AYOJAKARTA.COM – Usai kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang yang dilakukan oleh mantan pejabat pajak Rafael Alun Trisambodo terkuak, lembaga Kementerian Keuangan kini tengah dalam pantauan serius.
Pasalnya pihak PPATK dan KPK menduga bahwa banyak oknum yang terlibat dalam kasus Rafael Alun Trisambodo ini.
Apalagi, setelah terkuaknya mutasi tak wajar di rekening Rafael Alun Trisambodo dan beberapa pihak terkait yang nilainya sangat fantastis.
Baca Juga: Ngeri! Mahfud MD Sebut Ada Transaksi Dana Mencurigakan Rp300 T di Kemenkeu: Harus Dilacak
Mutasi yang terdapat pada 40 rekening yang menyangkut nama Rafael Alun Trisambodo dan beberapa pihak lain jumlahnya mencapai Rp500 miliar.
Tak hanya itu, Kepala Humas PPATK juga menyebut jika pihaknya telah membongkar bukti baru dalam proses penyelidikan harta kekayaan Rafael Alun Trisambodo ini.
Kepala Humas PPATK membongkar jika Rafael Alun Trisambodo menggunakan professional money laundry yang diduga mengatur praktik pencucian uang mantan pejabat pajak tersebut.
“Dan yang menarik dari kasus ini, itu ada professional money laundry yang terlibat di dalamnya,” ujar Natsir Kongah selalu Kepala Humas PPATK, dikutip dari tayangan YouTube KOMPASTV, Rabu, 7 Maret 2023.
Kemudian yang lebih mengejutkan lagi, Menkopolhukam Mahfud MD mengungkap fakta baru yang mencengangkan terkait dengan lingkungan Kementerian Keuangan dan Bea Cukai.
Dalam pernyataannya Mahfud MD mengatakan jika ia mendapat laporan mengenai adanya pergerakan dana mencurigakan yang nilainya sangat fantastis.
Baca Juga: Mahfud MD Ungkap Transaksi Janggal Rp 300 Triliun pada DJP dan Bea Cukai : Harus Dilacak!
Diketahui pergerakan dana mencurigakan tersebut terjadi di lingkungan Kementerian Keuangan dan Bea Cukai dengan nilai sebesar Rp300 triliun.
“Saya sudah dapat laporan yang tadi terkait malah pergerakan mencurigakan sebesar Rp300 T di lingkungan Kementerian Keuangan yang sebagian besar ada Direktorat Jenderal Pajak dan Bea Cukai,” ujar Mahfud MD, dikutip dari tayangan YouTube KOMPASTV, Rabu, 7 Maret 2023
“Itu yang hari ini,” lanjutnya.
Baca Juga: Bongkar Borok Pegawai DJP, Mahfud MD Laporkan 69 Orang yang Diduga Lakukan Pencucian Uang
Mahfud MD juga menegaskan jika sebelumnya juga sudah ditemukan adanya 69 oknum yang juga melakukan pergerakan dana mencurigakan namun nilainya ratusan miliar saja.
“Kemarin ada 69 orang dengan nilai hanya tidak sampai triliunan yaitu ratusan miliar,” ujar Mahfud MD.
Selanjutnya untuk pergerakan dana mencurigakan di Kementerian Keuangan sebesar Rp300 T tersebut, dengan tegas Mahfud MD minta hal tersebut untuk dilacak.
“Sekarang hari ini sudah ditemukan lagi disini kira-kira Rp300 T itu harus dilacak dan saya sudah sampaikan kepada Bu Sri Mulyani, PPATK juga sudah sampaikan,” tegas Mahfud MD.
Selain itu Mahfud MD juga membeberkan alasannya menyampaikan kabar mengejutkan soal pergerakan dana mencurigakan di Kementerian Keuangan tersebut.
“Kenapa saya bicara? Ya kita kan tidak bisa sembunyi-sembunyi, saya gak ngomong itu kan juga bisa keluar, maka saya sampaikan mendahului,” jelasnya.***

Share this article
Mahfud MD mengatakan jika ia mendapat laporan mengenai adanya pergerakan dana mencurigakan di Kemenkeu.