AYOJAKARTA.COM – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi sorotan publik usai merilis video di kanal YouTube Wakil Presiden.
Dalam video yang tayang pada Sabtu (19/4/2025) tersebut, Gibran membahas secara serius soal bonus demografi yang akan dialami Indonesia pada periode 2030 hingga 2045.
Dalam pernyataannya, ia menekankan bahwa Indonesia tengah berada di titik krusial, di mana berbagai tantangan global seperti perang dagang, ketegangan geopolitik, dan perubahan iklim semakin nyata.
Menurutnya, situasi global yang tidak menentu harus dijawab dengan kesiapan dalam negeri yang matang dan adaptif.
“Teman-teman, memang tantangan itu besar. Tapi yakinlah, peluang kita jauh lebih besar dari itu,” ujar Gibran dalam video berdurasi sekitar 6 menit tersebut.
Putra sulung Presiden Joko Widodo itu menjelaskan bahwa lebih dari separuh populasi Indonesia atau sekitar 208 juta penduduk akan berada dalam usia produktif di tahun 2030–2045.
Hal ini disebutnya sebagai “kesempatan sekali seumur hidup” dalam sejarah bangsa.
“Ini adalah peluang besar yang tidak akan datang dua kali. Indonesia memiliki modal luar biasa yang bisa mendorong kemajuan jika dikelola dengan baik,” kata Wapres RI itu.
Lebih lanjut, Gibran mengajak generasi muda Indonesia untuk tidak lengah menghadapi era kompetitif saat ini.
Ia mendorong anak muda agar bermimpi besar, berani berinovasi, serta mampu beradaptasi dalam menghadapi perubahan cepat.
“Yang menentukan di era ini bukan siapa yang paling kuat, tapi siapa yang paling cepat belajar dan memanfaatkan peluang,” tambahnya.
Namun, video tersebut rupanya mengundang tanggapan dari Ketua DPP PDI Perjuangan, Deddy Sitorus seperti dikutip ayojakarta.com dari berbagai sumber.
Dalam pernyataannya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, pada Senin (21/4/2025), Deddy mengkritisi langkah Gibran yang menurutnya terlalu sering membuat konten video.
“Kalau menurut saya, jangan terlalu sering bikin video lah ya. Lebih baik fokus kerja saja,” ucap Deddy kepada awak media.
Politikus PDI itu juga menyindir dengan menyebut nama Dedi Mulyadi, meski tidak menjelaskan lebih jauh konteks penyebutan tersebut.
“Video terus, nanti bisa-bisa kayak Pak Dedi Mulyadi, nggak habis-habis,” katanya dengan nada sinis.
Komentar Deddy Sitorus ini menambah panjang daftar kritik yang diarahkan pada Gibran sejak menjabat sebagai Wakil Presiden.
Beberapa pihak menilai gaya komunikasi Gibran yang banyak menggunakan platform digital belum sepenuhnya sejalan dengan ekspektasi publik terhadap kerja nyata di lapangan.***

Share this article
video wapres Gibran soal bonus demografi rupanya mengundang tanggapan dari Ketua DPP PDI Perjuangan, Deddy Sitorus yang mengkritik...