AYOJAKARTA.COM -- Mantan Bupati Kabupaten Purwakarta, Dedi Mulyadi sebut Aep berbohong soal kasus pembunuhan Vina Cirebon.
Dalam sebuah konferensi pers, Dedi Mulyadi yang ditemani oleh Otto Hasibuan mengungkapkan kejanggalan tersebut.
Pria yang akrab disapa Kang Dedi ini mengungkapkan bahwa kesaksian dari Aep berbanding terbalik dengan kesaksian pemilik warung.
Dedi Mulyadi mengaku telah menelusuri TKP kasus pembunuhan Vina Cirebon setelah Aep memberikan kesaksian kepada Dedi Mulyadi di akun YouTube pribadinya.
Baca Juga: Tiga Terpidana Kasus Pembunuhan Vina dan Eky Ajukan Peninjauan Kembali, Ini Pendapat Pakar Soal PK!
Aep mengaku ia melihat langsung kejadian dan mengingat wajah-wajah pelaku di warung tersebut ketika hendak membeli rokok malam hari.
Namun setelah ditelusuri, warung yang ditemukan oleh Dedi Mulyadi ternyata warung nasi dan bukan warung tempat membeli rokok dan warung nasi tersebut hanya buka hingga jam 4 sore
"Saya akhirnya menemui warung yang didepan penjual mobil ternyata warung nasi bukan warung rokok dan dia (pemilik warung nasi) mengatakan hanya buka hingga jam 4 sore," kata Dedi Mulyadi dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Selasa, 11 Juni 2024.
Dedi Mulyadi kemudian bercerita bahwa ia ingin bertemu dengan Saka Tatal untuk menanyakan apakah ia benar-benar terlibat atau tidak.
Namun, Dedi Mulyadi hanya bertemu dengan Sadikun. Tapi Sadikun memberikan penjelasan bahwa pada malam kejadian Saka Tatal sedang berkumpul di rumah bersama teman-temannya.
"Ia (Sadikun) menjelaskan bahwa pada malam itu Saka Tatal kumpul di rumah bersama bersama teman-temannya," ucap Dedi Mulyadi.
Selain itu, Dedi Mulyadi juga mendapatkan kesaksian dari orangtua terpidana yang lainnya.
Orang tersebut mengaku bahwa anaknya sedang berada di rumah Pak RT pada saat malam kejadian
"Ada orang yang datang ke saya, dia bilang 'Ibu saya dirawat di rumah sakit, saya keluar rumah ada anak-anak di rumah Pak RT'," ujar Dedi Mulyadi.
Dengan segala penjelasan tersebut, Dedi Mulyadi menyimpulkan bahwa tidak mungkin ada orang yang dapat melakukan pembunuhan dan pemerkoran pada waktu dan tempat yang berbeda.
"Setelah saya mendengarkan, saya simpulkan tidak mungkin orang melakukan pembunuhan dan pemerkosaan pada waktu yang sama dengan posisi yang berbeda," jelas Dedi Mulyadi.
Baca Juga: Jadi Bagian Kasus Vina-Eki, 5 Kasus Besar yang Pernah Ditangani Otto Hasibuan, Ada Kasus E-KTP!
Kasus Vina Cirebon menjadi viral setelah penayangan film Vina: Sebelum 7 Hari di bioskop.
Vina bersama Eky dibunuh sekelompok pemuda di Jembatan Talun, Cirebon pada, Sabtu 27 Agustus 2016 silam.***

Share this article
Mantan Bupati Kabupaten Purwakarta, Dedi Mulyadi sebut Aep berbohong soal kasus pembunuhan Vina Cirebon.