AYOJAKARTA.COM - Usai kasus Jessica Wongso kembali viral, banyak pihak yang kembali buka suara.
Termasuk Rismon Sianipar yang pernah dihadirkan sebagai saksi ahli digital forensik oleh tim kuasa hukum Jessica Wongso.
Sejak tahun 2016, ahli digital forensik ini dengan tegas menyatakan CCTV Kafe Olivier yang dijadikan sebagai alat bukti dalam kasus Jessica Wongso telah direkayasa.
Baca Juga: Sahabat Jessica Wongso Diduga Beri Kesaksian Palsu di Kasus Kopi Sianida, Rismon Sianipar: Tobatlah
Meski 7 tahun telah berlalu, pernyataannya mengenai CCTV Kafe Olivier yang direkayasa tetap sama.
Bahkan terbaru dirinya secara blak-blakan menyebut sahabat Jessica Wongso, Hani Juwita Boon yang dihadirkan sebagai saksi memberi keterangan palsu dalam persidangan.
Dalam tayangan YouTube Balige Academy, Rismon Sianipar membongkar bukti-bukti yang menguatkan Hani memberikan keterangan palsu.
“Ada dua saksi fakta, pertama bernama Marlon Napitupulu dan yang kedua adalah Hani rekan atau teman dari Jessica Kumala Wongso,” ujarnya dikutip Ayojakarta.com pada Selasa (16/1/2024).
“Saya dapati posisi mereka tentang posisi sedotan itu kata mereka berdua ini sudah berada dalam gelas, bukan lagi masih ada di atas meja. Apa yang aneh?” sambungnya.
Rismon Sianipar menyebut baik itu keterangan Marlon maupun Hani sangat bersesuaian dengan video hasil rekayasa dari Christopher Hariman Rianto.
Menurutnya hal ini sangatlah janggal, karena jika kesaksian kedua orang tersebut benar adanya maka Christopher Hariman Rianto tidak perlu harus merekayasa CCTV Kafe Olivier.
Yang mana dalam CCTV tersebut menangkap kejadian ketika Mirna Salihin meminum kopi justru harusnya diperjelas bukan malah blur.
“Artinya saya menyimpulkan bahwa kesaksian kedua ini Marlon Napitupulu dan Hani itu adalah kesaksian palsu. Karena apa?” kata Rismon Sianipar.
“Kalau kesaksian mereka benar maka Christopher Hariman Rianto harus mengafirmasi, mempertegas, mengkonfirmasi lewat video yang asli 1920x1080,” sambungnya.
Menurutnya justru dalam CCTV Kafe Olivier yang menangkap kejadian Mirna Salihin meminum kopi justru tampak blur dan sengaja di downscaling atau sengaja dikaburkan.
“Bayangkan ini orang bersaksi palsu bagaimana bisa dia di banyak klien yang harus diperhatikan yang dia paham betul posisi dari sedotan itu sudah diatas. Jadi kesaksian ini digiring oleh Christopher Hariman Rianto, sangat sesuai,” ungkap Rismon Sianipar.
“Faktanya Christopher justru mengaburkan kejadian tersebut, berarti kejadian itu tidak pernah ada sedotan itu di atas gelas. Sedotan itu masih di sedia kala di atas meja,” lanjutnya.
Ahli digital forensik mengatakan bahwa dengan adanya kesaksian yang diberikan oleh Marlon dan Hani dalam sidang, maka tuntutan terhadap Jessica Wongso menjadi lebih mudah untuk dipaksakan.
“Keterlaluan! Marlon Napitupulu dan Hani, bertaubatlah kalian, jangan memberi kesaksian palsu seperti keinginan Christopher Rianto dan M. Nuh Al Azhar,” tegas Rismon Sianipar.***

Share this article
Rismon Sianipar kembali membongkar bukti-bukti yang menguatkan Hani telah memberikan keterangan palsu di kasus Jessica Wongso.