AYOJAKARTA.COM – Pernyataan Politisi Senior PDIP Beathor Suryadi terkait ijazah Joko Widodo adalah hasil cetakan di Pasar Pojok Pramuka, adalah gerbang kebenaran.
Sebab perubahan gelar akademik Joko Widodo dari Drs menjadi Insinyur Kehutanan, masih merupakan rangkaian teka-teki yang patut dipertanyakan.
Karena itu, pernyataan Beathor Suryadi tentang lokasi pembuatan ijazah palsu Joko Widodo tidak bedanya seperti oase di tengah terik panasnya suasana gurun.
Meski perlu dilakukan kajian, terungkapnya satu variabel tentang gelar akademik Jokowi akan mengerucut pada peran dan intervensi asing di Indonesia.
Anggapan mengenai peran penting Beathor Suryadi tersebut, merupakan pandangan dari Drs. Sutoyo Abadi.
Menjadi sosok akademisi yang ikut menemani investigasi Bambang Tri Mulyono sebelum menerbitkan buku Jokowi Undercover, Sutoyo percaya Jokowi hanya alat bagi asing.
Sebelum dikenal oleh dunia sebagai Presiden Ketujuh Indonesia, sosok Jokowi menurut Sutoyo hanya merupakan pelaku usaha industri rumahan.
Baca Juga: Jutaan KPM Masih Menunggu! Ini Rincian Jumlah Penerima Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 yang Belum Cair
Punya keinginan dan ambisi yang kuat untuk menjadi orang sukses, Jokowi muda disebut-sebut juga sempat memiliki hubungan dengan Sabandi Rewang Parto atau Rewang.
Meski di kemudian hari sempat berbeda pandangan politik, Jokowi menurut Drs. Sutoyo mulai memberanikan diri terjun ke dunia politik melalui PDIP.
Lewat partai berlambang Kepala Banteng, kesempatan Jokowi untuk bisa mewujudkan segala ambisinya mulai mendapatkan dukungan.
Berbekal ijazah palsu yang menggunakan gelar akademik Drs, Jokowi menurut Drs. Sutoyo berhasil mendapatkan kepercayaan sebagai Walikota Solo.
Baca Juga: Jakarta Fair 2025 Resmi Dibuka! Cek Jadwal, Harga Tiket, dan Cara Masuk Gratisnya di Sini
Saat menjabat Walikota, Jokowi menurut Drs. Sutoyo mulai berkenalan dengan salah satu politisi Amerika Condoleezza Rice.
Melalui proses politik yang senyap namun terukur, Sutoyo menduga keterlibatan dan peran Jokowi pada dunia internasional mulai dibentuk.
Berbekal dukungan dari Amerika Serikat, rencana jangka panjang negara asing terhadap Indonesia melalui kepemimpinan Jokowi mulai direncanakan.
Belum tuntas menjabat sebagai Walikota, Jokowi kemudian disiapkan sebagai Presiden meski terlebih dahulu perlu melewati kursi Gubernur Jakarta.
Guna memuluskan sejumlah agenda politik jangka panjang tersebut, Jokowi sempat diberikan julukan sebagai Walikota Terbaik.
Berbagai atribut atau gelar yang melekat pada sosok Jokowi, menurut Drs. Sutoyo ada karena peran tak kasat mata dari sejumlah tokoh penting dari negara asing.
Kecurigaan Drs. Sutoyo terhadap perubahan gelar akademik Jokowi menemui titik terang, setelah Politisi PDIP menyebut Pasar Pojok Pramuka sebagai lokasi pembuatan ijazah.
“Sebenarnya Jokowi itu tidak hebat, semuanya bentuk rekayasa yang terus berkelanjutan,” ujar Drs. Sutoyo seperti dikutip dari kanal Youtube GooXTeam. ***

Share this article
Beathor Suryadi sebut ijazah Jokowi palsu cetakan Pasar Pramuka, jadi sorotan. Sutoyo curigai peran asing bentuk citra Jokowi.