Terbongkar Kekayaan Lukas Enembe Dari Tambang Emas ? Kuasa Hukum Tolak Dugaan Kasus Korupsi Rp 560 milliar

Lukas Enembe
Lukas Enembe

AYOJAKARTA.COM- Lukas Enembe Gubernur Papua telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus korupsi dan gratifikasi senilai 1 miliar sejak 5 September 2022.

KPK telah memanggil Lukas Enembe untuk diperiksa namun dirinya mangkir dari panggilan tersebut.

Lukas Enembe menyebutkan tidak akan datang ke Jakarta untuk diperiksa, hal tersebut sesuai dengan kesepakatan dengan warganya.

Baca Juga: Gubernur Lukas Bingung Ratusan Mahasiswa Papua Pulang Kampung 

Bahkan kuasa hukum dari Gubernur Papua tersebut menyatakan jika KPK bisa datang langsung ke kediamannya di Koya, Jayapura untuk memeriksa Lukas Enembe.

Kasus dugaan suap tersebut kemudian melebar dengan adanya temuan PPATK dalam aliran judi Lukas Enembe di dua negara hingga setengah triliun. Ditambah adanya rekening gendut yang telah dibekukan KPK sebesar 71 miliar.

Kuasa hukum Lukas Enembe, Stefanus Roy Rening di kanal Youtube ROSI dengan dipandu Liviana Cherlisa melakukan perbincangan lebih dalam terkait tersangka kasus korupsi Gubernur Papua.

Baca Juga: Demo Save Gubernur Papua Masyarakat Tuntut Cabut Status Tersangka, Dinilai Ada Diskriminalisasi ?

Diketahui sejak KPK menetapkan status tersangka pada Lukas Enembe atas hilangnya uang negara sebesar 1 miliar hingga ditemukannya aliran judi dalam rekening Lukas Enembe, banyak  rakyat Papua yang marah dan melakukan aksi demonstrasi.

Roy menyatakan bahwa aksi demonstrasi tersebut dilakukan karena adanya rasa cinta yang mendalam di lubuk hati masyarakat Papua.

Baca Juga: Info Vaksinasi Rabies Gratis di Jakarta Selatan, Catat Jadwalnya!

"Pak Gubernur Papua Lukas Enembe adalah tokoh besar masyarakat Papua pemimpin berkarismatik orang Papua, ia merupakan kepala suku besar di tanah Papua, masyarakat Papua menilai bahwa Lukas adalah pemimpin yang betul-betul bekerja untuk rakyatnya, Lukas pun menyukseskan acara besar Pon di Papua beberapa tahun lalu," ujar Roy kuasa hukum Lukas Enembe.

"Oleh karena itu tidak menjadi pertanyaan lagi, mengapa Lukas Enembe memperoleh sebegitu banyaknya rakyatnya mencintai dia, memproteksi dirinya dan memberikan dukungan moril pada sosoknya," tambahnya Roy.

Bahkan kata Roy kejadian seperti ini tidak hanya sekali terjadi. Pada 2017, rakyat Papua begitu jengkel kenapa pemimpinnya selalu diganggu.

 Baca Juga: Info Loker PT Pamapersada Nusantara (PAMA) September 2022 di Pertambangan untuk D3 dan S1

“Kalau begini saja bisa diganggu bagaimana kami rakyat biasa, ungkapnya.

"Pak Roy, ini dukungan murni masyarakat Papua atau ini pengerahan massa?," tanya Liviana dalam host tersebut.

"Kalo urusan demo kemarin kan tentunya ada penanggung jawabnya, Koalisi Rakyat Papua dan tentunya penanggung jawabnya selalu ada. Tidak ada salahnya kalo diorganisir secara baik," Jawab Roy.

Kemudian kuasa hukum Lukas Enembe, Stefanus Roy juga menjawab dugaan kasus korupsi kliennya.

Baca Juga: Tersangka Korupsi PT Waskita, Si ‘Wanita Emas’ Hasnaeni Menangis Histeris saat Dijemput Paksa

Roy menyatakan "Hukum itu harus logis, Kalo PPATK menelusuri itu maka artinya ada uang korupsi yang dibawa lari oleh pak lukas dari Jayapura ke Singapura. Ini seolah-oleh PPATK dapat menyelidiki aliran dana ke negara lain sejumlah Rp560 miliar,” ujar kuasa hukum Lukas.

Itu artinya ada dana APBD Provinsi Papua yang digunakan oleh Lukas Enembe untuk disetor tunai ke kasino, itu tidak masuk akal.

“Tidak masuk akal karena selama ini tidak ada proyek-proyek di bawah Lukas Enembe yang mangkrak" kata Roy.

Baca Juga: Ajukan Somasi Saat Produknya Dicela, Es Teh Indonesia Dibanjiri Kritik Dari Warganet

Liviana sempat menanyakan kepada Roy sebagai pengacara Gubernur Papua. “Apakah Anda mengetahui klien ada gemar ke kasino ? tanyanya.

Kemudian Roy mengungkapkan ia mengetahui hal tersebut sebagai refreshing dari Lukas Enembe.

