AYOJAKARTA.COM - Pusing saat puasa merupakan keluhan yang cukup umum terjadi selama Ramadan.
Kondisi ini ditandai dengan sensasi kepala terasa ringan, berputar, melayang, bahkan seperti akan pingsan.
Meski sering dianggap sepele, pusing saat puasa bisa menjadi sinyal adanya gangguan kesehatan yang perlu diwaspadai. Berikut sejumlah penyebab pusing saat puasa yang paling sering terjadi:
1. Dehidrasi
Dehidrasi menjadi faktor utama pemicu pusing saat puasa. Ketika tubuh kekurangan cairan, volume darah menurun sehingga suplai oksigen ke otak tidak optimal.
Gejalanya meliputi lemas, jarang buang air kecil, urine berwarna gelap, hingga sakit kepala. Risiko ini meningkat jika seseorang kurang minum saat sahur dan berbuka.
2. Kadar Gula Darah Rendah (Hipoglikemia)
Puasa membuat tubuh tidak mendapat asupan makanan selama berjam-jam. Jika saat sahur tidak mengonsumsi makanan bergizi seimbang, kadar glukosa dapat turun drastis.
Padahal, glukosa adalah sumber energi utama otak. Ketika kadarnya rendah, muncul gejala seperti pusing, gemetar, keringat dingin, dan sulit konsentrasi. Kondisi ini perlu diwaspadai terutama bagi penderita diabetes.
3. Tekanan Darah Rendah (Hipotensi)
Hipotensi sering muncul menjelang sore hari saat tubuh kehilangan banyak cairan dan elektrolit.
Aliran darah ke otak menjadi kurang optimal, terutama saat berdiri secara tiba-tiba.
Gejalanya termasuk pusing, pandangan berkunang-kunang, dan rasa ingin pingsan.
4. Kelelahan dan Kurang Tidur
Perubahan pola tidur selama Ramadan, terutama karena bangun sahur, dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh.
Kurang tidur diketahui meningkatkan sensitivitas saraf pemicu sakit kepala.
Ditambah aktivitas harian yang padat, kelelahan bisa memperparah rasa pusing.
5. Caffeine Withdrawal (Putus Kafein)
Bagi yang terbiasa mengonsumsi kopi atau teh berkafein, penghentian mendadak saat puasa dapat memicu caffeine withdrawal.
Kondisi ini menyebabkan pembuluh darah di otak melebar, sehingga timbul sakit kepala, mual, gelisah, dan sulit fokus.
Cara Mengatasi dan Mencegah Pusing Saat Puasa
Untuk meredakan pusing saat puasa, lakukan langkah berikut:
- Hentikan aktivitas dan duduk atau berbaring secara perlahan.
- Hindari perubahan posisi tubuh yang mendadak.
- Pejamkan mata dan atur napas dengan pola 2 hitungan tarik napas, 4 hitungan buang napas.
- Kompres dingin di area kepala.
- Pijat lembut pelipis, leher, atau bahu.
Pencegahan juga penting dilakukan, yaitu dengan menerapkan pola minum 2-4-2 (2 gelas saat berbuka, 4 gelas malam hari, 2 gelas saat sahur), konsumsi makanan bergizi seimbang, cukup istirahat, dan mengurangi kafein sejak dua minggu sebelum Ramadan.
Jika pusing terasa berat, disertai hampir pingsan atau gejala hipoglikemia berat, sebaiknya segera periksa ke dokter. Jangan memaksakan diri berpuasa bila kondisi memburuk.***

Share this article
Pusing saat puasa bisa disebabkan dehidrasi, gula darah rendah, kelelahan, hipotensi, kurang tidur, hingga putus kafein. Atasi dengan istirahat, atur napas, cukup cairan, dan gizi seimbang.