Tragedi Berdarah Usai Laga Arema Vs Persebaya, Benarkah Kesalahan dari Aparat Kepolisian?

Puluhan Korban Meninggal Usai Laga Arema Vs Persebaya, Begini Kronologinya
Puluhan Korban Meninggal Usai Laga Arema Vs Persebaya, Begini Kronologinya

AYOJAKARTA.COM - Laga Arema Vs Persebaya yang digelar pada Sabtu, 01 Oktober akhinya memberikan kabar duka bagi sejumlah pecinta Sepak Bola di Tanah air.  

Hal ini terjadi semenjak laga Arema Vs Persebaya yang diadakan di Stadion Kanjuruhan Malang berakhir Ricuh, sampai dikabarkan banyak menelan puluhan korban jiwa.

Adapun kericuhan yang terjadi dalam pertandingan Arema Vs Persebaya itu dipicu, dari sejumlah oknum Suporter club berjuluk Singo edan yang tidak terima kekalahan saat menjamu Persebaya dimarkas kebanggan.

Baca Juga: Nikita Mirzani Kembali Sindir Najwa Shihab: Ternyata Bestie Butuh Polisi

Diketahui dalam laga tersebut Persebaya Surabaya berhasil mencuri point dikandang arema dengan skor akhir 3-2.

Bagaimana kronologinya hingga memakan korban jiwa? simak di sini.

Setelah pluit pertandingan ditiup menandakan hasil akhir pertandingan. Sejumlah supporter Aremania langsung memanjat pagar dan berbondong-bondong memasuki lapangan pertandingan.

Oknum pendukung tersebut diduga saling berbentrokan dengan sejumlah supporter lain dan pihak keamanan, sehingga polisi langsung melepaskan gas air mata untuk meredam kericuhan.

Baca Juga: Cuaca di Wilayah Indonesia Hari Ini Minggu 2 Oktober 2022: Cek 25 Wilayah Potensi Hujan Lebat Disertai Petir

Namun naasnya, sejumlah masa pendukung dan pihak kepolisian berjatuhan hingga memakan korban jiwa dari kedua belah pihak atas bentrokan yang terjadi di stadion dalam Stadion.

Tidak hanya itu, sejumlah fasilitas dan mobil kepolisian pun ikut dihancurkan dan dibakar oleh sejumlah masa yang mengamuk dalam pertandingan tersebut.

Sehingga menambah panas situasi bentrok yang memancing tindak anarkis dari sejumlah masa yang ikut terlibar dalan kericuhan.

Baca Juga: Inul Daratista Unggah Lagu Seolah Sempurna, Dukungan untuk Lesti

Hingga pada peluit akhir dibunyikan, Arema tidak bisa menambah golnya dan harus menerima kekalahan, tragedi dimulai dari sini.

Terlihat para pemain yang tertunduk lesu dan kecewa, pelatih dan manager mendekati tribun timur dan meminta maaf dengan menunjukkan gestur.

Di sisi lain, ada seorang supporter yang mendekat dari arah tribun selatan nekat masuk dan mendekati pemain yaitu Sergio Silva dan Maringa.

Baca Juga: Rezeki Masih Seret? Kata Buya Yahya Periksa Kebiasaan Buruk yang Masih Kamu Lakukan!

Supporter tersebut nampak memberikan motivasi dan kritik kepada pemain Arema tersebut.

Dari situ, kemudian ada beberapa oknum supporter yang ikut masuk dan memberikan luapan kekecewaan mereka kepada pemain Arema.

John Alfarizie nampak memberikan pengertian kepada oknum-oknum yang mendekat tersebut.

Baca Juga: Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 2 Oktober 2022: Jakbar, Jaktim dan Jaksel Diprediksi Hujan Angin di Sore Hari

Namun, ternyata semakin banyak dari mereka yang berdatangan dan membuat kondisi semakin ricuh.

Dari berbagai sisi stadion, para supporter nampak ikut masuk untuk mengungkapkan kekecewaan mereka.

Tak hanya itu saja, benda-benda kemudian mulai dilempar ke arah lapangan dan supporter menjadi tidak terkendali.

Pada akhirnya, pemain digiring masuk ke dalam ruang ganti dengan dikawal oleh pihak yang berwajib.

Baca Juga: Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 2 Oktober 2022: Jakbar, Jaktim dan Jaksel Diprediksi Hujan Angin di Sore Hari

Pihak aparat kemudian melakukan berbagai upaya untuk memukul mundur para supporter, menurut penulis utas perlakuan aparat terhadap supporter sangat kejam dan sadis.

Mulai dari melakukan pentung dengan tongkat panjang, pengeroyokan oleh aparat, hantaman tameng, dan banyak tindakan lainnya.

Akan tetap, saat aparat memukul mundur supporter di sisi selatan, supporter di sisi utara kemudian menyerang.

Dari sini, kemudian semakin banyak supporter yang masuk ke lapangan dan kondisi sudah tidak kondusif.

