Jarang Diketahui! Ada 3 Penyakit Berbahaya yang Bisa Muncul Akibat Menghirup Debu Asbes

Dampak Menghirup Debu Asbes. (Sumber: Pixabay/Mohamed_hassan)
Dampak Menghirup Debu Asbes. (Sumber: Pixabay/Mohamed_hassan)

AYOJAKARTA.COM - Asbes selama ini masih kerap digunakan sebagai material atap rumah karena harganya terjangkau dan mudah dipasang.

Namun, di balik kepraktisannya, asbes menyimpan ancaman serius bagi kesehatan yang sering diabaikan.

Padahal, debu asbes memiliki ukuran sangat kecil, ukurannya kurang dari tiga mikrometer, atau sekitar 1/700 helai rambut manusia sehingga mudah terhirup dan mengendap di paru-paru.

Partikel debu asbes berbentuk tajam dan mikroskopis. Saat masuk ke sistem pernapasan, tubuh tidak mampu mengeluarkannya secara alami.

Akibatnya, paparan jangka panjang dapat memicu berbagai penyakit berbahaya. Setidaknya ada tiga gangguan kesehatan utama yang berkaitan langsung dengan debu asbes.

Pertama adalah kanker. Debu asbes dikenal sebagai zat pemicu kanker, terutama kanker paru dan mesothelioma, yaitu kanker langka pada lapisan pleura paru-paru. Risiko ini semakin tinggi pada perokok yang juga terpapar asbes.

Kedua, asbestosis, yakni penyakit paru kronis akibat inhalasi debu serat asbes dalam jangka waktu lama.

Asbestosis menyebabkan terbentuknya jaringan parut pada paru-paru sehingga fungsi pernapasan terganggu.

Gejalanya meliputi napas pendek, batuk kering berkepanjangan, nyeri dada, hingga kelelahan ekstrem.

Menariknya, gejala asbestosis umumnya baru muncul 10–40 tahun setelah paparan awal.

Ketiga adalah gangguan pada pleura, lapisan tipis yang menyelimuti paru-paru.

Endapan debu asbes dapat menyebabkan penebalan pleura atau penumpukan cairan di rongga dada, yang berujung pada sesak napas dan nyeri dada.

Asbes dulu banyak digunakan dalam industri konstruksi, seperti bahan atap, semen, pipa, insulasi, rem kendaraan, hingga tekstil.

Meski kini penggunaannya mulai dibatasi, risiko paparan masih mengintai, terutama pada pekerja pembongkaran bangunan tua era 1970–1990-an.

Bahkan, partikel asbes juga bisa masuk ke tubuh melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi.

Hingga kini, belum ada obat yang dapat menyembuhkan asbestosis atau memulihkan kerusakan paru secara total.

Penanganan difokuskan pada meredakan gejala, menghentikan paparan, berhenti merokok, rehabilitasi paru, hingga terapi oksigen. Dalam kasus berat, transplantasi paru menjadi opsi terakhir.

Untuk pencegahan, masyarakat disarankan menghindari penggunaan atap berbahan asbes dan beralih ke material ramah lingkungan.

Jika terpaksa beraktivitas di lingkungan berdebu asbes, gunakan masker dan alat pelindung khusus.

Apabila mengalami gejala gangguan pernapasan dengan riwayat paparan asbes, segera konsultasikan ke dokter atau spesialis paru untuk pemeriksaan lebih lanjut.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# paru-paru
# kanker
# asbes

Berita Terkait

News Update

Sport

Mau Nobar Final Piala Dunia? Polda Metro Jaya: Dilarang Bawa Miras!

Jelang final Piala Dunia Spanyol vs Argentina, Polda Metro Jaya mengeluarkan imbauan penting bagi masyarakat yang berencana menggelar nonton bareng (nobar).

Pendidikan

Hore! Pramono Anung Pastikan 85 Mahasiswa ITB Asal Jakarta akan Dapat Bantuan Beasiswa dari Pemprov DKI Jakarta

Sebanyak 85 mahasiswa asal DKI Jakarta dari keluarga kurang mampu yang telah diterima di Institut Teknologi Bandung (ITB) dipastikan akan mendapatkan dukungan beasiswa dari Pemprov DKI Jakarta.

News

Baru 2 Hari Dimulai Kembali, Dugaan Keracunan Akibat Konsumsi MBG di Jember! BGN Janji akan Evaluasi

dugaan kasus keracunan makanan yang menimpa sejumlah siswa dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jember, Jawa Timur.

Metropolitan

Demi Atasi Kemiskinan, Presiden Prabowo Siap Pangkas Anggaran TNI-Polri: Rela Ya?

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memprioritaskan penghapusan kemiskinan dan kelaparan di tanah air.

News

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers

PWI Pusat menyampaikan keprihatinan dan penyesalan atas pernyataan Advokat Hotman Paris Hutapea kepada wartawan saat memberikan keterangan kepada media di lingkungan Kejaksaan Agung.

