Swasembada Energi Sulit Dicapai, Produksi Migas Bisa Anjlok ke 580.000 Barel Per Hari

Ilustrasi :  Industri hulu minyak dan gas bumi memiliki peran penting dalam merealisasikan target swasembada energi yang tertuang dalam Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo. (Foto: Dok PHE)
Ilustrasi : Industri hulu minyak dan gas bumi memiliki peran penting dalam merealisasikan target swasembada energi yang tertuang dalam Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo. (Foto: Dok PHE)

AYOJAKARTA.COM-- Industri hulu minyak dan gas bumi memiliki peran penting dalam merealisasikan target swasembada energi yang tertuang dalam Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo. Sampai dengan tahun 2025, porsi migas dalam bauran energi nasional masih lebih dari 50%.

Di tengah peran pentingnya terhadap bauran energi nasional tersebut, industri migas nasional harus menghadapi sejumlah tantangan. Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro mengungkapkan, saat ini, realisasi produksi minyak bumi nasional berada di kisaran 580.000 BOPD.

Menurut dia, angka tersebut masih jauh dari target swasembada energi nasional yang menargetkan kapasitas produksi 1 juta BOPD minyak dan 12.000 MMSCFD gas pada dekade mendatang. Dimana lapangan hulu migas eksisting Indonesia tercatat mengalami penurunan produksi alamiah yang sangat agresif.

“Data SKK Migas mencatat decline rate minyak nasional periode 2020–2025 berkisar antara 13,4% hingga 30,2% per tahun (rata-rata 22,3% per tahun). Sedangkan untuk gas, decline rate berkisar antara 5,2% hingga 15,8% per tahun (rata-rata 12,0% per tahun),” kata Komaidi dalam keterangan tertulis, Selasa 28 Juli 2026.

Berdasarkan skenario Long Term Plan (LTP) SKK Migas, jika tidak terdapat penambahan aktivitas eksplorasi yang signifikan (Low Case), proyeksi lifting minyak nasional pada tahun 2030 diperkirakan stagnan dan terkunci di kisaran 580.000–590.000 BOPD.

Jika eksplorasi stagnan, defisit antara konsumsi dan produksi minyak nasional pada tahun 2030 diproyeksikan mencapai 1,03 juta BOPD (skenario LTP High), 1,24 juta BOPD (LTP Mid), hingga 1,35 juta BOPD (LTP Low).

Kondisi tersebut akan memaksa pengeluaran devisa impor minyak secara kumulatif periode 2026–2030 (asumsi harga US$90/barel) hingga mencapai US$181,3 miliar (±Rp3.043 triliun) pada skenario terbaik, atau akan meningkat hingga US$217,9 miliar (±Rp3.656 triliun) pada skenario terburuk.

Indonesia memiliki total 128 cekungan migas, di mana sekitar 68 cekungan di antaranya belum dieksplorasi secara memadai. Meskipun demikian, tren prospektivitas bergerak positif sepanjang 2022–2026 dengan penemuan skala besar (giant/big fish), seperti Blok Andaman II (Timpan-1 sebesar ±2 TCF gas), Kutai/Ganal (Geng North-1 sebesar ±5 TCF gas + 400 juta barel kondensat), South Andaman (Layaran-1 sebesar ±6–6,5 TCF gas-in-place dan Tangkulo-1 sebesar ±2 TCF gas), Muara Bakau (Konta-1 sebesar ±600 Bcf–1 TCF gas), serta Blok Ganal (Geliga-1 pada April 2026 sebesar ±5 TCF gas dan 300 juta barel kondensat).

Komaidi menjelaskan, realisasi pengeboran sumur eksplorasi nasional periode 2021–2026 dilaporkan berada di bawah target tahunan akibat kendala operasional: tahun 2021 terealisasi 28 dari target 41 sumur (68,3%); tahun 2022 terealisasi 31 dari target 42 sumur (73,8%); tahun 2023 terealisasi 41 dari target 57 sumur (71,9%); tahun 2024 terealisasi 39 dari target 50 sumur (78,0%); tahun 2025 terealisasi 24 dari target 46 sumur (52,2%) per Oktober; dan per 31 Mei 2026 baru terealisasi 5 dari target 39 sumur (12,8%).

Kualitas teknis hulu Indonesia pada dasarnya relatif kompetitif dengan rasio keberhasilan geologis (geological success ratio) nasional tahun 2020–2024 bergerak di kisaran 52–74% (rata-rata sederhana 63,2%) yang menghasilkan akumulasi 3.984,81 MMBOE P50 post-drill dari 144 sumur.

