AYOJAKARTA.COM - Pada sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir Yosua, saksi ahli dihadirkan untuk memberikan kesaksian pada lima terdakwa, salah satunya Putri Candrawathi.
Salah satu saksi ahli yang paling ditunggu adalah pemeriksa lie detector atau ahli poligraf.
Saksi ahli ini sudah melakukan pemeriksaan menggunakan lie detector kepada lima terdakwa yaitu Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Richard Eliezer, Ricky Rizal dan Kuat Maruf.
Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan ini, ahli poligraf mengungkap hasil tes Putri Candrawathi yang cukup mengejutkan.
“Mohon ijin, Bapak FS nilai totalnya -8,” kata saksi ahli menyampaikan skor dari Ferdy Sambo.
“Mohon ijin, -25,” jawab saksi ahli untuk pertanyaan hasil skor Putri Candrawathi.
Baca Juga: Sambil Menahan Tangis, Ferdy Sambo Minta Pertanggungjawaban Richard Eliezer Setelah Lakukan Hal Ini
Khusus untuk terdakwa Kuat Maruf dan Ricky Rizal dilakukan dua pemeriksaan dengan isu yang berbeda.
“Untuk saudara Kuat kita lakukan dua kali pemeriksaan, yang pertama adalah +9 dan yang kedua -13,” jelas saksi ahli.
“Dilakukan dua kali juga yang pertama +11 yang kedua +19,” ucap saksi ahli tentang hasil skor Ricky Rizal.
“Untuk terdakwa Richard +13,” ujar saksi ahli.
Menurut keterangan yang disampaikan saksi ahli jika skor menunjukan angka plus maka memiliki arti tidak terindikasi berbohong.
Sedangkan untuk skor yang menyatakan hasil minus maka terdapat indikasi kebohongan.
Dikutip AyoJakarta.com dari YouTube Narasi Newsroom pada Kamis (15/12/2022), cara kerja lie detector atau poligraf adalah dengan mendeteksi adanya tingkat stres atau perubahan pada tubuh yang biasa ditunjukkan orang yang sedang berbohong.
Seperti detak jantung naik, napas tak beraturan serta tubuh lebih berkeringat.
Baca Juga: Terkuak! Putri Candrawathi Ngaku Dipaksa Ferdy Sambo Lakukan Hal Ini, Apakah Itu?
Poligraf akan berusaha mendeteksi adanya gejolak perubahan pada tubuh.
Orang yang menjalani tes menggunakan lie detector biasanya akan duduk dan dipasangi kabel di area dada dan perut yang kemudian terhubung dengan alat poligraf.
Kabel-kabel ini khusus digunakan untuk merekam pernapasan saja.
Diujung lainnya kabel memiliki tinta dan akan menorehkannya pada kertas sesuai dengan pergerakan otot dada dan perut.
Namun pada era digital sekarang ini penggunaan tinta digantikan oleh penangkap sinyal listrik.
Baca Juga: Terpopuler! Tunjukkan Bukti Ini pada Hakim, Ronny Talapessy Berhasil Skakmat Putri Candrawathi
Selain itu ada juga alat yang dipasang pada lengan atas untuk memeriksa pola tekanan darah dan detak jantung.
Adapun alat yang dipasang pada jari tangan untuk mendeteksi aktivitas elektro dermal dan juga mengukur keringat dari jari tangan.
Elektro dermal merupakan aliran elektrik yang muncul pada kulit telapak tangan.
Cara kerja alat ini akan didampingi oleh seorang penguji yang memberikan beberapa pertanyaan dan mengharuskan orang yang sedang dites untuk menjawabnya.
Namun, hasil dari lie detoctor bisa saja dikelabuhi karena alat ini melakukan pengujian pada tubuh maka bisa saja menghasilkan hasil yang tidak benar apabila orang yang diuji sudah terlatih saat berbohong.***

Share this article
Berikut cara kerja lie detector yang mengindikasi banyak kebohongan Putri Candrawathi terkait kasus pembunuhan Brigadir J.