AYOJAKARTA.COM - Kuasa hukum keluarga Bridagir J, Martin Simanjuntak menceritakan kisah saat dirinya menangani kasus yang menyeret mantan Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo.
Menurutnya di awal ia mengambil kasus hukum tersebut, ia sempat meminta istri dan anaknya untuk mengungsi ke rumah kakaknya yang tinggal di Perancis.
Ia juga menyampaikan ada ancaman di satu dua hari pertama dirinya menangani kasus tersebut.
Yaitu ada beberapa mobil yang terekam CCTV terlihat mencurigakan.
Selain itu, ia sering mendapat telepon tetapi tidak jelas berbicara apa seperti sedang mencoba untuk menyabotase.
Tak hanya itu, ada teman lama yang tidak pernah WhatsApp tiba-tiba WhatsApp mengatakan untuk berhati-hati karena masih memiliki anak kecil.
Hal tersebut membuatnya bertanya-tanya karena semuanya datang secara tiba-tiba semenjak menangani kasus kematian Brigadir Yosua.
Martin Simanjuntak juga menceritakan sempat tidak bisa tidur karena yang akan dilawannya merupakan salah satu petinggi Polri yang menjabat sebagai Kadiv Propam Polri.
Penasihat hukum keluarga Brigadir J itu kemudian menceritakan awal mula dirinya berani mengambil risiko untuk membela kliennya.
Baca Juga: Mengejutkan Mahfud MD Yakin Ferdy Sambo Tidak Akan Dihukum Mati, Ini Sebabnya
Berawal dari tanggal 13 Juli 2022 di mana rekannya yakni Kamaruddin Simanjuntak mengatakan akan membela keluarga Brigadir Yosua.
“Saat tanggal 13 Juli ketika Bang Kamaruddin mengatakan kita akan membela keluarga Yosua,” tutur Martin Simanjuntak dikutip AyoJakarta.com dari YouTube Zulfan Lindan Unpacking Indonesia, Senin (20/2/2023).
“Kan saya udah tahu siapa ini, rumah siapa itu ya rumahnya Bapak Ferdy Sambo, jenderal bintang 2, Kadiv Propam. Pada saat itu kita belum tahu kalau dia Kasatgasus Merah Putih karena itu dokumen rahasia,” imbuhnya.
Dalam ceritanya, ia kembali mempertanyakan kepada Kamaruddin Simanjuntak apakah benar akan melawan Ferdy Sambo dan ia pun menjawab siap saja.
Baca Juga: Ferdy Sambo Bergerak Lawan Hukuman Mati, Martin Simanjuntak Justru Beri Bocoran Agar Sukses
Namun kuasa hukum dari Brigadir J ini mengatakan dirinya sudah tidak bisa tidur dan sempat menanyakan kepada istrinya diambil atau tidak kasus tersebut karena juga tidak ada uangnya murni hanya pelayanan.
“Di situ saya nanya, ini beneran kita mau lawan dia (Ferdy Sambo) nih bang? Iya beneran emang kenapa, siapa aja? Ya kita aja ini berdua, saya di situ bilang ya udah iya,” ujar Martin Simanjuntak.
“Padahal dalam hati saya udah nggak bisa tidur tuh, saya tanya istri saya gimana nih kita ambil nggak, dan nggak ada duitnya ini saya bilang, nggak ada duitnya, ya ini murni pelayanan saja saya bilang,” imbuhnya.
Martin Simanjutak juga membeberkan alasan mengenai dirinya mau mengambil kasus yang berisiko ini tidak lebih karena tangisan dari ibunda Brigadir Yosua yakni Rosti Simanjuntak.
Menurutnya tangisan dari ibu Brigadir J membuat dirinya merinding sehingga membuatnya akhirnya menangani perkara tersebut meski tanpa dibayar dan berisiko besar.
Pada saat itu, ian mengatakan pada sang istri dan bilang jika pada saat menangani kasus ini ia kenapa-kenapa maka istrinya dan anaknya agar pergi ke luar negeri yakni ke Perancis.
“Saya bilang sama istri saya, ya udah intinya gini kalau gua kenapa-kenapa, langsung pergi ke luar negeri, kebetulan kakak kandung saya ada di Perancis,” kata Martin Simanjuntak.
“Besarin anak-anak kita, anak-anak saya masih kecil-kecil bang, yang paling besar itu lima tahun masih TK dan yang kedua itu pada saat itu baru satu tahun,” imbuhnya.
“Bawa anak-anak kita ke Perancis, jual yang kita punya di Indonesia, sekolahin yang sampai tinggi nanti kasih tahu siapa bapaknya, pulang lagi ke Indonesia ikuti jejak bapaknya,” tambahnya.
Namun menurutnya Tuhan berkehendak lain, beberapa hari setelah itu dirinya tahu bahwa bukan hanya ia dan Kamaruddin Simanjuntak saja yang membela namun ada dokter Nasution Simanjuntak juga ada Johnson Panjaitan.
Sebagai informasi, Johnson Panjaitan menjadi bagian dari Indonesia Police Watch yang terbiasa melawan para arogansi aparat sehingga dirinya merasa percaya diri pada saat itu.
Menurutnya ada tokoh lain yang secara reputasi bisa membuat lawannya juga cukup bergetar pada saat itu.
Dari situlah dimulai perjuangan membela keluarga Brigadir Yosua hingga saat ini.***

Share this article
Mengaku diteror saat membela kasus Brigadir J, Martin Simanjuntak minta anak istri mengungsi ke Perancis.