AYOJAKARTA.COM - Pemimpin tertinggi Gereja Katolik di dunia, Paus Fransiskus datang dari Roma ke Jakarta dengan menggunakan pesawat komersial pada Senin, 2 September 2024.
Diketahui Paus Fransiskus menggunakan pesawat Alitalia yang merupakan sebuah maskapai penerbangan nasional di Italia. Kini, maskapai tersebut sudah diambil alih oleh ITA Airways.
Pemimpin tertinggi Gereja Katolik tersebut menjadi sorotan karena kesederhanaannya dan sifat rendah hatinya.
Bukan hanya ke Indonesia, Paus Fransiskus juga sering melakukan perjalanan ke berbagai negara dengan menggunakan pesawat komersial dan suka menolak fasilitas mewah yang akan diberikan dan memilih menggunakan fasilitas yang lebih murah.
Kedatangan Paus Fransiskus ke Indonesia dengan pesawat komersial menjadi sorotan netizen Indonesia.
Netizen lantas membandingkannya dengan putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep dan Erina Gudono yang berangkat ke Amerika untuk menjalankan kuliahnya dengan menggunakan Jet Pribadi.
Salah satu yang menyoroti persoalan tersebut adalah pengamat politik dan akademisi, Rocky Gerung. Ia menyampaikan bahwa seharusnya tidak perlu membuat perbandingan antara Paus Fransiskus dan Kaesang Pangarep.
“Tentu tidak perlu membuat semacam perbandingan bahwa Paus tiba di Indonesia dengan pesawat biasa sementara anak presiden Indonesia itu lagi punya problem dengan penggunaan pesawat jet pribadi kan kita tidak perlu membuat perbandingan itu” ucap Rocky Gerung, dikutip Ayojakarta.com dari Youtube Rocky Gerung OFFICIAL, pada Kamis, 5 September 2024.
Rocky Gerung menyampaikan tetapi tetap relevan bahwa Paus Fransiskus datang dengan kesederhanaan sedangkan putra bungsu Presiden Jokowi dengan kemewahan.
“Tetapi tetap relevan untuk ingat bahwa paus tiba dalam kesederhanaan dan kita di negeri ini sedang ada masalah dengan pameran kemewahan” ujarnya.
“Jadi keterangan-keterangan pers nanti tidak perlu dikaitkan langsung dengan kasus yang sedang menimpa anak presiden salah satu anak presiden” sambungnya.
Ia juga menyampaikan bahwa boleh saja memamerkan kemewahan tetapi harus melihat juga situasi ekonomi di Indonesia dan bisa membahayakan moral serta menyebabkan ketegangan sosial di Indonesia.
Rocky menyebutkan Paus Fransiskus pasti paham jika Indonesia sedang berada di dalam situasi yang penuh kecemasan, gelisah dengan proses politik yang ada.
“Tetapi relevan untuk mengingat bahwa ada value di dalam peradapan yaitu pamerkanlah kemurahan hatimu pamerkanlah kemanusiaan yang adil dan beradab keadilan sosial bukan pamerkan sesuatu yang sifatnya kemewahan atau hendak menemukan diri di dalam wilayah hedonisme boleh saja” katanya.
“Tetapi karena situasi ekonomi kita atau situasi moral dan situasi kemudahan kita ada dalam kemelaratan maka kontras itu sebetulnya berbahaya secara moral dan bisa berakibat ketegangan secara sosial kan itu dasarnya” lanjutnya.
“Paus pasti mengerti bahwa Indonesia ada di dalam situasi yang sebut ya situasi yang serba penuh kecemasan gelisah dengan proses politik dan itu mungkin doa sosial yang bisa diucapkan oleh Pak paus di dalam misa-misa di dalam pertemuan dengan masyarakat Indonesia atau dengan umat Katolik khususnya” ucap Pengamat Politik tersebut.
Pengamat Politik tersebut berpesan kedatangan Paus Fransiskus ini harus dijadikan bahan evaluasi untuk Indonesia berdasarkan prinsip-prinsip yang diterapkannya.
“Nah semua itu kan sifat dasar kita sebagai bangsa yaitu ucapkan sesuatu sekaligus evaluasi dengan kedatangan paus tentu nilai-nilai kejujuran itu harus kita jadikan bahan evaluasi berdasarkan prinsip-prinsip yang dihidupkan oleh Paus” ucapnya.
“Nah kita pakai momentum ini bersama dengan Paus Fransiskus untuk mengucapkan salam perdamaian Salam persahabatan dan kemungkinan-kemungkinan yang bisa muncul di masa depan yaitu Indonesia bisa mengunggulkan diri terutama di dalam nilai-nilai kemajemukan” tutupnya.***

Share this article
Rocky Gerung menilai jika kita tidak perlu membuat perbandingan antara Paus Fransiskus dan Kaesang, ini alasannya.