AYOJAKARTA.COM - Ketegangan pasca-pemilu masih menyisakan debat dan kontroversi di tengah masyarakat.
Proses hitung cepat atau quick count untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 telah selesai dilakukan oleh beberapa lembaga survei.
Dengan data yang hampir mencapai 100 persen, hasilnya sangat menarik. Pasangan calon nomor urut 02, yakni Prabowo-Gibran, hampir dipastikan berhasil meraih kemenangan dalam satu putaran.
Baca Juga: 5 Tanda Kamu Sedang Mengalami Lelah Batin, Jadi Lebih Sensitif Terhadap Hal Sepele
Melihat hasil quick count tersebut, Kritikus Politik, Faizal Assegaf mengatakan quick count itu adalah pusat kejahatan, kumpulan penipu yang berkedok intelektual.
Ia juga mengatakan pernyataan tersebut adalah menurut Prabowo Subianto.
"Quick Count itu adalah pusatnya kejahatan, kumpulan para penipu-penipu yang berkedok intelektual. Itu bukan menurut saya, menurut Prabowo Subianto, memang Quick Count itu kelompok pembohong penipu” ucap Faizal Assegaf, dikutip Ayojakarta.com dari Youtube Abraham Samad, pada Jumat, 16 Februari 2024.
Isu ini semakin memanas ketika Faisal Assegaf mengungkap dugaannya terhadap 2000 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang diduga kuat sebagai TPS hantu.
“2000 TPS itu diduga kuat adalah TPS siluman, TPS hantu. Karena mereka tidak umumkan di mana addresnya” ucapnya.
Baca Juga: Top 10 Jurusan Kuliah Sepi Peminat di UNDIP, Auto Lulus di SNBP 2024!
Ia juga menegaskan bahwa jika kecurangan dalam pemilu dibiarkan, maka akan menghasilkan pemimpin dengan mental pencuri.
“Kalau kecurangan ini dibiarkan, berarti kita menghasilkan pemimpin bermental pencuri. Pemimpin bermental maling karena dia lahir dari lembaga-lembaga survei yang dipandu oleh aneka opini kebohongan” ucapnya.
Faizal Assegaf juga menyampaikan bahwa ia bersama rakyat menolak pemilu curang.
"Bersama rakyat, kami menolak pemilu abal-abal, pemilu curang," katanya.
Faisal Assegaf juga menyerukan untuk menangkap kelompok-kelompok lembaga survei yang mengumumkan kemenangan kepada Prabowo tanpa didasari oleh landasan hukum yang kuat.
“Tangkap itu kelompok-kelompok lembaga survei yang mengumumkan kemenangan kepada Prabowo yang tidak didasari oleh landasan hukum” ucapnya.
Baca Juga: Tes Psikologi: Menguji Tingkat Baper dalam Dirimu, Apakah Kamu Orang yang Mudah Terbawa Perasaan?
Isu quick count dan dugaan kecurangan dalam pemilu masih menjadi sorotan utama di tengah masyarakat.
Tidak hanya menjadi tugas pemerintah untuk menyelesaikan isu ini, namun partisipasi aktif dari masyarakat juga diharapkan agar pemilu yang adil dan bersih dapat terwujud.

Share this article
Kritikus Politik, Faizal Assegaf mengatakan quick count itu adalah pusat kejahatan, kumpulan penipu yang berkedok intelektual.