Kuat Maruf Kebingungan, Sudah Jujur Tetap Dibilang Bohong oleh Tes Poligraf, Begini Cara Kerja Lie Detector

Hakim dan Peserta Sidang Tertawa Ketika Kuat Ma’ruf Bilang: Saya Sudah Jujur Kenapa di Poligraf Masih Berbohong
Hakim dan Peserta Sidang Tertawa Ketika Kuat Ma’ruf Bilang: Saya Sudah Jujur Kenapa di Poligraf Masih Berbohong

AYOJAKARTA.COM – Momen Kuat Maruf, terdakwa kasus pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat, yang merasa bingung dengan hasil tes poligraf atau Lie Detector membuat Hakim dan peserta sidang tertawa.

Kejadian bermula ketika Majelis Hakim memberikan kesempatan kepada para terdakwa perkara pembunuhan berencana terhadap Yosua untuk menanggapi keterangan dari Saksi Ahli termasuk yang berurusan dengan tes poligraf atau Lie Detector.

Dalam sidang lanjutan kemarin, lima orang terdakwa perkara tersebut hadir semua untuk mendengarkan keterangan Saksi Ahli.

Kelima terdakwa itu adalah suami istri Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, Ricky Rizal alias Bripka RR, Kuat Maruf. Satu terdakwa lagi adalah Richard Eliezer alias Bharada E yang juga sebagai justice collaborator.

Kepada Kuat Maruf, Hakim bertanya apaka keterangan Saksi Ahli di sidang itu benar semua.

“Terima kasih Yang Mulia. Bahwa saya sudah jujur, kalau saya tidak melihat. Tapi di poligraf, kok masih berbohong,” kata Kuat Ma’ruf sambil tersenyum seperti ditayangkan kanal YouTube Kompas TV.

Hakim dan peserta sidang terdengar tertawa mendengar jawaban dari Kuat Maruf tersebut.

Baca Juga: Kartu Prakerja 2023: Siap-siap Dapat Rp4,2 Juta, Berlaku Skema Normal

Baca Juga: Perhatian! Kalau BSU 2022 Rp600 Ribu Gak Diambil Bakalan Hangus, BLT Subsidi Gaji Dibalikin ke Kas Negara

Mekanisme Tes Poligraf atau Lie Detector

Di sidang yang berlangsung kemarin, Rabu 14 Desember 2022, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengajukan Saksi Ahli poligraf atau Lie Detector Aji Febriyanto Ar-Rosyid.

Lantas bagaimana sih penggunaan Lie Detector atau tes poligraf itu terhadap para terdakwa di kasus tersebut?

Saat ditanya Hakim dalam perkara pembunuhan berencana terhadap Yosua itu, Saksi Ahli Aji Febriyanto mengungkapkan mekanisme penggunaan Lie Detector atau tes poligraf berjalan dalam tiga tahapan.

Sebelum menjelaskan tentang tiga tahap penggunaan Lie Detector atau tes poligraf, menurut Saksi Ahli Aji Febriyanto, dia baru bisa bekerja setelah ada permintaan dari penyidik.

Setelah ada permintaan tersebut, Saksi Ahli sebagai poligraf berkoordinasi dengan penyidik berkaitan isu yang didalami dalam proses pemeriksaan.

“Setelah itu kami pelajari konstruksi kasusnya seperti apa, kemudian menentukan waktu, setelah itu baru dilakukan pemeriksaan,” ujar Aji di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu 14 Desember 2022.

Selanjutnya, Saksi Ahli akan menjalankan mekanisme pemeriksaan tes poligraf atau Lie Detector yang terbagi dalam tiga tahapan.

Tahap pertama adalah pre-test. Tahapan ini berupa pemeriksaan seseorang terkait riwayat kesehatan, sosial, lalu penyamaan persepsi terkait kronologi kejadian.

Tahap kedua tes. Di tahapan ini, pemeriksaan terperiksa dimulai yang ditandai dengan pemasangan alat-alat berupa sensor.

Sensor poligraf, menurut Saksi Ahli, ada empat yaitu sensor pernapasan dada, sensor pernapasan perut, sensor electrodermal, dan sensor kardiovaskular.

Baca Juga: Pakar BRIN: Harus Serius Siapkan Mitigasi Potensi Gempa Megathrust Skala 8,9 yang Bisa Picu Tsunami 34 Meter

Baca Juga: Dengan Suara Bergetar, Ferdy Sambo Minta Richard Ikut Tanggung Jawab: Jangan Ricky dan Istri Saya Kau Libatkan

“Setelah terperiksa diberikan, dipasang alat-alat kemudian diberikan pertanyaan-pertanyaan sesuai dengan metode yang kita gunakan,” ungkap Saksi Ahli Aji Febriyanto seperti dilansir pmjnews.com.

Tahap ketiga post-test. Di tahapan ini, grafik poligraf akan dianalisis oleh tim.

“Dalam menganalisa grafik ini, kami tidak bekerja sendiri. Kami bekerja secara tim tuk menentukan apakah terperiksa ini terindikasi berbohong atau jujur,” ujarnya.

Keakuratan Tes Poligraf atau Lie Detector

Menurut Aji Febriyanto Ar-Rosyid, teknik tes poligraf atau Lie Detector yang digunakan pihaknya memiliki nilai keakuratan di atas 93 persen.

“Sebelum berkas perkara dilimpahkan dalam pemeriksaan penyidikan, apakah saudara memeriksa kelima terdakwa ini?” tanya Hakim ke Aji di PN Jaksel.

“Untuk pemeriksaan poligraf, iya,” jawab Aji.

Aji menjelaskan tes poligraf merupakan kegiatan yang dilakukan dalam proses pemeriksaan untuk menilai apakah keterangan yang diberikan jujur atau berbohong.

“Poligraf adalah aktivitas pemeriksaan dengan menggunakan alat poligraf untuk menentukan seseorang itu apakah teridentifikasi bohong atau jujur, Yang Mulia,” ucap Aji.

Hakim juga sempat menanyakan persentase keakuratan hasil teknik tes poligraf yang dilakukan pihaknya dalam proses pemeriksaan.

“Apakah poligraf ini mempunyai ketepatannya, berapa persen?,” tanya hakim.

“Sesuai jurnal yang dikeluarkan Asosiasi Poligraf Amerika, untuk teknik yang kita gunakan, memiliki keakuratan di atas 93 persen,” jawab Aji.

Bagaimana, Anda percaya atau tidak dengan hasil tes poligraf atau Lie Detector.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# poligraf
# Lie Detector
# Kuat Maruf
# Yosua
# Ferdy Sambo
# Saksi Ahli

News Update

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.

Metropolitan

Tekan Sampah ke Bantargebang, Pramono Anung Bakal Hidupkan Kembali TPS3R di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).