AYOJAKARTA.COM - Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kejahatan siber dengan modus SIM Swap yang belakangan semakin marak terjadi.
Modus ini memungkinkan pelaku mengambil alih nomor telepon korban untuk mengakses berbagai layanan digital, mulai dari mobile banking, dompet digital, hingga akun media sosial.
Dikutip dari akun Instagram @kemkomdigi, SIM Swap merupakan kejahatan siber di mana pelaku mengambil alih nomor seluler, mengaktifkan SIM baru atas nama kamu, dan mengakses akun perbankan.
Kejahatan tersebut bisa mengakibatkan saldo terkuras tanpa disadari oleh pemilik.

Bagaimana modus SIM Swap ini bisa terjadi?
Pelaku melancarkan aksinya dengan mencuri data melalui phishing.
Kemudian pelaku mengajukan penggantian SIM dengan identitas palsu.
SIM lama dinonaktifkan tanpa sepengetahuan korban dan pelaku menerima kode OTP.
Dengan mendapat kode OTP itu, pelaku akan melakukan kejahatannya dengan menguras akun finansial korban.

Tanda-tanda Kamu Terkena SIM Swap
- Sinyal tiba-tiba hilang tanpa sebab
- Tidak bisa menerima SMS atau telepon
- Ada notifikasi transaksi mencurigakan
- Permintaan reset password tanpa kamu lakukan

Cara Melindungi agar Tidak Terkena SIM Swap
- Jangan pernah isi data pribadi di link mencurigakan
- Aktifkan verifikasi dua langkah (2FA)
- Ganti password secara berkala
- Jangan pernah membagikan kode OTP ke siapapun
- Segera hubungi operator jika nomor tiba-tiba tidak aktif

Di tengah meningkatnya aktivitas digital, kewaspadaan terhadap kejahatan siber menjadi hal yang sangat penting.
Mengenali tanda-tanda SIM Swap ini membantu masyarakat mencegah pencurian data maupun kehilangan dana akibat aksi para pelaku kejahatan digital.***
Share this article
SIM Swap adalah kejahatan siber di mana pelaku mengambil alih nomor seluler, mengaktifkan SIM baru atas nama kamu, dan mengakses akun perbankan.