AYOJAKARTA.COM - Kasus pembunuhan Vina di Cirebon yang terjadi delapan tahun yang lalu semakin diusut ternyata semakin carut marut.
Pasalnya, sejak rilis sebuah film berjudul Vina: Sebelum 7 Hari yang diambil dari kisah nyata pembunuhan Vina dan Eki di Cirebon kini kembali jadi sorotan dan perhatian banyak orang.
Seperti yang telah diberitakan, ada 8 orang pelaku yang statusnya terpidana karena kasus pembunuhan Vina dan Eki, serta 1 orang DPO bernama Pegi Setiawan alias Perong yang sudah tertangkap dan ditangani oleh pihak yang berwajib.
Baru-baru ini, ada sosok orang yang disebut saksi kunci tiba-tiba muncul dihadapan publik bernama Aep.
Aep bersaksi bahwa dirinya melihat dengan kedua matanya atas pembunuhan keji yang dilakukan oleh sekelompok geng motor kepada Vina dan Eki delapan tahun silam di Cirebon.
Bahkan ia mengingat betul wajah Pegi dalam pembunuhan tersebut.
Akan tetapi, menurut ahli psikologi forensik ada yang janggal dengan saksi Aep.
"Saya beberapa hari yang lalu bersama teman-teman Diskursus Net kami melakukan kunjungan ke titik di mana saksi Aep mengaku bahwa dia melihat Pegi melakukan pelemparan dan sejenisnya, saya mencoba berdiri di tempat yang sama, dan menurut saya sungguh-sungguh muskil," kata Reza Indragiri, dikutip ayojakarta.com dari YouTube Official iNews pada Sabtu (08/06/2024).
"Bahwa orang dari jarak sekian puluh bahkan sekian meter, dalam kegelapan malam bisa menyaksikan secara jernih apa yang dilakukan kepada siapa pada saat itu," tambahnya.
Menurut Reza Indragiri jika berdasarkan teori seharusnya Aep tidak mengingat betul dengan jelas pembunuhan keji Vinda dan Eki pada Agustus 2016 lalu.
"Sementara, saksi Aep sendiri yang mengatakan dia merasa takut dan ingin sesegera mungkin menjauhkan diri dari lokasi tersebut," ungkapnya.
"Teringat oleh saya teori efek senjata, bahwa ketika seseorang menyaksikan peristiwa yang mencekam ada kekerasan, ada penganiayaan, maka konsentrasi otak hanya satu hal yaitu menyelamatkan diri sendiri," jelas Reza Indragiri.
Ia kemudian mempertanyakan kredibilitas Aep yang disebut sebagai saksi kunci kasus pembunuhan Vina dan Eki.
"Lantas, pertanyaannya bagaimana orang itu seluar biasa apakah dia dalam kondisi takut seperti itu, justru dia mengaku melihat secara jernih, siapa melakukan apa, konkretnya Pegi melakukan pelemparan," tuturnya.
Reza Indragiri justru khawatir jika sebenarnya Aep bukanlah saksi kunci sesungguhnya karena ingatan manusia benar ada batasannya.
"Nah, tadi saya katakan saya was-was betul bahwa saksi yang saya pertanyakan kredibilitasnya ini justru pada saat yang sama, keterangannya itulah yang dipakai Rudiana untuk kemudian membuat laporan kepolisian," ucap Reza Indragiri. ***

Share this article
Baru-baru ini, ada sosok orang yang disebut saksi kunci tiba-tiba muncul dihadapan publik bernama Aep.