AYOJAKARTA.COM – Rekrutmen guru di Indonesia masih menemui berbagai rintangan dan perlu diatasi segera. Sehingga, pemerintah berusaha berupaya untuk mengatasi persoalan tersebut.
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim membuat terobosan baru dalam perekrutan guru.
Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Komisi X DPR RI bersama dengan Kemendikbud Ristek belum lama ini.
Nadiem Makarim menyebut bahwa untuk mengatasi soal perekrutan guru tersebut ia mengungkapkan gagasan membangun Marketplace Guru.
Marketplace Guru itu sendiri merupakan jawaban dari beberapa persoalan dan tantangan yang masih ada dalam perekrutan guru.
Yang mana, dalam proses perekrutannya seringkali menemukan permasalahan dan berbagai hambatan.
Nadiem Makarim menyebut bahwa rekrutmen guru merupakan isu persoalan yang sangat penting dan harus segera diatasi.
Hal ini dikarenakan rekrutmen guru di Indonesia masih saja dilakukan secara terpusat sehingga seringkali tidak sesuai dengan kebutuhan sekolah.
Baca Juga: Terobosan Baru! Nadiem Makarim Buat Rekrutmen Guru di Marketplace, Sekolah Dapat Lakukan Check Out
“Rekrutmen ini berlangsung secara terpusat dikarenakan kekhawatiran akan ketidaksesuaian antara jumlah dan kompetensi guru dengan kebutuhan,” ujar Nadiem Makarim, dikutip AyoJakarta.com melalui kanal YouTube DPR RI, Kamis, 1 Juni 2023.
“Padahal, kita memiliki data yang lengkap dari setiap sekolah. Keputusan mengenai kebutuhan rekrutmen ini seharusnya dapat diambil oleh pihak sekolah,” imbuhnya.
Adapun fungsi dari Marketplace Guru, menurut Mendikbud, merupakan platform bagi semua guru yang memenuhi syarat dan bisa sebagai database yang nantinya dapat diakses oleh semua sekolah di Indonesia.
“Marketplace ini adalah wadah untuk menghimpun-himpun guru-guru berbakat. Di mana semua guru yang memenuhi syarat akan terdaftar dalam database yang dapat diakses di semua sekolah di Indonesia,” tambahnya.
Baca Juga: BIADAB! Guru Ngaji di Bandung Perkosa Belasan Murid, Warganet Emosi Minta Pelaku di Hukum Mati
Terkait dengan sistem gaji atau pembayaran Nadiem Makarim mengungkapkan bahwa akan lebih mensejahterakan guru.
Menurutnya, hanya guru pada roster sekolah yang bisa dibayarkan dengan sistem sehingga tidak akan ada lagi guru yang dibayarkan dengan gaji seadanya.
Adapun masalah gaji tersebut, akan ada perubahan anggaran gaji dan tunjangan guru ASN yang sebelumnya ada di pemerintahan daerah.
Jika menggunakan Marketplace Guru maka anggaran gaji dan tunjangan guru ASN yang sebelumnya ada di pemerintah daerah akan dialihkan ke sekolah masing-masing.
Baca Juga: Tuai Banyak Kritikan, Nadiem Makarim Ciptakan Marketplace Guru, Apa Itu? Untung atau Malah Buntung?
Anggaran tersebut akan ditransfer ke rekening sekolah yang terpisah dari rekening BOS.
Perlu diketahui bahwa perekrutan guru di marketplace hanya ada dua kategori saja, yakni guru honorer dan calon guru baru dari PPG Prajabatan.***

Share this article
Nadiem Makarim menyebut bahwa untuk mengatasi soal perekrutan guru tersebut ia mengungkapkan gagasan membangun Marketplace Guru.