AYOJAKARTA.COM – Kasus Jessica Wongso yang kembali mencuat pasca penayangan film dokumenter Ice Cold, membuat nama Rismon Sianipar menjadi sorotan publik.
Sempat hadir sebagai Saksi Ahli dalam sidang perkara kopi sianida, Rismon Sianipar yang merupakan praktisi digital meyakini Jessica Wongso tak sepenuhnya bersalah.
Menurut Rismon Sianipar, dalam perkara kopi sianida telah terjadi serangkaian aksi manipulasi barang bukti sehingga menyebabkan Jessica Wongso divonis bersalah.
Anggapan adanya rekayasa dan manipulasi tersebut, menurut Rismon dapat diketahui dari perubahan metadata yang beberapa kali sempat dihadirkan dalam ruang sidang.
Baca Juga: Rismon Sianipar Bongkar Rekayasa CCTV dalam Kasus Kopi Sianida Jessica Wongso, File 9 jadi 2 Bagian?
Sehubungan dengan pelaku manipulasi yang diduga dilakukan Ahli Digital Mabes Polri, Rismon sempat berbicara di sejumlah kanal televisi dan YouTube para tokoh publik.
Menurut Rismon, Muhammad Nuh Al Azhar serta Christopher Hariman Rianto merupakan terduga pelaku rekayasa barang bukti digital rekaman CCTV.
Tujuan para pelaku melakukan sejumlah penyuntingan, tidak lain untuk mendukung proyeksi yang kemudian dinarasikan oleh saksi ahli dari berbagai disiplin ilmu.
Dengan bermodal rekaman gambar video hasil rekayasa yang multi interpretasi, hal tersebut membuat Jessica Wongso menjadi terpojok.
Baca Juga: Rismon Sianipar Desak Sosok Ini Minta Maaf Terkait Dugaan Rekayasa CCTV Kasus Jessica Wongso, Siapa?
Rismon menduga tindakan manipulasi yang dilakukan Muhammad Nuh serta Christopher Hariman Rianto juga diketahui Krishna Murti yang saat itu menjabat Direskrimum.
Karena itu melalui sejumlah siniar bersama sejumlah tokoh, Rismon kerap berpesan agar gerakan keadilan untuk Jessica Wongso terus dilakukan.
Guna menyampaikan pesan berisi keadilan bagi Jessica Wongso dan seluruh anak bangsa, Rismon kemudian mengunggah sejumlah bukti ilmiah yang sukar dibantah.
Melalui YouTube Balige Academy, Rismon secara konsisten mulai menjadikan barang bukti hasil manipulasi oknum polisi di kasus Jessica Wongso sebagai materi penelitian.
Bermula pada 27 Desember 2023 hingga 7 April 2024 kemarin, unggahan video Rismon telah genap berusia 100 hari.
Secara umum, Rismon sering menjelaskan bahwa kisah tragis yang dialami Jessica Wongso bisa terjadi dan menimpa siapapun di Republik Indonesia.
Selain karena praktik mafia hukum ditengarai masih mungkin dilakukan para oknum, kesadaran masyarakat tentang gelar dan kesan eksternal juga masih menjadi pengganjal.
Fakta kesalahan menilai gelar akademik tersebut, menurut Rismon dapat diketahui dari cara pandang para jaksa dan hakim dalam menyikapi kasus Jessica Wongso.
Sehingga setiap pernyataan dan penjelasan keliru yang disampaikan pemilik gelar tidak lagi dicerna oleh nalar.
“Kalian dibayar rakyat seharusnya mencari kebenaran untuk rakyat, bukan menumbalkan demi karier,” tegas Rismon Sianipar dikutip ayojakarta.com dari YouTube Balige Academy, Senin (8/4/2024).***

Share this article
Rismon Sianipar yakin Jessica Wongso tak bersalah dalam kasus kopi sianida yang membuat Mirna Salihin meninggal.