AYOJAKARTA.COM – Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Santri Indonesia (DPP Foksi) melaporkan sutradara dan tiga pemeran film dokumenter Dirty Vote.
Salah satu pemeran film Dirty Vote yakni Zainal Arifin mengaku siap dengan laporan tersebut.
Zainal Arifin mengatakan bahwa laporan tersebut merupakan risiko yang harus dihadapinya.
“Orang enggak ngapa-ngapain aja juga bisa dilaporin. Saya kira risiko ini sederhana. Bagian dari risiko. Jadi hadapi saja,” kata Zainal Arifin dikutip ayojakarta.com dari YouTube Kompas TV, Rabu (14/2/2024).
Baca Juga: Film Dirty Vote Mengungkap Fakta di Balik Kemenangan SBY atas Prabowo! Berapa Persentasenya?
Zainal mengaku sampai saat ini belum tahu apa yang dilaporkan DPP Foksi ke Bareskrim Polri.
Ia juga belum tahu pelanggaran apa yang dilakukan hingga pasal apa yang dilanggar pihaknya.
“Saya belum tahu apa yang dia laporkan, pelanggarannya itu apa, pasal mana yang dilanggar dan konteksnya saya enggak tahu,” ujarnya.
Menurut Zainal, apabila dugaan pelanggarannya terkait Pemilu seharusnya dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Pemilu).
Zainal mengungkapkan sampai sekarang, ia masih menunggu perkembangan dari laporan tersebut.
“Kalau misalnya Undang-Undang Pemilu biasanya kan, kayaknya bukan Bareskrim deh, pemahaman saya. Dugaan saya ini dianggap kampanye barangkali, atau pasal, dianggap menguntungkan. Kan saya bukan peserta kampanye,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Zainal menuturkan bahwa film tersebut bukan upaya untuk memenangkan salah satu pasangan calon (paslon).
Baca Juga: Pakar Hukum Margarito Kamis Sebut Film Dirty Vote Terlalu Banyak Spekulasi: Hukum Itu Harus Konkret!
Zainal meyakini bahwa film dokumenter tersebut adalah diskusi akademik yang dikemas menjadi sebuah ide.
“Diskusinya diskusi akademik sebenarnya cuma di filmkan. Kalau itu pun saya kira harusnya masuknya di Bawaslu bukan di Bareskrim. Tapi saya enggak tahu pasalnya makanya saya tunggu saja pasal yang dilaporkan,” tuturnya.
Untuk diketahui, film dokumenter Dirty Vote perdana tayang tepat di masa tenang Pemilu yaitu pada 11 Februari 2024 lalu.
Film dokumenter ini disutradarai Dandhy Laksono dan diperankan tiga orang yaitu Zainal Arifin, Bivitri Susanti dan Feri Amsari.***

Share this article
Begini tanggapan Zainal Arifin terkait dirinya yang dilaporkan ke Bareskrim Polri gara-gara film dokumenter Dirty Vote.