AYOJAKARTA.COM - Cireng alias aci digoreng adalah cemilan khas Sunda.
Kudapan ini juga merupakan salah satu jajanan khas Jawa Barat yang paling populer.
Cireng atau aci digoreng ialah makanan yang terbuat dari tepung tapioka dan digoreng untuk menciptakan rasa yang renyah dan lembut di dalam.
Makanan cireng ini mulai dikenal sejak tahun 70an dan menjadi begitu populer pada tahun 80an di mana cireng dijual sebagai jajanan kaki lima.
Banyak yang menyukai cireng karena teksturnya yang unik yakni garing di luar dan kenyal di bagian dalamn dengan cita rasa yang gurih.
Meski populer sejak era 80an, tapi tidak diketahui secara pasti siapa pembuat cireng pertama kali.
Pada tahun itu, cireng sudah mulai populer dan disukai banyak orang.
Seiring dengan berjalannya waktu, cireng terus mengalami penyebaran.
Jajanan ini meluas tak hanya di daerah Priangan saja tetapi hampir ke seluruh penjuru Nusantara.
Kini cireng hadir dalam berbagai bentuk dan cita rasa yang beragam bahkan berkembang dengan berbagai varian rasa.
Sajian cireng juga bervariasi dengan tambahan aneka saus.
Bahkan, beberapa orang mencoba meraup untung dengan jual beli cireng frozen atau cireng yang dibekukan dan siap digoreng.
Usut punya usut, sekarang hadir pula cireng sultan.
Hal ini diungkapkan oleh wartawan senior, Aiman Witjaksono.
Selain coklat termahal, kini ada pula cireng termahal.
"Kalau kemarin ada coklat termahal, sekarang ada cireng termahal. Ini saya ada di AEON Pasar Minggu," ucap Aiman dikutip ayojakarta.com dari akun Instagram @aimanwitjaksono pada Minggu (22/1/2023).
Ia juga membandingkan harga cireng tersebut jauh lebih mahal daripada cireng yang dijual abang-abang kaki lima.
"Kalau di abang-abang itu sekitar berapa ya? Mungkin sekitar Rp 2 ribu, Rp 3 ribuan, tapi di sini harganya nyaris Rp 10 ribu," kata Aiman Witjaksono.
Selain itu, Aiman juga menjelaskan bahwa cireng sultan tersebut dibeli per pcs.
"Jadi kalau beli enam pcs itu harganya Rp 54.000, beli 12 pcs harganya Rp 100.000," ungkapnya.
"Mahal bangat mbak?" tanya Aiman Witjaksono ke penjual food court cireng tersebut.
Saking penasaran dengan rasanya, Aiman pun mencoba untuk memesan cireng sultan tersebut.
"Enak kan?" tanya Aiman Witjaksono lagi.
"Enak!" jawab penjual cireng.
"Enak ya?" tanya Aiman Witjaksono untuk memastikan rasa cireng tersebut.
"Ini ada di mana aja?"lanjut Aiman Witjaksono.
"Di sini sama di bogor ya?" tanya Aiman lagi
"Iya di Bogor," jawab penjual cireng.
"Cuma dua?" tanya Aiman Witjaksono.
"Iya", jelas penjual lebih lanjut.
"Rupanya cireng sultan," kata Aiman Witjaksono.
Cireng yang dikatakan sultan ini juga mempunyai varian yang cukup menggugah selera.
"Saya coba yang ayam pedas deh," ucap Aiman Witjaksono.
"Ayam pedasnya benar real ayam dan manisnya ada, gurih ada, serta agak wangi," jelas Aiman Witjaksono saat mencicipi cireng sultan tersebut.***

Share this article
Cicipi cireng sultan, Aiman Witjaksono kaget dengan harganya yang berkali-kali lipat dari yang dijual di kaki lima.