Mengenal MENARI : MEraba NAdi sendiRI, Deteksi Gangguan Irama Jantung

Narasumber dalam acara Pulse Day 2026: Dari Kesadaran Hingga Aksi Nyata Untuk Jantung Sehat. (Dok Ist)
Narasumber dalam acara Pulse Day 2026: Dari Kesadaran Hingga Aksi Nyata Untuk Jantung Sehat. (Dok Ist)

AYOJAKARTA.COM-- Urgensi deteksi dini gangguan irama jantung menjadi penting, karena sekitar 50% kasus fibrilasi atrium tidak terdiagnosis karena penderitanya tak menyadari adanya gangguan irama jantung dalam dirinya.

“Fibrilasi Atrium merupakan kelainan irama jantung yang paling sering ditemukan di dunia, termasuk di Indonesia, dengan dampak serius karena meningkatkan risiko Stroke hingga 5 kali lipat dan risiko kematian 2 kali lipat," kara Advisary Board PERITMI/Indonesian Heart Rhythm Society (InaHRS), Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, Sp.JP, Subsp. Ar. (K), FIHA, FAsCC, FEHRA, FAPHRS dikutip Senin, 16 Februari 2026.

Kondisi inilah yang melatarbelakangi dikampanyekannya MENARI sebagai langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk memeriksa keteraturan denyut jantung secara mandiri.

Baca Juga: Jadwal Pertunjukkan Barongsai di Jakarta, Waktunya Rayakan Tahun Kuda Api dengan Meriah

Cara ini dilakukan melalui perabaan nadi, yang menurut beberapa penelitian, terbukti mampu meningkatkan deteksi fibrilasi atrium dan membuka peluang penanganan lebih dini guna menurunkan risiko Stroke.

"MENARI dilakukan dengan meletakkan jari telunjuk dan jari tengah di pergelangan tangan atau leher, menghitung denyut selama 30 detik lalu dikalikan dua untuk mendapatkan denyut per menit. Denyut normal berkisar 60–100 kali per menit, namun keteraturan irama juga perlu diperhatikan,” jelas Prof. Yoga.

Founder of MENARI, MURI Achievement Holder 2023 itu menambahkan, denyut nadi yang terasa tidak teratur, ada denyut yang hilang, iramanya bervariasi, terlalu cepat di atas 100 kali per menit atau terlalu lambat di bawah 60 kali per menit merupakan tanda yang tidak boleh diabaikan.

Baca Juga: Vietnam Berhasil Ubah Singkong Jadi BBM Ramah Lingkungan, Resmi Dirilis 1 Juni 2026, Indonesia Bisa Mencontoh Nih!

Terutama bila disertai keluhan seperti pusing, keringat dingin, nyeri dada, sesak napas, pingsan, bicara pelo, atau kelemahan anggota gerak.

Kondisi tersebut memerlukan pemeriksaan medis lebih lanjut untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.

Secara ilmiah, Prof. Yoga menegaskan bahwa MENARI merupakan langkah awal yang efektif untuk mendeteksi denyut jantung tidak teratur, meskipun tidak dimaksudkan untuk menegakkan diagnosis.

Jika nadi terasa tidak teratur, pemeriksaan lanjutan seperti rekaman EKG perlu dilakukan, terutama pada kelompok berisiko tinggi seperti usia lanjut atau penderita penyakit jantung.

Baca Juga: Bukan Sekadar Kurang Tidur, Ini Penyebab Sering Mengantuk di Siang Hari yang Jarang Disadari

Dengan deteksi dini dan pengobatan yang tepat, termasuk penggunaan pengencer darah pada kasus fibrilasi atrium, risiko Stroke dapat berkurang secara bermakna, menjadikan MENARI sebagai kebiasaan sederhana dengan dampak besar bagi pencegahan penyakit kardiovaskular.

“Kebiasaan memeriksa nadi secara berkala dapat membantu menemukan gangguan irama jantung (fibrilasi atrium) yang sebelumnya tidak disadari. Bila gangguan ini terdeteksi dan diobati dengan pengencer darah yang tepat, risiko Stroke dapat berkurang secara bermakna," jelasnya.

Walaupun penelitian besar yang secara langsung membuktikan bahwa kebiasaan meraba nadi sendiri menurunkan angka Stroke masih terbatas, tapi tetap saja jalur manfaatnya, mulai dari deteksi dini hingga pencegahan Stroke, sudah sangat kuat secara ilmiah,” katanya.

