AYOJAKARTA.COM - Sempat viral di media sosial, video dari tembok setinggi 5,3 meter dan sepanjang 64 meter itu roboh dan menimpa pagar serta ruang piket SMPN 182 Jakarta.
Kekinian, proses penanganan tembok roboh yang berlokasi di Jalan Kalibata Timur I, Kelurahan Kalibata, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, terus dilakukan dan sudah mencapai progres 80 persen.
Sebagai informasi, sebelum akhirnya tembok roboh pada Minggu, 15 Februari 2026, pihak SMPN 182 Jakarta diketahui sudah melayangkan surat kepada pemilik rumah terkait kondisi tembok yang miring.
Baca Juga: Catat Ya! 69 Fasilitas Musala di 14 Koridor TransJakarta, Ibadah di Ramadhan Tetap Lancar
"Surat tersebut juga diketahui oleh lurah setempat. Pemilik rumah berjanji akan memperbaikinya setelah perayaan Imlek. Namun, tembok terlanjur roboh terlebih dahulu," ujar Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Selatan, Sarwoko, pada Kamis, 19 Februari 2026.
Pemilik rumah dikethaui akan bertanggung jawab untuk memperbaiki bangunan khususnya bagian SMPN 182 Jakarta.
Berdasarkan keterangan pemilik, proses pembersihan puing dan pekerjaan lainnya ditargetkan rampung sebelum peserta didik kembali masuk sekolah pada 23 Februari mendatang.
Baca Juga: Jantung Berdebar saat Tidur? Ini Cara Mengatasi Panik Malam Hari Akibat Menopause
"Senin depan, kegiatan belajar mengajar pascalibur Imlek dan awal Ramadan kami pastikan berjalan lancar seperti biasa," ungkapnya.
Proses pembersihan puing reruntuhan ini diketahui dibantu oleh 20 personel gabungan dari Pasukan Oranye dan Pasukan Biru setiap hari secara bergantian.
"Ada dua alat berat yang membantu pengerukan puing, satu milik SDA dan satu lagi disewa oleh pemilik rumah," bebernya.***
Share this article
Sempat viral di media sosial, video dari tembok setinggi 5,3 meter dan sepanjang 64 meter itu roboh dan menimpa pagar serta ruang piket SMPN 182 Jakarta.