AYOJAKARTA.COM - Isu soal Wuling terancam bangkrut kembali panas di media sosial. Penjualan yang menurun dan dominasi BYD membuat banyak warganet bertanya-tanya apakah pionir mobil listrik Indonesia itu benar-benar berada di ambang kolaps.
Namun menurut pengamat ekonomi Bennix, kekhawatiran tersebut tidak berdasar. “Banyak yang gosip Wuling bakal bangkrut. Jawaban gue, tidak. Mereka terlalu besar dan terlalu strategis untuk tumbang,” tegasnya di chanel YouTube-nya.
Wuling memang mencuri start di pasar kendaraan listrik Tanah Air. Saat meluncurkan Wuling Air EV pada 2022, pasar langsung meledak.
Mobil mungil ini menjadi kendaraan listrik paling laris dengan 5.921 unit, jauh menyalip Hyundai Ioniq 5 dan kompetitornya. “Wuling itu pelopor. Mereka yang bikin mobil listrik jadi mainstream di Indonesia,” ujar Bennix.
Meski kini bukan lagi pemimpin pasar karena 2025 didominasi BYD—Wuling tetap bercokol di posisi 5–7 dengan Air EV, Binguo, dan Cloud. Artinya, mereka masih kuat di peta persaingan.
Isu bahwa Wuling terancam bangkrut karena harga mobilnya makin murah juga dibantah. Bennix menilai turunnya harga adalah hal normal dalam industri elektronik.
“Beli TV makin lama makin murah. Beli laptop makin murah. Mobil listrik juga sama. Ini bukan tanda bangkrut, ini bagian dari evolusi teknologi,” jelasnya.
Baca Juga: Mau Masuk Ilmu Komunikasi? Jangan Tertipu Mitos, Ini Fakta yang Harus Kamu Tahu!
Penurunan harga ini justru menguntungkan konsumen karena membuat adopsi EV semakin cepat. Yang jarang diketahui publik, Wuling bukan sekadar produsen mobil jadi. Mereka memproduksi komponen penting seperti dinamo, motor listrik, casis, hingga axle. Semua merek besar menggunakan komponen Wuling.
“Lu pakai BYD, Chery, GAC, atau Geely, besar kemungkinan komponen listriknya dibuat oleh Wuling. Jadi mau penjualan mobilnya naik atau turun, bisnis komponen mereka tetap jalan,” kata Bennix.
Ia menegaskan bahwa Wuling hampir mustahil bangkrut karena merupakan BUMD milik provinsi Guangxi, Tiongkok. Artinya, mereka didukung negara.
“Ini bukan perusahaan kecil. Ini BUMD China, fondasinya kuat. Ya mana bisa bangkrut,” tambahnya. Walau Wuling tidak lagi nomor satu, pasar EV Indonesia melonjak jauh. Model terlaris 2025 mencapai 8.600 unit, lebih besar dari total pasar tahun 2022.
Baca Juga: Diresmikan Menag Nasaruddin Umar, Pendidikan Agama Khonghucu Kini Punya Kampus Negeri di Indonesia
Kompetisi ketat membuat harga makin terjangkau dan adopsi semakin cepat. Kesimpulannya? Wuling tidak bangkrut, tidak menuju bangkrut, dan tidak berada di zona bahaya.
Mereka justru pemain besar yang ekosistem bisnisnya jauh lebih luas dari sekadar penjualan mobil. “Jadi, lu pakai Wuling? Santai. Perusahaannya enggak ke mana-mana,” tutup Bennix.***
Share this article
Wuling tidak terancam bangkrut. Bennix menegaskan Wuling adalah pelopor EV Indonesia, produsen komponen besar, dan BUMD Tiongkok yang kuat.