswedan menyebut kepemilikan tanah Prabowo sebesar 340 ribu hektare dan dikaitkan dengan kesejahteraan tentara.
“Tentara kita lebih dari separo tidak memiliki rumah dinas, sementara menterinya menurut pak Jokowi punya lebih dari 340 ribu hektar tanah di republik ini,” kata Anies saat memaparkan visi dan misi.***

Share this article
Menurut orang nomor 1 di RI itu, dalam debat ketiga para capres justru tidak memperlihatkan substansi dari masing-masing visinya.