AYOJAKARTA.COM -- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dikabarkan akan segera mengumumkan daftar 40 sekolah swasta yang ditetapkan sebagai bagian dari program sekolah gratis.
Inisiatif ini merupakan upaya strategis untuk memperluas akses pendidikan bagi warga kurang mampu di ibu kota.
Selain itu, melalui program sekolah gratis ini diharapkan bisa mengurangi beban biaya pendidikan yang selama ini dialami oleh masyarakat di Jakarta.
Baca Juga: 5 Tahap SPMB PKN STAN 2025, Jalur Karier Jadi PNS dengan Biaya Sekolah Gratis
Program Bertahap dengan Pendanaan Pengalihan Anggaran
Wakil Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta, Ima Mahdiah, menyampaikan bahwa Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta telah menyiapkan sejumlah sekolah yang akan bergabung dalam program ini.
“Yang pasti kita inginkan adanya sekolah gratis tapi secara bertahap,” ungkap Ima dikutip dari laman resmi DPRD DKI Jakarta, Kamis 13 Maret 2025.
Pendanaan program ini akan dialihkan dari anggaran Kartu Jakarta Pintar (KJP), dengan pelaksanaan yang disesuaikan secara bertahap agar tidak mengganggu penerima manfaat KJP yang telah ada.
Baca Juga: Mau Pilih KJP atau Sekolah Gratis? Simak Kelebihan dan Kekurangan Dua Program Tersebut!
Uji Coba dan Seleksi Sekolah Unggulan
Pramono Anung telah menyetujui uji coba program pendidikan gratis di 40 sekolah swasta yang dipilih berdasarkan kualitas dan efisiensi operasionalnya.
Sekolah-sekolah tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memberikan prioritas kepada sekolah dari klaster 1 hingga klaster 3.
Kriteria seleksi juga mencakup keharusan memiliki peserta didik dengan NIK Jakarta dan penerimaan dana BOS dari pemerintah pusat selama tiga tahun terakhir tanpa terputus.
Baca Juga: KJP vs Sekolah Gratis: Mana Solusi yang Lebih Baik?
Menurut Ketua Bidang Komunikasi Tim Transisi Pramono Anung dan Rano Karno, Cyril Raoul Hakim, 40 sekolah percontohan ini merupakan janji dalam 100 hari pertama pemerintahan baru.
“Eksekusinya di tahun ajaran baru bulan Juli, namun insya Allah akan diumumkan di bulan Mei, tepat saat perayaan Hardiknas (Hari Pendidikan Nasional),” ujarnya pada 4 Februari 2025.
Sinkronisasi dengan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB)
Program sekolah gratis ini juga sejalan dengan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk tahun ajaran 2025 yang akan dibuka mulai 20 Mei hingga 5 Juni 2025.
Baca Juga: KJP Plus Bakal Dihapus dan Diganti Program Sekolah Gratis yang Berlaku 2025? Cek Informasinya!
Hal ini diharapkan dapat memberikan kemudahan akses bagi calon siswa dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan berkualitas tanpa terbebani biaya tinggi.
Dukungan dan Kerjasama Lintas Lembaga
Komitmen pemerintah dalam mewujudkan pendidikan gratis juga telah menunjukkan sinergi antara berbagai pihak.
Sebelumnya, pada 23 Agustus 2024, Komisi E DPRD DKI Jakarta bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) terkait pelaksanaan sekolah gratis.
Baca Juga: Sekolah Gratis atau KJP Plus, Mana yang Lebih Baik? Simak Penjelasan Selengkapnya di Sini!
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Purwosusilo, mengungkapkan bahwa dalam jangka panjang, program ini akan mencakup hingga 2.900 sekolah swasta mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA.
Harapan untuk Masa Depan Pendidikan di Jakarta
Dengan kebijakan ini, diharapkan seluruh masyarakat Jakarta, terutama yang kurang mampu, akan mendapatkan akses pendidikan gratis yang merata.
Gubernur Pramono dan pihak terkait optimis bahwa program ini tidak hanya mengurangi ketimpangan akses pendidikan, tetapi juga meningkatkan mutu dan pemerataan pendidikan di Jakarta.
“Saya berharap program ini menjadi langkah awal agar semakin banyak sekolah swasta yang dapat mendukung visi pendidikan gratis, sehingga kita tidak perlu lagi bergantung pada sistem yang selama ini membebani keluarga,” tegasnya.
Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mewujudkan hak setiap anak mendapatkan pendidikan selama 12 tahun, sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Sistem Pendidikan.
Langkah ini pun diharapkan menjadi fondasi yang kuat dalam transformasi sistem pendidikan nasional menuju masa depan yang lebih inklusif dan berkeadilan.***
Share this article
Pramono Anung dikabarkan akan segera mengumumkan daftar 40 sekolah swasta yang ditetapkan sebagai bagian dari program sekolah gratis.