AYOJAKARTA.COM - Rasa kantuk yang muncul saat berpuasa adalah keluhan yang sering dialami banyak orang selama bulan Ramadan.
Kondisi ini wajar terjadi karena adanya perubahan signifikan pada pola makan, jam tidur, dan aktivitas harian.
Meski demikian, kantuk berlebihan tetap perlu dipahami penyebabnya agar tidak mengganggu produktivitas kerja maupun ibadah.
Salah satu penyebab utama mudah mengantuk saat puasa adalah perubahan ritme sirkadian atau jam biologis tubuh.
Ritme sirkadian mengatur siklus tidur-bangun, suhu tubuh, serta produksi hormon.
Saat Ramadan, waktu makan bergeser ke malam hari dan waktu tidur cenderung lebih larut karena sahur dan ibadah malam, seperti tarawih. Akibatnya, ritme alami tubuh ikut berubah.
Selain itu, kurang tidur menjadi faktor dominan. Banyak orang harus bangun dini hari untuk sahur, namun tetap tidur larut malam.
Penelitian menunjukkan bahwa selama Ramadan, waktu tidur rata-rata berkurang sekitar 30–60 menit per hari.
Kekurangan tidur ini menimbulkan “utang tidur” yang membuat tubuh terasa lemas dan mengantuk di siang hari, terutama antara pukul 14.00 hingga 16.00.
Penurunan kadar gula darah juga berperan besar. Saat berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan makanan selama berjam-jam.
Glukosa yang merupakan sumber energi utama otak pun menurun, sehingga konsentrasi melemah dan rasa kantuk meningkat.
Kondisi ini makin terasa jika menu sahur kurang bergizi atau terlalu tinggi gula sederhana.
Faktor hormonal turut memengaruhi. Selama puasa, produksi hormon kortisol yang berfungsi menjaga kewaspadaan di siang hari cenderung menurun.
Di sisi lain, hormon melatonin yang mengatur rasa kantuk juga mengalami perubahan. Kombinasi ini membuat tubuh lebih cepat lelah dan mengantuk.
Tak kalah penting, tidak adanya asupan kafein dan nikotin di siang hari dapat memperparah rasa kantuk, terutama bagi mereka yang terbiasa mengonsumsi kopi atau teh setiap hari. Efek putus kafein sering menimbulkan lesu, sakit kepala, dan mengantuk.
Cara Mengatasi Kantuk Saat Puasa
Agar tetap segar dan produktif saat puasa, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan.
Pertama, atur jadwal tidur yang konsisten dan usahakan tidur lebih awal.
Kedua, manfaatkan tidur siang singkat selama 15–30 menit untuk memulihkan energi.
Ketiga, perbanyak paparan sinar matahari di siang hari untuk menjaga ritme sirkadian tetap stabil.
Selain itu, hindari penggunaan gadget sebelum tidur, batasi kafein di malam hari, dan konsumsi makanan bergizi seimbang saat sahur dan berbuka.
Jika kantuk datang saat bekerja, cuci muka, lakukan peregangan ringan, atau berjalan sebentar agar aliran darah ke otak meningkat.
Dengan memahami penyebab dan cara mengatasinya, puasa tidak lagi menjadi penghalang untuk tetap fokus, segar, dan produktif sepanjang hari.***
Share this article
Kantuk saat puasa dipicu perubahan ritme sirkadian, kurang tidur, serta turunnya kadar gula darah dan kortisol. Atasi dengan tidur lebih awal, power nap, dan konsumsi nutrisi seimbang saat sahur.