Berdasarkan laporan IHS Markit per April 2026, indikator Activity & Success Indonesia di Asia Pasifik menempati peringkat ke-4 dari 15 negara dengan skor yang naik dari 5,00 (2020) menjadi 6,03 (2026).

Terkait eksplorasi migas, Pertamina melalui sub-holding hulu (PHE) memegang peran krusial sebagai pelaku utama hulu migas domestik dengan berkontribusi memasok sekitar 55–56% produksi minyak nasional serta 29–30% lifting gas nasional (rata-rata periode 2025–2026).

Dalam konteks ini, decline rate minyak dari lapangan eksisting Pertamina Group kurang lebih sebesar 21–22% per tahun. Dampaknya, tanpa adanya eksplorasi baru dan EOR, produksi PHE diproyeksikan menurun dari kisaran 579.000 BOPD (2024) menjadi 300.000–350.000 BOPD (2030), dan bisa lebih rendah dari 160.000 BOPD pada 2035 (penurunan >70% dalam 11 tahun).

Jika eksplorasi, EOR, dan transformasi sumber daya berhasil diakselerasi penuh, total produksi Pertamina berpotensi meningkat hingga 850.000–950.000 BOPD (2030) dan mencapai 1.345 ribu BOPD (2035).

Di sisi lain, penambahan minimal 12 struktur eksplorasi minyak (dari skenario Base Case 215 struktur menjadi High Case 227 struktur) akan menjadi penentu utama produksi nasional untuk menembus puncak 1.140 ribu BBL/D guna mencapai swasembada.

Untuk gas bumi, akselerasi eksplorasi diproyeksikan mampu mendongkrak lifting gas nasional dari 5.354 MMSCFD (2023) menuju puncak 14.244 MMSCFD pada 2035. Data dan informasi yang ada, kata Komaidi menegaskan bahwa eksplorasi migas memiliki peran penting dan akan menjadi kunci utama dalam pencapaian target swasembada energi nasional.

Mengingat Pertamina memiliki kontribusi signifikan dalam produksi migas nasional, ReforMiner menilai bahwa keberhasilan dalam meningkatkan iklim investasi dan kegiatan eksplorasi migas nasional sebagian besar juga akan ditentukan oleh kinerja operasional dan finansial Pertamina.

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Swasembada energi
# Industri hulu minyak dan gas bumi
# Reforminer
# Gas Bumi
# Lifting

Berita Terkait

News Update

Nasional

Cara Mengajukan Program Bedah Rumah Secara Mandiri, Cek Syarat hingga Besaran Bantuan yang Diberikan

Program ini ditujukan bagi warga yang rumahnya masuk dalam kategori tidak layak huni dan membutuhkan perbaikan.

Bisnis

Swasembada Energi Sulit Dicapai, Produksi Migas Bisa Anjlok ke 580.000 Barel Per Hari

Industri hulu minyak dan gas bumi memiliki peran penting dalam merealisasikan target swasembada energi yang tertuang dalam Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo.

Ekonomi

Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI, Media Asing Wanti-wanti Soal Risiko Kaburnya Investor

Gubernur BI Perry Warjiyo mendadak mundur pada 27 Juli 2026 karena alasan pribadi. Langkah ini memicu spekulasi intervensi politik atas target ekonomi 8% dan memicu kekhawatiran pasar global.

Metropolitan

Upaya Cegah Kebakaran di Musim Kemarau, Pramono Sosialisasi Bersama BPBD hingga Imbau Warga Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur Pramono Anung meminta agar warga ibu kota bisa bersama-sama menjaga Jakarta.

Metropolitan

Kurangi Kerugian Pendapatan Daerah, Dishub DKI Bakal Pasang CCTV AI di Pintu Masuk-Keluar Parkir!

Dishub berencana memasang kamera pengawas (CCTV) berbasis Artificial Intelligence (AI) di pintu masuk dan keluar area parkir guna meminimalisir potensi kebocoran pendapatan.

Metropolitan

Terungkap Alasan Pramono Anung Berencana Terbitkan Obligasi Rp3,5 Triliun, Bukan karena Kekurangan Uang tapi...

Alasan Pramono Anung berencana menerbitkan obligadi daerah pun diungkap oleh Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Yustinus Prastowo.

Nasional

Dedi Mulyadi Tanggapi Kritik Menteri HAM Soal Sayembara Tangkap Begal, Ada 2 Masalah Krusial yang Harus Diselesaikan

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi merespons kritik Menteri HAM Natalius Pigai soal sayembara tangkap begal. KDM tegaskan hak korban kejahatan juga wajib dilindungi dan siap tanggung biaya berobatnya.

