AYOJAKARTA.COM - Bunga marigold selama ini dikenal luas sebagai tanaman hias dan pelengkap upacara adat.
Namun, riset terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports mengungkap fakta mengejutkan karena marigold berpotensi besar menjadi functional food atau makanan fungsional yang bermanfaat bagi kesehatan.
Dalam penelitian tersebut, para peneliti menganalisis delapan varietas marigold berbeda untuk menilai kandungan gizi dan senyawa bioaktifnya.
Hasilnya menunjukkan bahwa bunga ini kaya akan antioksidan, vitamin, mineral, lutein, karotenoid, hingga antosianin.
Antosianin merupakan senyawa penting yang berperan dalam menjaga kesehatan mata, jantung, serta membantu mencegah peradangan dan risiko kanker.
Makanan fungsional merupakan jenis pangan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan nutrisi dasar, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan tambahan.
Edible flower atau bunga yang dapat dikonsumsi menjadi salah satu sumber makanan fungsional yang kini makin diminati.
Marigold termasuk di dalamnya karena mengandung fitokimia sehat seperti flavonoid, karotenoid, dan antosianin.
Penelitian ini juga menyoroti pentingnya pemanfaatan marigold di Bangladesh, di mana bunga ini sering dibuang sebagai limbah.
Padahal, kandungan lutein dalam marigold sangat tinggi dan berperan penting dalam menjaga kesehatan mata serta mencegah penyakit degeneratif.
Perbedaan Kandungan Antar Varietas
Delapan varietas marigold yang diuji menunjukkan perbedaan signifikan. Varian berwarna lebih gelap, seperti M1, memiliki kandungan antosianin tertinggi, sementara M4 paling kaya lutein.
Varian M6 unggul dalam kandungan karotenoid, sedangkan M5 memiliki beta-karoten, kalsium, dan vitamin C tertinggi.
Menariknya, kandungan mineral marigold tergolong tinggi. Kalium menjadi mineral paling melimpah, bahkan kadar zat besinya tercatat lebih tinggi dibanding bayam dan amaranth.
Kandungan vitamin C-nya setara dengan tomat dan apel, menjadikan marigold sebagai sumber nutrisi alternatif yang menjanjikan.
Meski kaya nutrisi, marigold juga mengandung zat antinutrisi seperti tannin, saponin, dan fitat yang dapat menghambat penyerapan mineral jika dikonsumsi berlebihan.
Namun, kadar zat tersebut dapat dikurangi melalui proses pengolahan seperti perebusan, perendaman, atau pemasakan.
Dengan pengelolaan yang tepat, bunga marigold berpotensi menjadi sumber pangan fungsional bernilai tinggi.
Tak hanya mengurangi limbah pertanian, pemanfaatan marigold juga membuka peluang diversifikasi pangan sehat berbasis tanaman lokal yang ramah lingkungan.***

Share this article
Riset Scientific Reports mengungkap Marigold kaya antioksidan, lutein, & mineral melebihi bayam. Berpotensi jadi pangan fungsional sehat. Olah dengan benar untuk kurangi zat antinutrisi.