Baca Juga: Pesan Menag di Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili: Doa untuk Kesejahteraan dan Ketenangan Bersama

Head of Pulse Day Task Force, sekaligus Chairperson of Public Affairs Committee Asia Pacific Heart Rhythm Society (APHRS), Dr. dr. Dicky Armein Hanafy, Sp.JP, Subsp. Ar. (K), Subsp. K.I.(K), FIHA, FAsCC mengatakan gangguan irama jantung sering kali tidak bergejala dan baru

diketahui ketika komplikasi sudah terjadi. Padahal, sebenarnya deteksi dini dapat dilakukan dengan cara yang sangat sederhana, yaitu dengan MENARI (MEraba NAdi sendiRI) secara rutin.

"Dengan pemeriksaan nadi yang dilakukan secara rutin, kelainan irama jantung dapat terdeteksi lebih awal sehingga penanganan medis dapat diberikan tepat waktu dan bahkan lebih cepat,” kata Dr. Dicky.

Baca Juga: Program MBG Jadi Senjata Utama Cetak Generasi Unggul Menuju 100 Tahun Kemerdekaan

Sekretaris Bidang 1 PERITMI/Indonesian Heart Rhythm Society (InaHRS), dr. Ardian Rizal, Sp.JP, Subsp. Ar. (K), FIHA mengungkapkan bahwa dalam 21 tahun terakhir, Indonesia tercatat menjadi salah satu wilayah yang memiliki kenaikan prevalensi fibrilasi atrium tertinggi di kawasan ASEAN.

Peningkatan ini berkaitan erat dengan bertambahnya angka harapan hidup serta perubahan gaya hidup yang mendorong meningkatnya penyakit metabolic, salah satu faktor risiko fibrilasi atrium. Selain itu, tantangan terbesar lainya adalah sifat penyakit ini yang sering kali asimtomatik atau tanpa gejala.

"Akibatnya, banyak kasus baru terdiagnosis justru setelah pasien mengalami komplikasi serius seperti Stroke," katanya. Dalam konteks tersebut, lanjut dia, deteksi dini menjadi kunci untuk memutus rantai risiko Stroke dan dampak jangka panjang fibrilasi atrium.

Baca Juga: Program MBG Jadi Senjata Utama Cetak Generasi Unggul Menuju 100 Tahun Kemerdekaan

"Upaya skrining sejak dini, baik melalui metode manual MENARI maupun pemanfaatan teknologi wearable device, memungkinkan intervensi medis dilakukan lebih awal sebelum komplikasi muncul," jelasnya.

Dengan mengetahui gangguan irama jantung sejak fase awal, risiko kecacatan akibat Stroke dapat ditekan sekaligus menjaga kualitas hidup dan prognosis kesehatan pasien secara berkelanjutan.

“Perkembangan teknologi wearable device dinilai semakin memperkuat upaya deteksi dini tersebut. Perangkat yang sebelumnya hanya berfungsi sebagai pelacak kebugaran kini telah berevolusi menjadi alat skrining medis real-time, berkat integrasi sensor fotoplethismografi (PPG) dan elektrokardiogram (EKG) satu sadapan yang semakin sensitif," pungkasnya.

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Gangguan aritma
# Stroke

Berita Terkait

News Update

Jakarta Pusat

PAM Jaya Gerak Cepat Tangani Pipa Bocor Imbas Proyek JSDP, Suplai Air Dipastikan Tetap Mengalir

Dirut PAM Jaya mengatakan kebocoran bermula saat kontraktor proyek melakukan pekerjaan pengecekan di area sekitar jaringan pipa utama milik PAM Jaya.

Bisnis

Darurat Scam dan Judi Online, BRI Bersama OJK Perketat Ekosistem Perbankan Gandeng Kemkomdigi dan PERBANAS

Sinergi BRI, PERBANAS, OJK, dan Kemkomdigi resmi tingkatkan keamanan keuangan digital demi memberantas judi online dan scam.

Bisnis

Antisipasi Lonjakan Permintaan, Pertamina Suntik Tambahan LPG Subsidi 138 Metrik Ton di Kabupaten Subang

Pertamina Patra Niaga menambah 138 metrik ton LPG 3 Kg di Subang hingga akhir Juli 2026 untuk menjaga stok dan kelancaran distribusi.

Nasional

Tips Memilih Lowongan Program Magang Nasional 2026, Jangan Asal Klik!

Memilih lowongan program magang secara tepat dapat memberikan pengalaman berharga yang berdampak pada pengembangan karier di masa depan.

Jakarta Timur

INFO Penting untuk Warga Jaktim! Per 27 Juli 2026, Kantor Sudin Dukcapil Jakarta Timur akan Pindah Sementara, Ini Lokasinya

Kepindahan ini dilakukan untuk mendukung proses renovasi gedung sekaligus meningkatkan kenyamanan serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Metropolitan

Transjakarta Gelar Sayembara Desain Green Hub Petamburan, Siapkan Konsep Kawasan Transportasi Masa Depan

Sayembara Desaian Green Hub Petamburan ini mengusung tema "Green Connectivity: Weaving Mobility, Elevating Urban Life".

