Terungkap Alasan Pramono Anung Berencana Terbitkan Obligasi Rp3,5 Triliun, Bukan karena Kekurangan Uang tapi...

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (Sumber: beritajakarta.id)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (Sumber: beritajakarta.id)

AYOJAKARTA.COM - Rencana Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menerbitkan obligasi daerah senilai Rp3,5 triliun belakangan ini menjadi sorotan.

Bahkan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian sempat memberikan peringatan.

Alasan Pramono berencana menerbitkan obligadi daerah pun diungkap oleh Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Yustinus Prastowo.

Menurut Prastowo, alasan penerbitan obligadi daerah atau surat utang ini bukan karena kekurangan uang.

"Jakarta tidak membutuhkan obligasi karena kekurangan uang. Jakarta membutuhkan obligasi karena harus mengelola neracanya secara lebih cerdas," kata Prastowo dalam unggahan di akun Instagramnya @prastowoyustinus, yang dikutip Selasa (28/7).

Ia menyampaikan, bahwa tantangan sebuah kota global bukan lagi dalam hal manajemen kas.

Melainkan bagaimana cara mengelola aset, kewajiban, arus kas, dan investasi secara terpadu agar pembangunan dapat berlangsung berkelanjutan.

Pras juga menyebut ruang fiskal Jakarta yang menghadapi tekanan baru.

Dalam beberapa tahun terakhir, struktur pendapatan daerah disebut mengalami perubahan.

Hal tersebut juga dipengaruhi oleh penyesuaian mekanisme transfer dana dari pemerintah pusat kepada daerah yang berdampak pada penerimaan Dana Bagi Hasil (DBH).

Di sisi lain, kebutuhan pembiayaan daerah terus mengalami peningkatan.

Pemerintah daerah tetap harus mengalokasikan anggaran untuk pemeliharaan infrastruktur, peningkatan kualitas layanan publik, penanganan dampak perubahan iklim, serta memenuhi ekspektasi masyarakat yang terus berkembang terhadap pelayanan yang lebih optimal.

"Dalam situasi seperti itu, mengandalkan APBD tahunan sebagai satu-satunya sumber pembiayaan justru membuat pembangunan berjalan lebih lambat daripada kebutuhan kota," tulisnya.

Ia menjelaskan bahwa kondisi fiskal yang kuat bukan berarti menolak berbagai alternatif pendanaan.

Sebaliknya, pemerintah daerah harus mampu menentukan skema pembiayaan yang paling efektif dan sesuai dengan kebutuhan pembangunan.

Dalam konteks tersebut, obligasi daerah dinilai menjadi salah satu instrumen yang memiliki nilai strategis.

Ia mengatakan, penerbitan obligasi daerah tidak dimaksudkan untuk menutupi kekurangan anggaran yang bersifat rutin atau konsumtif.

Instrumen tersebut justru diarahkan untuk mendukung pembiayaan proyek-proyek pembangunan jangka panjang yang manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat hingga bertahun-tahun ke depan.

Sejumlah proyek yang dapat dibiayai melalui skema tersebut antara lain seperti pembangunan transportasi massal seperti MRT, penyediaan jaringan air bersih, pengendalian banjir, pembangunan rumah sakit dan sekolah, fasilitas pengelolaan sampah modern, hingga pengembangan sistem pemerintahan berbasis digital.

"Sangat tidak efisien apabila seluruh biaya investasi tersebut dibebankan kepada APBD dalam satu atau dua tahun anggaran. Ibarat rumah tangga yang berkantong terbatas punya mimpi memiliki rumah idaman. Tetap menjaga periuk nasi dan mengambil program KPR adalah dua hal yang dapat dilakukan sekaligus," ungkapnya.

Prinsip yang lazim digunakan dalam keuangan modern saat ini, kata Pras, adalah matching principle, yaitu pembiayaan mengikuti umur ekonomis aset.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# obligasi daerah
# Pramono Anung

Berita Terkait

News Update

Metropolitan

Kurangi Kerugian Pendapatan Daerah, Dishub DKI Bakal Pasang CCTV AI di Pintu Masuk-Keluar Parkir!

Dishub berencana memasang kamera pengawas (CCTV) berbasis Artificial Intelligence (AI) di pintu masuk dan keluar area parkir guna meminimalisir potensi kebocoran pendapatan.

Metropolitan

Terungkap Alasan Pramono Anung Berencana Terbitkan Obligasi Rp3,5 Triliun, Bukan karena Kekurangan Uang tapi...

Alasan Pramono Anung berencana menerbitkan obligadi daerah pun diungkap oleh Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Yustinus Prastowo.

Nasional

Dedi Mulyadi Tanggapi Kritik Menteri HAM Soal Sayembara Tangkap Begal, Ada 2 Masalah Krusial yang Harus Diselesaikan

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi merespons kritik Menteri HAM Natalius Pigai soal sayembara tangkap begal. KDM tegaskan hak korban kejahatan juga wajib dilindungi dan siap tanggung biaya berobatnya.

Bisnis

Metode Backfill Tailing Jadi Kunci Tambang Bawah Tanah Modern dan Ramah Lingkungan

Metode backfilling mining jadi pilihan PT Dairi Prima Mineral (DPM) sebagai metode penambangan bawah tanah yang mengutamakan keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan.