Aparat kemudian menembakkan beberapa gas air mata ke arah supporter yang ada di lapangan, lalu berbanti supporter yang menyerang aparat dari sisi selatan dan utara.

Pada akhirnya, terjadi aksi tembak-tembakan gas air mata ke arah supporter serta hujan lemparan benda dari sisi tribun.

Puluhan gas air mata ditembakkan ke arah supporter di setiap sudut lapangan yang dikelilingi gas air mata, ada juga yang langsung ditembakkan ke arah tribun penonton.

Para supporter yang panik karena tembakan gas air mata, kemudian membuat keadaan tribun semakin ricuh.

Mereka berlarian mencari pintu keluar, sayangnya semua pintu sudah penuh dan sesak karena semua orang panik akan serangan gas air mata.

Disebutkan bahwa dalam insiden tersebut juga banyak ibu-ibu, wanita, orang tua, dan anak kecil yang terlihat sesak tak berdaya.

Terlihat mereka sesak karena terkena gas air mata, tidak kuat untuk ikut berdesakan keluar stadion dengan pintu keluar yang semuanya penuh dan macet.

Di dalam stadion, orang-orang sesak karena gas air mata yang sudah ditembakkan dari berbagai arah, sedangkan untuk keluar stadion tidak bisa karena macet penuh sesak di pintu keluar.

Di sisi lain, di luar stadion nampak banyak orang yang terkapar dan pingsan karena telah terjebak di dalam stadion yang penuh gas air mata.

Sekitar pukul 22.30, disebutkan masih banyak insiden pelemparan batu ke arah mobil aparat dan pengeroyokan supporter terhadap aparat.

Mereka menganggap aparat mengurung para supporter di dalam stadion dengan puluhan gas air mata, serta kemudian terjadi beberapa tembakan gas air mata kembali di luar stadion.

Pembuat utas mengungkapkan bahwa kondisi luar stadion kanjuruhan sudah sangat mencekam.

Banyak supporter lemas bergelimpangan, terdengar teriakan dan tangisan wanita, terlihat orang-orang berlumuran darah, mobil hancur.

Terlihat juga batu batako, besi, dan bambu berterbangan, serta kalimat makian dan amarah yang dilontarkan.

Baca Juga: RILIS HARI INI! Inilah Link Nonton SPY x FAMILY Season 2 Sub Indo Gratis dan Legal!

Usai kericuhan Meletus, sejumlah pemain dari persebaya Surabaya langsung berlarian meninggalkan lapangan dengan menaiki mobil Polisi Barracuda untuk diamankan.

Sementara sejumlah pemain Arema Fc yang masih berada dilapangan tidak terlepas dari kejaran para suporter yang kecewa kepada para pemain setelah dikalahkan oleh rivalnya Persebaya Surabaya.

Hingga detik ini polisi beserta sejumlah tim medis sedang mengidentifikasi jumlah korban secara keseluruhan.

Tetapi untuk sampai malam tadi jumlah korban dari pihak kepolisian yang teridentifikasi berjumlah dua orang.

Kedua korban itu adalah anggota Polres Trenggalek yang sedang bertugas di stadion dengan nama Brigadir Andik dan Briptu Fajar. ***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# gas air mata
# laga
# Arema
# Persebaya
# ricuh
# meninggal

News Update

News

Resmi Dilantik Prabowo, Mantan Wamentan Sudaryono Jadi Kepala Badan Gizi Nasional: Janji Benahi MBG

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026.

Metropolitan

Waspada! Muka Tanah Jakarta Turun 4 Sentimeter per Tahun, Kawasan Muara Baru Jadi yang Terdalam...

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa penurunan muka tanah masih menjadi tantangan lingkungan yang sangat serius bagi ibu kota.

Metropolitan

Soal Sekolah Rusak di Jakarta, Pramono Anung Buka Opsi Perbaikan Pakai Dana CSR hingga KLB!

Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah taktis untuk mempercepat perbaikan gedung sekolah yang rusak di ibu kota.

Metropolitan

Dominasi 63 Persen Mobil Listrik Nasional Ada di Jakarta, Bapenda DKI: Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Insentif Pajak

Secara total, potensi kehilangan penerimaan pajak daerah Jakarta dari sektor ini diperkirakan mencapai Rp 2 triliun

Metropolitan

Partisipasi Angkatan Kerja Meningkat, Pemprov DKI: 5,2 Juta Warga Kini Sudah Bekerja

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatatkan tren positif pada sektor ketenagakerjaan di tahun 2026.

Metropolitan

Jakarta Makin Terkoneksi! Pengguna Transportasi Umum Tembus 230 Juta Orang, Ekonomi Ikut Melejit

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah pengguna Transjakarta, MRT, dan LRT mencapai angka 230,8 juta orang.

Jakarta Timur

Cegah Kemacetan Parah, Sudinhub Jaktim Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI Cakung

Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas sementara di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI, Cakung.

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.