AYOJAKARTA.COM -- Di tengah carut-marut berbagai persoalan yang mendera bangsa Indonesia, kabar penemuan makam Nabi Dzulkifli AS kini tengah mengejutkan jagat maya.
Memiliki nama asli Bashar, Nabi Dzulkifli AS merupakan putra Nabi Ayub AS serta Siti Rahmah yang dikenal karena kesabarannya sebagai Raja Bijaksana.
Dalam banyak riwayat disebutkan, Bashar muda memperoleh gelar sebagai Dzulkifli AS atau Mampu atau Capable setelah berhasil memenuhi amanat dari Raja sebelumnya.
Baca Juga: Memang Boleh Menanam Tanaman di Atas Makam? Begini Hukumnya
Selain berarti Mampu, sejumlah ulama juga bersepakat makna lain dari Dzulkifli adalah Berlimpah Ganjaran atau Berlapis Kemuliaan.
Hidup tanpa memiliki keturunan, seorang Penguasa Adil dan Terhormat di negeri Syam bersedia memberikan tahta kepada siapapun yang memenuhi kriteria.
Adapun kriteria khusus yang diberikan Raja kepada rakyat yang ingin menggantikan jabatannya adalah berpuasa di siang hari, beribadah di malam hari dan sabar tanpa marah.
Dari sedemikian banyaknya rakyat di negeri Syam kala itu, tidak seorangpun yang bersedia menanggung persyaratan dari Raja kecuali Bashar.
Setelah melalui beragam proses dan bimbingan dari Sang Raja, Bashar muda kemudian dinobatkan sebagai penggantinya dengan memberikan gelar Dzulkifli.
Adapun sosok Raja yang dikenal sebagai Penguasa Adil dan Terhormat di negeri Syams kala itu adalah Nabi Ilyas AS.
Nama Dzulkifli sendiri disebut dua kali dalam Al Quran, yakni di dalam Surat Shad ayat ke 48 dan Surat Anbiya ayat ke 85 yang melukiskan tentang kebaikan dan kesabarannya.
Sejalan dengan pergeseran waktu, nama Nabi Dzulkifli pada awal April lalu mulai membuat gempar warganet di sejumlah platform media.
Bermula dari restorasi sejumlah pekerja di bagian utara Provinsi Hebei, Tiongkok usai terjadi peristiwa Tembok Cina runtuh; nama Nabi Dzulkifli mulai menyita perhatian.
Tim restorasi tanpa sengaja menemukan struktur bawah tanah yang berisi dengan sekat-sekat ruangan, perkamen serta batu nisan bahasa Arab Kuno dan Ibrani.
Dari hasil temuan tim restorasi, diperoleh informasi yang menyebut ruangan bawah tanah tersebut diduga merupakan makam seorang Pembesar di tahun keenam Sebelum Masehi.
Baca Juga: Amalan Jelang Isra Miraj, Raih Banyak Pahala dengan Perbanyak Dzikir yang Diajarkan Nabi Ibrahim!
Berdasarkan potongan ayat Al-Quran, perkamen dan ukiran di dinding batu ditengarai makam tersebut merupakan tempat peristirahatan Nabi Dzulkifli.
Namun demikian, tidak sedikit pula para Arkeolog yang berpendapat bahwa bangunan tersebut merupakan makam Sayyid Ajjal Shams Al Din Omar.
Menurut catatan sejarah, Sayyid Ajjal Shams Al Din Omar merupakan salah satu Gubernur di Provinsi Yunan yang hidup selama Dinasti Yuan dan wafat pada sekitar tahun 1279.***

Share this article
Kabar penemuan makam Nabi Dzulkifli AS kini tengah mengejutkan jagat maya. Seperti apa faktanya? Cek di sini ya.