Pendidikan

Kuota 100 Mahasiswa! Beasiswa LPDP Jakarta di 11 Negara Siap Berjalan Mulai Tahun Depan, Anggaran Capai Rp99,9 Miliar

Saat ini, Pemprov DKI tengah melakukan koordinasi dengan LPDP pusat guna menyusun mekanisme pelaksanaan program beasiswa tersebut.

Nasional

Faktor Apa Saja yang Memicu Penurunan Kepuasan Publik di Era Pemerintahan Prabowo?

Kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo turun ke 51,1% (SMRC, Juli 2026) akibat tekanan ekonomi dan sorotan kebijakan. Pihak Istana menegaskan tetap fokus pada kerja nyata.

Metropolitan

Sempat Disinggung Mendagri soal Rencana Obligasi Daerah Rp3,5 Trilun, Pramono: Pasti Jakarta Bisa Menyelesaikan dengan Baik

Menanggapi Tito Karnavian, Pramono Anung optimistis Pemprov DKI Jakarta mampu merealisasikan rencana penerbitan obligasi daerahtersebut.

Jakarta Barat

PPKD Jakarta Barat Buka Pendaftaran Pelatihan Kerja Batch 3, Siapkan Kuota 210 Peserta untuk 11 Kejuruan!

Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Barat kembali membuka pendaftaran pelatihan kerja reguler batch 3 tahun 2026 secara gratis.

Jakarta Timur

Klaim Jakarta Sudah Aman, Nyaman, dan Tenteram, Pramono Anung Tak Ingin Bentrok di Matraman Dikaitkan dengan Isu SARA

Pramono Anung telah berkoordinasi secara intensif dengan jajaran TNI dan Polri untuk memastikan situasi keamanan di lokasi kejadian tetap terkendali.

Jakarta Pusat

Minta Tak Sangkutkan Bentrok Matraman dengan Isu Etnis, Pramono Anung: Jakarta Sudah Aman dan Tenteram

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mewanti-wanti masyarakat agar tidak menyimpulkan insiden bentrokan antarwarga di kawasan Matraman Dalam, Menteng, Jakarta Pusat, ke ranah isu etnisitas.

Metropolitan

Layanan Open Dining of Jakarta Dibuka per 1 Agustus 2026, Penumpang Bisa Nikmati Wisata Kuliner di Atas Bus, Segini Harga Tiketnya

Layanan ini menawarkan pengalaman berbeda bagi masyarakat dengan menikmati hidangan sambil berkeliling ibu kota menggunakan bus wisata.

Metropolitan

Stasiun MRT Rasa Museum, Begini Tampilan Stasiun Monas Terbaru dengan Progres Pembangunan Mencapai 93,50 Persen

Program pembangunan proyek Stasiun Monas kini sudah mencapai 93,50 persen mencakup area Stasiun Thamrin dan Monas.

Bisnis

Pemerintah Puji Kinerja BRI Salurkan KUR Perumahan guna Sukseskan Program 3 Juta Rumah

Pemerintah apresiasi BRI salurkan KUR Perumahan dan jadi motor utama Program 3 Juta Rumah. Cek kabar lengkap dan dampaknya di sini!

Metropolitan

Penampakan Terbaru Jalur LRT Jakarta Fase 1B Velodrome–Manggarai, Siap Diresmikan Agustus 2026

Berdasarkan perkembangan terbaru, progres pembangunan LRT Jakarta Fase 1B telah mencapai sekitar 95 persen pada pertengahan Juli 2026.

News

Peringatan HUT ke 81 RI Dipusatkan di Jakarta, Mensesneg Bocorkan akan Penuh Kejutan

Terkait konsep acara perayaan HUT ke 81 RI, Mensesneg Prasetyo Hadi mengatakan kini sedang dalam persiapan.

Viral

Sempat Viral Kasus Alphard Terobos Zebra Cross di Bundaran HI, Selain Pelat Palsu Ternyata Nunggak Pajak Sejak 2024!

Kasus mobil Toyota Alphard yang sempat viral karena menerobos zebra cross di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, membuka fakta baru yang mengejutkan.

Metropolitan

Kantongi Rp220 Juta dari Konten Hoax! Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Buzzer Sudah Beraksi Sejak 2024

Jajaran Polda Metro Jaya berhasil membongkar sindikat buzzer yang memproduksi konten berita bohong atau hoax di media sosial.

Nasional

Lembaga Survei Kompak Catat Tren Penurunan Kepuasan Publik ke Prabowo, Ini Analisisnya

Hasil survei SMRC Juli 2026 catat kepuasan publik ke Prabowo turun ke 51,1% akibat sentimen ekonomi. Fenomena serupa tercatat di lembaga lain, meski Istana tegaskan fokus kerja nyata.

Metropolitan

Mulai Pekan Depan, BGN Siapkan Sistem Digital Orang Tua Bisa Pantau Menu dan Gizi Anak!

Mulai pekan depan, para orang tua siswa dijanjikan dapat memantau langsung menu hingga kandungan gizi makanan anak-anak mereka melalui sistem digital.

Pendidikan

Akan Ada Penyesuaian Kuota, Pramono Anung Ungkap Biaya Satu Penerima LPDP Jakarta Capai Rp2 Miliar!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, blak-blakan terkait rincian biaya yang dibutuhkan untuk program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) versi Jakarta.