AYOJAKARTA.COM-- PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (Indocement) membukukan total volume penjualan semen dan klinker) sebesar 19.941 ribu ton pada 2025, turun −2,7% dari 2024. Hal ini terutama karena penurunan volume penjualan domestik secara keseluruhan −3,9%, sementara ekspor meningkat +73,9%.
Direktur Utama PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, Christian Kartawijaya mengatakan secara bahwa kinerja bisnis saat ini masih menghadapi tekanan, terutama dari penurunan penjualan semen curah.
"Pasar semen domestik turun −2,2% pada 2025, dipengaruhi oleh pelemahan permintaan semen curah sebesar −8,3% akibat penurunan anggaran Pemerintah untuk infrastruktur di 2025, sementara pasar semen kantong masih tumbuh +0,5%," katanya usai RUPS PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk di Jakarta, Rabu 1 April 2026.
Adapun pendapatan Neto 2025 Perseroan tercatat Rp17.731,2 miliar (turun −4,4%), dengan Beban Pokok Pendapatan Rp11.961,3 miliar (turun −4,2%). Hal ini menghasilkan laba kotor Rp5.769,9 miliar atau margin laba kotor 32,5% terhadap pendapatan bersih.
Baca Juga: Gempa 7,6M Guncang Sulawesi Utara dan Maluku Utara, Kepala BMKG: Merupakan Jenis Gempabumi Dangkal
Beban Usaha menurun −1,1% menjadi Rp3.683,0 miliar, disertai keuntungan divestasi sebesar Rp670,0 miliar dari pembentukan usaha patungan dengan PT Cipta Mortar Utama.
Beban Operasi Lain (Neto) turun 186,7% menjadi minus Rp49,9 miliar, terutama akibat rugi selisih kurs sepanjang tahun.
Secara keseluruhan, margin laba usaha tercatat 15,3% dan margin EBITDA 24,1% pada 2025. Pendapatan Keuangan (Neto) menurun 91,1% menjadi Rp6,7 miliar, didorong pendapatan bunga yang lebih tinggi seiring saldo kas yang lebih besar pada 2025.
Bagian atas Laba Neto Entitas Asosiasi (Neto) turun 74,6% menjadi Rp37,0 miliar karena tingginya laba 2024 (terkait penjualan lahan). Beban Pajak Penghasilan (Neto) sebesar Rp487,6 miliar (lebih rendah 7,1%). Pada akhirnya, Laba Tahun Berjalan 2025 mencapai Rp2.248,8 miliar, naik +12,0%.
Baca Juga: Berbagai Upaya Dilakukan Pemprov DKI, Pramono Anung Klaim Volume Sampah Alami Penurunan
Christian menyebut Indocement mencatat posisi kas bersih dengan Kas dan Setara Kas sebesar Rp5,9 triliun per 31 Desember 2025. Secara kinerja dia menyebut kondisi ekonomi memang masih dalam posisi "wait and see" dengan kondisi ketidakpastian geopolitik yang masih menjadi risiko.
Khususnya pada kenaikan biaya energi baik batu bara dan bahan bakar, sehingga disiplin pengendalian biaya dan pemakaian bahan bakar alternatif kembali menjadi kunci bagi produsen semen untuk dapat mempertahankan kinerjanya.
Demikian halnya dampak musim hujan dan juga musim libur Idulfitri terhadap turunnya permintaan semen diharapkan hanya mempengaruhi kinerja pada kuartal I 2026.
"Kami perkirakan mulai kuartal II 2026, faktor musim kering dan peningkatan belanja konstruksi akan dapat mengangkat dan menopang pertumbuhan volume permintaan semen," paparnya.
Baca Juga: Kenapa WFH Sehari dalam Sepekan untuk ASN Dipilih Hari Jumat?
Sebagai informasi, Indocement adalah salah satu produsen semen terbesar di Indonesia yang memproduksi Semen Tiga Roda, Semen Rajawali, Mortar Tiga Roda, dan Semen Grobogan.
Saat ini Indocement dan entitas anaknya bergerak dalam beberapa bidang usaha yang meliputi pabrikasi dan penjualan semen (sebagai usaha inti) dan beton siap-pakai, serta tambang agregat dan trass, dengan jumlah karyawan sekitar 4.100 orang.
Indocement mengoperasikan 14 pabrik milik sendiri serta dua pabrik dan satu grinding mill dengan sistem sewa dengan total kapasitas produksi tahunan sebesar 33,5 juta ton semen.
Sepuluh pabrik berlokasi di Kompleks Pabrik Citeureup, Bogor, Jawa Barat; dua pabrik di Kompleks Pabrik Cirebon, Cirebon, Jawa Barat; dan satu pabrik di Kompleks Pabrik Tarjun, Kotabaru, Kalimantan Selatan; satu pabrik di Grobogan, Jawa Tengah; dua pabrik di Maros, Sulawesi Selatan, dan satu grinding mill di Banyuwangi, Jawa Timur.
Pada 2022, Indocement telah mengoperasikan Pabrik Maros setelah menandatangani Perjanjian Sewa Pakai Aset dengan PT Semen Bosowa Maros dan PT Bosowa Corporindo.
Perjanjian sewa pakai operasi Pabrik dan Kuari Maros dengan Semen Bosowa diperpanjang dua tahun mulai September 2025. "Indocement juga mengakuisisi dua terminal semen milik Semen Bosowa yaitu Terminal Siawung (Sulawesi Selatan) pada Agustus 2025 dan Terminal Lombok pada November 2025," ungkapnya.
Entitas anak Indocement, PT Pionirbeton Industri, menjalin kemitraan dengan PT Cipta Mortar Utama pada Desember 2025 untuk membentuk usaha patungan (joint venture) di bisnis produksi dan pemasaran produk mortar.
Share this article
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (Indocement) membukukan total volume penjualan semen dan klinker) sebesar 19.941 ribu ton pada 2025, turun −2,7% dari 2024.