AYOJAKARTA.COM - Keputusan pembatalan Peru sebagai tuan rumah Piala Dunia U17 oleh FIFA menuai reaksi dari masyarakat Indonesia.
Pasalnya dalam surat resmi yang diunggah oleh FIFA melalui laman fifa.com (3/4/2023), disampaikan secara gamblang terkait alasan batalnya Peru sebagai tuan rumah.
Alasan tersebut dikarenakan ketidakmampuan memenuhi komitmen membangun infrastruktur untuk menyelenggarakan turnamen tersebut.
Warga Indonesia kemudian menyoroti perbedaan dengan surat resmi FIFA saat mencoret Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U20.
FIFA hanya menyebutkan "Karena keadaan-keadaan yang saat ini terjadi", yang patut diduga karena adanya isu penolakan Timnas Israel dari dua orang Kepala daerah.
Selain kalimat tersebut, FIFA juga mencantumkan pernyataan bahwa kemungkinan akan ada sanksi yang dijatuhkan kepada Indonesia.
"Karena keadaan yang saat ini terjadi", FIFA menuliskan "kemungkinan sanksi" kepada Indonesia, namun kalimat seperti ini tidak dituliskan dalam pernyataan resmi FIFA kepada Peru.
Hal ini dapat diartikan Artinya, pelanggaran komitmen oleh Indonesia mungkin dianggap FIFA lebih berat ketimbang ketidakmampuan Peru dalam menyediakan Infrastruktur.
Sanksi yang terancam diberikan kepada Indonesia inilah yang ditakutkan oleh beberapa pihak akan membawa dampak buruk bagi dunia sepak bola dalam negeri.
Kekhawatiran PSSI dan berapa pihak lainnya terjadi karena sanksi yang pernah dijatuhkan FIFA pada tahun 2015 yakni berupa sanksi keras larangan Indonesia mengikuti turnamen-turnamen internasional.
Namun di sisi lain gagalnya Peru sebagai tuan rumah Piala Dunia ini membuat rakyat Indonesia berharap agar bisa diselenggarakan di Indonesia.
Selain karena infrastruktur Indonesia yang telah memadai karena sebelum dibatalkan telah dipersiapkan hampir 100 persen, Timnas Israel kemungkinan tidak ikut berpartisipasi dalam Piala Dunia U17 ini.***

Share this article
Keputusan pembatalan Peru sebagai tuan rumah Piala Dunia U17 oleh FIFA menuai reaksi dari masyarakat Indonesia.