AYOJAKARTA.COM – Bisa dikatakan Qatar menjadi tuan rumah Piala Dunia dengan fasilitas paling megah. Hal ini wajar terjadi karena Qatar dikenal sebagai negara yang kaya raya.
Qatar adalah negara dengan pendapatan ekonomi yang tinggi dengan sebagian besar berasal dari cadangan gas alam dan minyak. Siapa sangka dulunya Qatar merupakan negara yang miskin sebelum ditemukannya gas alam dan minyak bumi.
Qatar juga masuk ke dalam negara dengan pendapatan per kapita tertinggi di dunia dan memiliki indeks pembangunan manusia yang sangat tinggi.
Baca Juga: Menguak Jejak Kaki Putra Indonesia di Stadion 974 pada Ajang Bergengsi Piala Dunia Qatar 2022
Dilansir AyoJakarat.com dari kanal YouTube Invoice Indonesia, Qatar merupakan negara timur tengah yang masih menjadi bagian dari Asia Barat. Qatar terletak di sebuah semenanjung kecil di Jazirah Arab yang dikelilingi oleh Teluk Persia dan Negara Arab Saudi.
Luas negara Qatar adalah 11.581 kilometer persegi dengan sebagian besar wilayahnya merupakan dataran rendah yang tandus dan tertutup pasir.
Hal ini membuat Qatar tidak produktif secara pertanian karena tanahnya hanya memiliki sedikit bahan organik dan umumnya berkapur.
Menariknya dari jumlah populasi orang yang tinggal di Qatar hanya sekitar 12% saja yang merupakan warga negara asli Qatar. Sementara sekitar 88% penduduk Qatar merupakan warga negara asing atau pendatang.
Baca Juga: Jumlah Peluru Pembunuhan Brigadir J Ada 12, Ronny Talapessy Berharap Bisa Segera Terungkap
Sejak tahun 1970an, pertumbuhan ekonomi Qatar dimulai dengan bergantung pada pekerja asing. Sebagian besar pekerja asing ini berasal dari Pakistan, India, dan Iran.
Agama Islam adalah negara resmi di negara ini, namun sekitar 35% penduduknya memeluk agama lain.
Bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi dalam negara ini adalah bahasa Arab dan juga bahasa Inggris khususnya ketika dalam proses perdagangan.
Ibukota negara Qatar adalah Doha yang terletak di Pantai Persia di wilayah timur, kota Doha menjadi kota terbesar di Qatar sekaligus menjadi pusat politik dan ekonomi negara.
Baca Juga: Makin Janggal, Yang Mana Yosua? Saat Autopsi Brigadir J Pakai Kaos Merah, di CCTV Kaos Putih
Dulunya perekonomian Qatar berfokus pada penangkapan ikan dan pemburuan mutiara, hal ini sebelum Qatar menemukan adanya kandungan gas alam dan minyak bumi pada negaranya.
Eksplorasi ladang minyak dan gas alam dimulai pada tahun 1939, lalu produksi pendapatan minyak meningkat drastis pada tahun 1973. Ini membuat Qatar keluar dari deretan negara-negara termiskin di dunia.
Pada tahun 1935, pemerintah Qatar menandatangani perjanjian konsesi minyak dengan perusahaan minyak Inggris Anglo-Persian Oil Company.
Empat tahun setelah penandatangan perjanjian barulah ditemukan sumber cadangan minyak di kota Dukhan. Proses eksploitasi minyak tersebut sempat tertunda karena adanya perang dunia kedua.
Baca Juga: Jumlah Peluru Pembunuhan Brigadir J Ada 12, Ronny Talapessy Berharap Bisa Segera Terungkap
Kemudian pada tahun 1949 Qatar melakukan ekspor minyak untuk pertama kalinya setelah perang dunia berakhir. Lalu minyak menjadi sumber pendapatan utama negara Qatar.
Pendapatan yang didapat dari ekspor minyak digunakan untuk perluasan dan modernisasi infrastruktur Qatar.
Namun kemudian pada tahun 1968 Inggris menyatakan ingin menarik diri dalam kurun waktu 3 tahun ke depan. Perjanjian sebelumnya dengan Inggris kemudian diganti dengan perjanjian persahabatan pada tahun 1971.***

Share this article
Nama Qatar semakin mendunia dengan kemegahan piala dunia 2022. Namun dibalik itu Qatar adalah negara miskin. Mari cek faktanya