AYOJAKARTA.COM - Puasa Ramadan sebulan lamanya menjadi ibadah wajib bagi umat muslim.
Ibadah Puasa di bulan Ramadan yang dilakukan sekali dalam setahun ini ternyata bisa dijadikan sebagai sarana detoksifikasi tubuh.
Pasalnya tubuh menerima berbagai asupan makanan dari 11 bulan sebelumnya, yang mungkin lebih banyak tubuh menerima makanan yang tidak sehat.
Baca Juga: Buya Yahya Ungkap Waktu Terbaik Sahur di Bulan Ramadan, Tunjukkan Sikap Taabudi, Apa Itu?
Menurut dr. Zaidul Akbar, pada saat berpuasa tubuh mengalami detoks, dilansir dari kanal YouTube Bisikan.com.
"Selama 30 hari penuh kita dituntut untuk meng-clean atau mendetoks seluruh badan, dengan catatan mulai berpikir untuk healthy lifestyle atau gaya hidup sehat," ungkap dr. Zaidul Akbar.
Seperti dicontohkan pada zaman Nabi Muhammad SAW, orang-orang pada masa itu tidak pernah terjangkit penyakit yang berat atau kronis.
Pasalnya pada zaman Nabi Muhammad SAW dahulu, pola makan mereka sederhana, berbeda dengan masa sekarang.
Baca Juga: Bolehkah Sikat Gigi Saat Puasa? Ini Penjelasan dari Buya Yahya
Menjadi penting selama Ramadan menjaga pola makan, berusaha untuk mengkonsumsi makanan yang sehat dan tidak berlebihan.
Akan tetapi, seringnya pada saat berbuka, setiap orang begitu antusias mempersiapkan menu berbukanya.
Mulai dari minuman dingin, kemudian berbagai gorengan dan tentunya menu lauk pauk dengan banyak varian.
Tentunya dengan mengkonsumsi makanan dengan porsi yang banyak, akan mudah menimbulkan kenaikan berat badan.
Menurut dr. Zaidul Akbar, mereka yang mengalami kenaikan berat badan selama berpuasa, berarti puasanya selama ini salah.
"Tanda orang yang enggak sukses puasa Ramadannya secara fisik, hari pertama ditimbang berat badannya 60, hari terakhir 70, itu tidak benar puasanya," ujar dr. Zaidul Akbar.
Seharusnya pada bulan puasa, yang dilakukan adalah restriksi kalori, bukan memperbanyak kalori.
dr. Zaidul Akbar menjelaskan ada beberapa fase-fase puasa yang akan dilalui, diantaranya:
1. Detoks tubuh dan revitalisasi sel
Selama berpuasa tubuh mengalami detoks dan revitalisasi sel, dengan cara membiasakan healthy eating plan, dan tidak berlebihan saat iftar.
2. Menghindari makanan olahan dan goreng-gorengan
Usahakan untuk menghindari makanan olahan dan goreng-gorengan, karena tubuh hanya memiliki waktu makan sedikit, sebaiknya mengkonsumsi makanan yang sehat.
3. Perbanyak minum air putih
Sebelum seharian berpuasa dan tubuh tidak menerima asupan makanan, pastikan cairan dalam tubuh tetap terpenuhi.
Dengan cara banyak minum air putih saat sahur dan berbuka serta sebaiknya hindari konsumsi air teh dan kopi.
Karena konsumsi teh dan kopi akan menarik kandungan air yang terkandung pada tubuh selama berpuasa.
4. Tidur berlebihan
Usahakan untuk tidak banyak tidur saat berpuasa, tetap melakukan aktivitas seperti biasa, hindari aktivitas berat agar tubuh tidak kelelahan.
Tahap-tahapan tubuh selama berpuasa:
1. Gula darah dan tekanan darah menurun, tubuh akan mengalami pembersihan, akan terasa pusing, sakit kepala, mual, dan lapar.
2. Pencernaan lebih menyesuaikan, akan dapat fokus menghasilkan energi dengan konsumsi makanan yang sedikit.
Produksi sel darah putih akan meningkat dan pada fase ini tubuh sudah mulai diperbaiki.
3. Energi badan meningkat, akan muncul rasa bahagia karena sel-sel yang rusak dalam tubuh telah hilang.
Pada fase ini organ tubuh seperti jantung, paru-paru, dan kulit semua akan mengalami detoksifikasi.
4. Fase di akhir Ramadan, badan jauh lebih energik dan ingatan memori dan konsentrasi meningkat, proses penyembuhan sudah makin kuat.
Tubuh akan sampai pada fase maksimumnya, dan spiritual benefit akan jauh lebih besar.***

Share this article
Ibadah Puasa di bulan Ramadan yang dilakukan sekali dalam setahun ini ternyata bisa dijadikan sebagai sarana detoksifikasi tubuh.