Metropolitan

Sentil yang Sebut Harga Beras Mahal, Presiden Prabowo: Suruh Ikut Tanam Padi Sendiri

Tak berikan solusi, Presiden Prabowo Subianto memberikan pernyataan menohok bagi pihak-pihak yang menilai harga beras saat ini terlalu mahal.

Bisnis

Berkat Pelatihan dan KUR BRI, Usaha C'milzea Rosyidah Terus Berkembang

BRI mendukung Rosyidah mengembangkan usaha olahan hasil laut melalui Pelatihan Purna Pekerja Migran dan KUR BRI.

Bekasi

Geram! MenPPPA Arifah Fauzi Pastikan Kawal Kasus Bocah 4 Tahun di Bekasi yang Tewas Dianiaya Ibu Tiri

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menegaskan akan mengawal ketat proses hukum terhadap kasus bocah di Bekasi yang dianaya ibu tiri.

Metropolitan

Catat! Pemprov DKI Hentikan Sistem 'Open Dumping' di Bantargebang Mulai 1 Agustus

Pemprov DKI Jakarta secara resmi akan mulai meninggalkan praktik open dumping atau pembuangan sampah terbuka mulai 1 Agustus 2026.

Jakarta Selatan

Viral di Medsos dan Terekam CCTV, Pelaku Pembuangan Sampah Sembarangan di Jaksel Didenda Rp500 Ribu!

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta memberikan sanksi tegas kepada pelaku pembuangan sampah liar di wilayah Jakarta Selatan.

Metropolitan

Secara Bertahap, TPST Bantargebang Mulai Terapkan Sistem Controlled Landfill per 1 Agustus 2026, Apa Itu?

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang akan mulai menerapkan sistem controlled landfill secara bertahap.

Metropolitan

Waspada Hujan Ringan di Jakut dan Jaksel, Simak Prakiraan Cuaca Jakarta Minggu 19 Juli 2026

BMKG bagikan informasi seputar cuaca untuk wilayah DKI Jakarta pada hari ini, Minggu, 19 Juli 2026.

Viral

Fritz Hutapea Bongkar Borok Aspri Pertama Hotman Paris yang Kini Dituding Jadi Makelar Kasus

Anak kandung Hotman Paris Hutapea, Fritz Hutapea, tak segan untuk membongkar borok Benny Djannah atau Nurbaeny Janah.

Nasional

Mengenal Patris Yusrian Jaya, Calon Kepala Badan Pemulihan Aset yang Baru di Kejagung

Jaksa Agung usulkan Kajati DKI Patris Yusrian Jaya jadi Kepala Badan Pemulihan Aset menggantikan Kuntadi pada Juli 2026. Patris memiliki kekayaan Rp8,3 miliar berdasar LHKPN 2024.

Gaya Hidup

Lewat BRI Wellness Experience, BRI dan Plataran Indonesia Perkuat Ekosistem Wellness

BRI Gandeng Plataran Indonesia hadirkan BRI Wellness Experience, dukung gaya hidup sehat dan perkuat ekosistem wellness.

Nasional

Rekam Jejak Kuntadi, Pembongkar Kasus Harvey Moeis yang Kini Calon Kuat Jampidsus Pengganti Febri Adriansyah

Jaksa Agung usulkan Kuntadi sebagai Jampidsus baru menggantikan Febri Adriansyah. Peraih Adhyaksa Award 2024 pembongkar kasus korupsi timah ini telah disetujui Presiden Prabowo pada Juli 2026.

Bisnis

Pertamina Patra Niaga Ambil Tindakan Tegas Atas Petugas Tenant Nitrogen Merokok di SPBU

Pertamina Patra Niaga tindak tegas petugas tenant nitrogen yang merokok di area SPBU demi menjaga standar keselamatan operasional.

Bisnis

Dukung Usaha Ekonomi Sirkular, Menteri PPPA dan Kepala BPS Apresiasi PNM

Menteri PPPA dan Kepala BPS apresiasi pemberdayaan PNM untuk usaha ekonomi sirkular yang terbukti dongkrak kemandirian ekonomi.

Gadget

Spesifikasi Red Magic 11S Pro, HP Gaming Snapdragon 8 Elite dengan Baterai Raksasa 7.500 mAh

Red Magic 11S Pro Rp22 juta ditenagai Snapdragon 8 Elite (AnTuTu 4,2 juta). HP gaming tanpa tompel ini bawa bodi transparan, sistem pendingin Aquacore kipas 24k RPM, serta baterai raksasa 7.500 mAh.

Teknologi

Bisa Disulap Jadi PC Desktop, Lenovo Legion Tab Gen 5 Andalkan Fitur Bypass Charging untuk Gamers

Lenovo Legion Tab Gen 5 jadi tablet gaming resmi terkencang dengan Snapdragon 8 Elite (AnTuTu 4 juta). Layarnya IPS 3K 165Hz, bawa fitur Bypass Charging, baterai 9000 mAh, dan bisa jadi PC desktop.