AYOJAKARTA.COM – Presiden Joko Widodo alias Jokowi, menyampaikan bahwa presiden boleh melakukan kampanye dan juga berpihak.
Hal ini menanggapi terkait adanya menteri yang tidak berkaitan dengan politik tetapi menjadi tim sukses (timses) dari salah satu capres-cawapres.
"Ya ini kan hak demokrasi, hak politik setiap orang setiap menteri sama saja," ucap Jokowi dikutip ayojakarta.com dari YouTube Kompas TV, Rabu (24/1/2024).
Hak yang sama juga menurut Jokowi melekat pada presiden, sehingga menurutnya tak masalah apabila dirinya memihak.
"Presiden tuh boleh lho kampanye, presiden boleh memihak, boleh," ucap Jokowi.
Meski begitu, Jokowi mengatakan yang penting tidak menggunakan fasilitas negara demi kepentingan kampanye.
Pasalnya terdapat beberapa pejabat publik yang diduga menggunakan fasilitas negara demi kepentingan pribadinya.
"Tapi yang paling penting waktu kampanye tidak boleh menggunakan fasilitas negara," ucap Jokowi.
Sebagai pejabat publik dan politik, menurut Jokowi hal yang wajar apabila melakukan kegiatan politik.
"Kita ini pejabat publik sekaligus pejabat politik, masa berpolitik nggak boleh, boleh. Menteri juga boleh," ucapnya.***

Share this article
Belum lama ini, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa presiden boleh berkampanye dan berpihak karena merupakan hak politik.