Jakarta Timur

Dinas Bina Marga DKI Jakarta Mulai Penataan Trotoar di Jakarta Timur dengan Konsep Complete Street, Pejalan Kaki Lebih Aman dan Nyaman

Langkah ini menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang publik yang lebih aman, nyaman, dan inklusif bagi para pejalan kaki.

Metropolitan

Masih Ada Kesempatan! Pendaftaran Jakarta Innovation Awards 2026 Diperpanjang, Yuk Siapkan Inovasi Terbaikmu

Jakarta Innovation Awards merupakan ajang apresiasi bagi inovasi yang telah diimplementasikan dan memberikan manfaat nyata bagi Jakarta.

Pendidikan

Pemprov DKI Batasi Penggunaan Medsos Anak di Bawah 16 Tahun? Pramono Anung: Jakarta Dukung Komdigi

Pemprov DKI Jakarta menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah pusat yang membatasi akses media sosial (medsos) bagi anak di bawah usia 16 tahun

Metropolitan

DKI Tutup 2 Zona Aktif di Bantargebang, Sistem 'Open Dumping' Mulai Ditinggalkan!

Pemprov DKI Jakarta resmi memulai langkah besar untuk membenahi pengelolaan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi.

Viral

Menerka Bayaran Hotman Paris yang Kini Tangani Kasus Febri Adriansyah, Bisa Tembus di Atas Rp200 Miliar?

Hotman Paris resmi jadi kuasa hukum mantan Jampidsus Febrie Adriansyah terkait kasus korupsi dan TPPU. Rekam jejak honor fantastis Hotman hingga Rp200 miliar memicu spekulasi tarif di publik.

Viral

Nekat Bela Febri Adriansyah, Akun Bisnis Hotman Paris Raib!

Akun Instagram bisnis Hotman Paris Perfumery hilang usai ia menuai kritik pedas akibat membela mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Hotman mengimbau masyarakat waspada terhadap potensi penipuan.

Jakarta Selatan

Tekan Sampah ke TPST Bantar Gebang, 349 Tong Biopori Jumbo Disebar di Kebayoran Lama Jaksel!

Sebanyak 349 tong biopori jumbo didistribusikan ke enam kelurahan di wilayah tersebut guna mengurangi beban sampah yang dikirim ke TPST Bantar Gebang.

Jakarta Utara

Upaya Atasi Kemacetan Kelapa Gading-Pulo Gadung, 111 Petugas Gabungan Tata Lahan Jalan Perintis Kemerdekaan!

Sebanyak 111 personel gabungan dikerahkan untuk melakukan penertiban dan penataan lahan di kawasan RW 13, Jalan Perintis Kemerdekaan

Sport

Drama VAR Warnai Final Piala Dunia 2026, Ada 4 Momen Krusial yang Bikin Argentina Protes

Piala Dunia 2026 diwarnai krisis VAR yang picu krisis FIFA. Spanyol keluar sebagai juara usai tekuk Argentina 1-0 di final penuh drama, diwarnai kartu merah Enzo dan kontroversi keputusan wasit.

News

Hotman Paris Diminta Tak Bawa Nama Presiden dalam Kasus Febrie Adriansyah, Istana: Jangan Dikait-kaitkan!

Hal ini menyusul pernyataan Hotman yang membawa-bawa nama Presiden Prabowo Subianto dalam pembelaannya terhadap sang klien, mantan Jampidsus Febrie Adriansyah.

News

Siap-siap! Tarif Naturalisasi dan Lepas Status WNI Naik Mulai Agustus 2026, Cek Rincian Lengkapnya di Sini

Pemerintah resmi menetapkan penyesuaian tarif untuk berbagai layanan kewarganegaraan yang akan mulai diberlakukan pada Agustus 2026.

Sport

Badai Kritik Terjang Gianni Infantino Usai Penutupan Piala Dunia 2026, FIFA Dinilai Hanya Kejar Bisnis

Presiden FIFA Gianni Infantino hadapi krisis kredibilitas usai Piala Dunia 2026. Sorotan tiket mahal, jet pribadi, hingga sorakan publik di final hiasi kritik bisnis, meski posisi politiknya kokoh.

Jakarta Timur

Gudang Spark Sport Academy Pondok Bambu Dilalap Si Jago Merah, 25 Anak Berhasil Dievakuasi Selamat!

Kebakaran terjadi di gedung Spark Sport Academy yang berlokasi di Jalan Pahlawan Revolusi, Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Senin, 20 Juli 2026

Metropolitan

Jakarta Menuju Kota Global, Pramono Anung Dorong Fasilitas Publik dan Perkantoran Wajib Punya Ruang Laktasi!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan komitmennya untuk memperkuat fasilitas bagi ibu dan anak di ibu kota.