Lalu Liviana memberikan pernyataan bahwa rekening Lukas Enembe sebesar 71 miliar telah dibekukan oleh KPK, akan tetapi LHKPNnya hanya 33,7 miliar dari mana sisa uangnya?

Roy kemudian menyatakan bahwa Lukas Enembe telah menjadi Pemimpin Tanah Papua cukup lama, hingga Lukas disebutkan memiliki tambang emas sebagai sumber dari kekayaan pribadinya.

Baca Juga: Jelang Sidang Kode Etik Brigjen Hendra Kurniawan yang Digelar Minggu Depan

"Pak Lukas Enembe ini punya tambang emas di kampung halaman Mamit Tolikara. Saya sudah konfirmasi"

Hal ini wajar saja apabila Pak Lukas tersebut memiliki harta kekayaan yang cukup banyak.

Pengacara Lukas Enembe kemudian menambahkan, rekening yang senilai Rp 71 miliar tersebut sebetulnya bukan hanya milik Lukas Enembe namun ada rekening yang bercampur yakni milik istri dan anaknya yang diakumulasi oleh PPATK.

Baca Juga: Kinerja Kapolri Dalam Ketegasan Kasus Ferdi Sambo Diapresiasi Baik, Polri Masih Bisa Dipercaya Publik

Sehingga, menurutnya jika Pak Gubernur punya uang yang cukup banyak hal pertama itu bersumber dari Pak Lukas telah menjabat sebagai Pemimpin Tanah Papua  cukup lama.

Kedua di Papua ada kebiasaan tidak menyimpan uang di bank, dan yang ketiga Pak Lukas Enembe punya tambang emas di Mamit Tolikara.***

 

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# judi kasino
# tambang emas
# Gubernur Papua
# Lukas Enembe
# korupsi
# KPK

News Update

Metropolitan

Kunjungan Turis DKI Jakarta Tembus Jutaan, Ekonomi Ibu Kota Berhasil Capai Rp 67,5 Triliun!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, ke Ibu Kota mengalami kenaikan yang sangat signifikan.

Metropolitan

Siap Hadirkan Ruang Publik Sehat, Pemprov DKI Targetkan Bangun 10 RTH Baru hingga Akhir 2026!

Hingga akhir tahun 2026 mendatang, Pemprov Jakarta menargetkan pembangunan 10 ruang terbuka hijau (RTH) baru di berbagai titik.

Metropolitan

Kolaborasi Homy Nomad Fatmawati dan Flow Society Gelar Yoga Seamless Strength

Homy Nomad Fatmawati berkolaborasi dengan komunitas yoga Flow Society menggelar kegiatan yoga

Bisnis

Tiga Strategi Utama SMF untuk Dukung Likuiditas Lembaga Penyalur Kredit

Dalam memperkuat perannya di sektor pembiayaan perumahan, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF menjalankan tiga strategi utama, yaitu mendukung program Pemerintah menyediakan likuiditas

Bisnis

Per Juni 2026, SMF Bukukan Akumulasi Penyaluran Pembiayaan Sebesar Rp141,61 triliun

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF terus memperkuat perannya sebagai penyedia likuiditas sekaligus alat fiskal Pemerintah dalam mendukung keberlanjutan sektor pembiayaan perumahan

News

Lembaga Baru! Prabowo Lantik Donny Ermawan Jadi Gubernur Universitas Republik Indonesia, Tugasnya Apa?

Presiden RI Prabowo Subianto resmi melantik Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI).

News

Resmi Dilantik Prabowo, Mantan Wamentan Sudaryono Jadi Kepala Badan Gizi Nasional: Janji Benahi MBG

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026.

Metropolitan

Waspada! Muka Tanah Jakarta Turun 4 Sentimeter per Tahun, Kawasan Muara Baru Jadi yang Terdalam...

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa penurunan muka tanah masih menjadi tantangan lingkungan yang sangat serius bagi ibu kota.

Metropolitan

Soal Sekolah Rusak di Jakarta, Pramono Anung Buka Opsi Perbaikan Pakai Dana CSR hingga KLB!

Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah taktis untuk mempercepat perbaikan gedung sekolah yang rusak di ibu kota.

Metropolitan

Dominasi 63 Persen Mobil Listrik Nasional Ada di Jakarta, Bapenda DKI: Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Insentif Pajak

Secara total, potensi kehilangan penerimaan pajak daerah Jakarta dari sektor ini diperkirakan mencapai Rp 2 triliun

Metropolitan

Partisipasi Angkatan Kerja Meningkat, Pemprov DKI: 5,2 Juta Warga Kini Sudah Bekerja

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatatkan tren positif pada sektor ketenagakerjaan di tahun 2026.

Metropolitan

Jakarta Makin Terkoneksi! Pengguna Transportasi Umum Tembus 230 Juta Orang, Ekonomi Ikut Melejit

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah pengguna Transjakarta, MRT, dan LRT mencapai angka 230,8 juta orang.

Jakarta Timur

Cegah Kemacetan Parah, Sudinhub Jaktim Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI Cakung

Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas sementara di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI, Cakung.

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.