JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Strategi promosi dalam bentuk subsidi pasar masih kerap dilakukan di tengah menggeliatnya bisnis startup. Terlebih, metode tersebut dinilai rentan terhadap kerugian.
CEO Mandiri Capital, Eddie Danusaputra mengaku pernah menanamkan modal ke-13 lebih perusahaan rintisan (startup). Namun tak semuanya cocok.
"Ini bukan curcol, kita sudah invest ke-13 startup, kita pernah ditolak juga, kita pernah internship ke sebuah startup enggak cocok. Karena valuasinya tidak ketemu, akhirnya batal," ujarnya dalam acara IDC di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Kamis (28/11/2019).
Paling penting, kata Eddie, dalam menjalankan bisnis rintisan adalah realistis. Maka itu, dirinya mengaku tak ingin berspekulasi dengan penanaman modal besar-besaran untuk pengembangan bisnis
"Bukan industri startup-nya yang bubble, tapi valuasinya, sudah dalam beberapa kasus atau banyak kasus sudah tidak masuk akal," ucapnya.
Menurutnya, yang tidak sustainable adalah meningkatkan valuasi dengan startegi 'bakar uang'. Sehingga valuasi harus hati-hati, sebab startegi 'bakar uang' tak bisa terus menerus dilakukan.
"Yang memang tidak suitainable adalah valuasi dan startegi 'bakar uang'. Jika kamu berpikir satu-satunya strategi hanya 'bakar uang' menurut saya tidak sustainable," cetusnya.
Namun metode 'bakar uang' juga memiliki sisi positif. Semisal We Work yang telah menyandang predikat Decacorn dengan nilai valuasi lebih dari US$ 10 miliar itu telah banyak membuka co working space yang bisa dinikmati masyarakat.
"Kita memang invest ke startup, kita tanya kapan profitnya. Kita ingin lihat di antara tahun ketiga, tahun kelima itu sudah mulai ada past to profit ability, kalau kelamaan kita exit," tandas Eddie.
Share this article
Strategi promosi dalam bentuk subsidi pasar masih kerap dilakukan di tengah menggeliatnya bisnis startup. Terlebih, metode tersebut dinilai rentan terhadap kerugian. CEO Mandiri Capital, Eddie Danusaputra mengaku pernah menanamkan modal ke-13 lebih perusahaan rintisan (startup). Namun tak semuanya cocok. "Ini bukan curcol, kita sudah invest ke-13 startup, kita pernah ditolak juga, kita pernah internship ke sebuah startup enggak cocok. Karena valuasinya tidak ketemu, akhirnya batal," ujarnya dalam acara IDC di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Kamis (28/11/2019).