AYOJAKARTA.COM--Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno mempertanyakan apa maksud ‘perubahan’ yang menjadi gagasan Koalisi Perubahan yang mengusung Anies Baswedan.
Pasalnya kata ‘perubahan’ yang disampaikan koalisi pengusung Anies Baswedan itu terdengar tidak pas menurut Sandiaga Uno.
Perubahan yang dimaksud dari pihak Anies Baswedan adalah terkait adanya perubahan di arah pembangunan.
Baca Juga: Sandiaga Uno Belum Bisa Memastikan Diri Berlabuh Ke PPP Atau PKS : Saya Tidak Ingin Cari Kekuasaan!
Selama ini padahal survey dari masyarakat terkait ‘perubahan’ yang dimaksud koalisi pengusung Anies Baswedan, selama masa pemerintahan Jokowi mayoritas sangat puas.
Hal itu disampaikan oleh Sandiaga Uno seperti dilansir dari siaran Kompas TV, Senin (5/6/2023).
Saat itu Sandiaga Uno tengah diwawancarai oleh awak media dan ditanya soal minat menjadi cawapres tiap tokoh yang sudah diusung jadi capres.
Sandi pun kemudian mempertanyakan maksud perubahan yang dimaksud koalisi pengusung Bacapres Anies Baswedan tersebut.
Ia mengaku tidak sepemikiran dengan koalisi Anies tersebut jika perubahan yang dimaksud adalah diartikan mengubah arah pembangunan Indonesia.
Baca Juga: Siapa Nama Cawapres Anies Baswedan? Berikut Bocorannya
“Saya itu pernah bermitra sama Pak Prabowo, bermitra sama Pak Anies, bahwa dalam kontestasi itu pemikiran , gagasan yang yang akan kita kembangkan kedepan, saya melihat bahwa di dalam membangun bangsa kita kedepan ini kita harus melakukan percepatan pembangunan,” ujar Sandiaga.
“Saya belum menangkap apa koalisi perubahan itu ingin mengubah bagi bangsa kita, kalau mengubah arah pembangunan saya merasa itu kurang pas,” lanjutnya.
Sandi sendiri berujar bahwa dirinya yang telah berkeliling di Indonesia, sudah mendengar berbagai masukan dari masyarakat, dan data terkait kepuasan soal pembangunan.
“Karena saya sudah keliling Indonesia, saya mendengar banyak masukan dari masyarakat dan data yang kami terima 80 persen dari masyarakat memberikan kepuasan terhadap arah pembangunan,” jelas Sandi.
Sandi tidak masalah bila memang akan ada perubahan, namun konsepnya bukan merubah secara garis besar, hanya memberikan tambahan dan menyempurnakan.
Baca Juga: Anies Baswedan Bertemu SBY di Pacitan, Kode AHY Bacawapres Kejutan?
“Jadi sama seperti di DKI, waktu itu justru kami konsepnya menyempurnakan, misalnya program Kartu Jakarta Pintar, itu kita tambah jadi KJP Plus,” terangnya.
Namun apabila merubah, Sandi menyatakan dengan tegas bahwa itu tidak sejalan dengannya dan tidak memiliki kesamaan soal arah kedepan bangsa Indonesia.
“Nah itu kalau konsepnya tidak mengubah arah pembangunan, menjadi lebih sesuai dengan data-data dan masukan dari masyarakat, tapi kalau mengubah apalagi mengubah peta besar Indonesia dan arah pembangunan kita ini mungkin tidak mendapatkan satu kesamaan kemitraan,” tegas Sandiaga.***

Share this article
Saat itu Sandiaga Uno tengah diwawancarai oleh awak media dan ditanya soal minat menjadi cawapres tiap tokoh yang sudah diusung jadi capres.