AYOJAKARTA.COM - Kualitas udara di Jakarta kembali menjadi sorotan publik. Menurut situs pemantauan IQAir, Senin, 25 Agustus 2025 pagi, indeks kualitas udara (AQI) Jakarta mencapai 173 dengan kategori tidak sehat.
Kondisi ini menempatkan Jakarta di posisi teratas sebagai kota dengan polusi udara terburuk di dunia pagi ini.
Dari pantauan langsung di Jakarta Selatan, kabut tipis terlihat menyelimuti langit, membuat gedung-gedung tinggi tak tampak jelas.
Polutan utama yang mendominasi adalah PM2.5, partikel halus yang berbahaya bagi kesehatan. Data kualitas udara dikumpulkan dari BMKG, Kementerian Lingkungan Hidup, hingga lembaga swasta.
Bahkan, alat pemantau ISPU di beberapa titik, seperti Pondok Ranggon dan Marunda, juga menunjukkan kategori tidak sehat. Situasi ini tentu mengkhawatirkan karena setiap hari warga menghirup udara yang penuh polutan.
Lebih dari sekadar batuk atau sesak, polusi udara bisa memicu penyakit kronis yang membahayakan jiwa. Menurut WHO, polusi udara global menyebabkan tujuh juta kematian prematur setiap tahun.
Dampak Polusi Udara terhadap Kesehatan
Paparan polusi udara jangka panjang memiliki efek serius pada tubuh. Pertama, gangguan pernapasan seperti ISPA, asma, PPOK, hingga kanker paru-paru sering dikaitkan dengan polusi tinggi.
Baca Juga: Proyek Galian di TB Simatupang Bikin Jakarta Macet, Pramono Anung Beri Perintah Khusus
Studi di The Lancet (2019) menunjukkan paparan PM2.5 meningkatkan risiko kanker paru hingga 20 persen. Kedua, polusi berkontribusi terhadap penyakit jantung dan stroke. WHO mencatat, 25 persen kematian akibat penyakit jantung dipicu kualitas udara buruk.
Ketiga, polusi juga memengaruhi otak. Lansia rentan mengalami penurunan fungsi kognitif, sementara anak-anak berisiko mengalami gangguan perkembangan.
Bahkan, ibu hamil yang terpapar polusi memiliki kemungkinan lebih besar melahirkan prematur atau bayi dengan berat badan rendah.
Cara Melindungi Diri dari Polusi Udara
Meski kualitas udara Jakarta sering berada di level tidak sehat, ada beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan.
Baca Juga: Ayo Belanja Digital! 765 Pedagang Pasar Jakarta Sukses Jualan Online lewat E-Commerce
Dilansir dari rspp.co.id, hal pertama yang wajib diperhatikan adalah penggunaan masker. Pilihlah masker jenis N95 atau sekelasnya yang mampu menyaring partikel halus PM2.5.
Selain itu, menjaga kualitas udara di dalam rumah juga sangat penting. Anda bisa memasang air purifier untuk menyaring polutan yang masuk. Hindari membuka jendela terlalu sering saat polusi sedang tinggi agar udara kotor tidak masuk ke ruangan.
Tidak kalah penting, perhatikan aktivitas harian Anda:
- Hindari aktivitas luar ruangan Saat indeks kualitas udara (AQI) menunjukkan kategori tidak sehat. Cek aplikasi seperti IQAir atau JAKI untuk memantau kondisi real-time.
- Tambahkan tanaman penyerap polutan seperti lidah mertua, sirih gading, atau peace lily di dalam rumah untuk membantu memperbaiki kualitas udara.
- Kurangi penggunaan kendaraan pribadi dan manfaatkan transportasi umum agar bisa berkontribusi mengurangi emisi.
Dengan menerapkan kebiasaan-kebiasaan tersebut, risiko kesehatan akibat polusi udara dapat diminimalkan. Langkah sederhana ini, bila dilakukan secara konsisten, mampu melindungi diri sekaligus membantu menjaga kualitas udara kota.***
Share this article
Gunakan masker N95, batasi aktivitas luar ruangan, pakai air purifier, pantau AQI lewat aplikasi, tanam tanaman penyerap polutan, dan kurangi kendaraan pribadi.