AYOJAKARTA.COM-- PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (Indocement) terus mendorong produksi semen ramah lingkungan.
Direktur Utama PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, Christian Kartawijaya menjelaskan bahwa pemakaian bahan bakar alternatif meningkat signifikan dari 21,4% (2024) menjadi 29,0% (2025).
Demikian halnya, Emisi CO₂ Cakupan (Scope) 1 berhasil diturunkan dari 533 kg CO₂/ton ekuivalen semen menjadi 512 kg CO₂/ton ekuivalen semen.
Baca Juga: Volume Penjualan Indocement Tembus 19.941 Ribu Ton Tahun 2025
"Upaya ini dilakukan melalui penggunaan panel surya di pabrik Citeureup, pemanfaatan energi biomassa, serta pengolahan limbah industri menjadi bahan bakar alternatif," ungkap Christian di Jakarta, Rabu 1 April 2026.
Demikian halnya fasilitas pengumpan biomassa (biomass feeding) di Kompleks Pabrik Grobogan berkapasitas 40 tph mulai beroperasi pada Agustus 2025. Produksi semen dengan berbahan bakar alternatif ini turut mendukung upaya pengurangan emisi karbon.
Sementara itu, Direktur dan Sekretaris Perusahaan Antonius Marcos menjelaskan bahwa perusahaan juga terus memperkuat penggunaan bahan bakar alternatif, termasuk pengolahan limbah menjadi RDF (Refuse Derived Fuel).
Baca Juga: Berbagai Upaya Dilakukan Pemprov DKI, Pramono Anung Klaim Volume Sampah Alami Penurunan
Fasilitas di Bantar Gebang saat ini sudah beroperasi penuh, dan perusahaan sedang menjajaki kerja sama serupa dengan sejumlah daerah seperti Kuningan, Bekasi, Magelang, Maros, Tanah Bumbu, dan Paser.
"Dengan strategi efisiensi, peningkatan ekspor, serta pengembangan energi ramah lingkungan, manajemen Indocement berharap kinerja perusahaan dapat kembali membaik seiring dengan pemulihan pasar pada 2026," jelas dia.
Sebagai informasi, Indocement adalah salah satu produsen semen terbesar di Indonesia yang memproduksi Semen Tiga Roda, Semen Rajawali, Mortar Tiga Roda, dan Semen Grobogan.
Saat ini Indocement dan entitas anaknya bergerak dalam beberapa bidang usaha yang meliputi pabrikasi dan penjualan semen (sebagai usaha inti) dan beton siap-pakai, serta tambang agregat dan trass, dengan jumlah karyawan sekitar 4.100 orang.
Indocement mengoperasikan 14 pabrik milik sendiri serta dua pabrik dan satu grinding mill dengan sistem sewa dengan total kapasitas produksi tahunan sebesar 33,5 juta ton semen.
Sepuluh pabrik berlokasi di Kompleks Pabrik Citeureup, Bogor, Jawa Barat; dua pabrik di Kompleks Pabrik Cirebon, Cirebon, Jawa Barat; dan satu pabrik di Kompleks Pabrik Tarjun, Kotabaru, Kalimantan Selatan; satu pabrik di Grobogan, Jawa Tengah; dua pabrik di Maros, Sulawesi Selatan, dan satu grinding mill di Banyuwangi, Jawa Timur.
Pada 2022, Indocement telah mengoperasikan Pabrik Maros setelah menandatangani Perjanjian Sewa Pakai Aset dengan PT Semen Bosowa Maros dan PT Bosowa Corporindo.
Share this article
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (Indocement) terus mendorong produksi semen ramah lingkungan.