Bisnis

Metode Backfill Tailing Jadi Kunci Tambang Bawah Tanah Modern dan Ramah Lingkungan

Metode backfilling mining jadi pilihan PT Dairi Prima Mineral (DPM) sebagai metode penambangan bawah tanah yang mengutamakan keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan.

Pendidikan

Kuota 100 Mahasiswa! Beasiswa LPDP Jakarta di 11 Negara Siap Berjalan Mulai Tahun Depan, Anggaran Capai Rp99,9 Miliar

Saat ini, Pemprov DKI tengah melakukan koordinasi dengan LPDP pusat guna menyusun mekanisme pelaksanaan program beasiswa tersebut.

Nasional

Faktor Apa Saja yang Memicu Penurunan Kepuasan Publik di Era Pemerintahan Prabowo?

Kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo turun ke 51,1% (SMRC, Juli 2026) akibat tekanan ekonomi dan sorotan kebijakan. Pihak Istana menegaskan tetap fokus pada kerja nyata.

Metropolitan

Sempat Disinggung Mendagri soal Rencana Obligasi Daerah Rp3,5 Trilun, Pramono: Pasti Jakarta Bisa Menyelesaikan dengan Baik

Menanggapi Tito Karnavian, Pramono Anung optimistis Pemprov DKI Jakarta mampu merealisasikan rencana penerbitan obligasi daerahtersebut.

Jakarta Barat

PPKD Jakarta Barat Buka Pendaftaran Pelatihan Kerja Batch 3, Siapkan Kuota 210 Peserta untuk 11 Kejuruan!

Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Barat kembali membuka pendaftaran pelatihan kerja reguler batch 3 tahun 2026 secara gratis.

Jakarta Timur

Klaim Jakarta Sudah Aman, Nyaman, dan Tenteram, Pramono Anung Tak Ingin Bentrok di Matraman Dikaitkan dengan Isu SARA

Pramono Anung telah berkoordinasi secara intensif dengan jajaran TNI dan Polri untuk memastikan situasi keamanan di lokasi kejadian tetap terkendali.

Jakarta Pusat

Minta Tak Sangkutkan Bentrok Matraman dengan Isu Etnis, Pramono Anung: Jakarta Sudah Aman dan Tenteram

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mewanti-wanti masyarakat agar tidak menyimpulkan insiden bentrokan antarwarga di kawasan Matraman Dalam, Menteng, Jakarta Pusat, ke ranah isu etnisitas.

Metropolitan

Layanan Open Dining of Jakarta Dibuka per 1 Agustus 2026, Penumpang Bisa Nikmati Wisata Kuliner di Atas Bus, Segini Harga Tiketnya

Layanan ini menawarkan pengalaman berbeda bagi masyarakat dengan menikmati hidangan sambil berkeliling ibu kota menggunakan bus wisata.

Metropolitan

Stasiun MRT Rasa Museum, Begini Tampilan Stasiun Monas Terbaru dengan Progres Pembangunan Mencapai 93,50 Persen

Program pembangunan proyek Stasiun Monas kini sudah mencapai 93,50 persen mencakup area Stasiun Thamrin dan Monas.

Bisnis

Pemerintah Puji Kinerja BRI Salurkan KUR Perumahan guna Sukseskan Program 3 Juta Rumah

Pemerintah apresiasi BRI salurkan KUR Perumahan dan jadi motor utama Program 3 Juta Rumah. Cek kabar lengkap dan dampaknya di sini!

Metropolitan

Penampakan Terbaru Jalur LRT Jakarta Fase 1B Velodrome–Manggarai, Siap Diresmikan Agustus 2026

Berdasarkan perkembangan terbaru, progres pembangunan LRT Jakarta Fase 1B telah mencapai sekitar 95 persen pada pertengahan Juli 2026.

News

Peringatan HUT ke 81 RI Dipusatkan di Jakarta, Mensesneg Bocorkan akan Penuh Kejutan

Terkait konsep acara perayaan HUT ke 81 RI, Mensesneg Prasetyo Hadi mengatakan kini sedang dalam persiapan.

Viral

Sempat Viral Kasus Alphard Terobos Zebra Cross di Bundaran HI, Selain Pelat Palsu Ternyata Nunggak Pajak Sejak 2024!

Kasus mobil Toyota Alphard yang sempat viral karena menerobos zebra cross di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, membuka fakta baru yang mengejutkan.