Dedi Mulyadi Tanggapi Kritik Menteri HAM Soal Sayembara Tangkap Begal, Ada 2 Masalah Krusial yang Harus Diselesaikan

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (Sumber: YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL)
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (Sumber: YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL)
Poin Penting
  • Sayembara tangkap begal berhadiah Rp5-50 juta dari Dedi Mulyadi dikritik Menteri HAM karena pemicu vigilantisme.

  • KDM hargai kritik tersebut, namun tegaskan perlindungan HAM juga harus fokus pada hak serta rasa aman korban.

  • Pemprov Jabar akan hadir menanggung biaya berobat korban kejahatan dan kendala biaya pengobatan pelaku terluka.

AYOJAKARTA.COM - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan tanggapan terkait kritik dari Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai.

Kritik tersebut muncul setelah Dedi Mulyadi mengumumkan sayembara berhadiah uang untuk menangkap pelaku kejahatan jalanan.

Dedi menjanjikan hadiah mulai dari Rp5 juta hingga Rp50 juta bagi warga yang berhasil melumpuhkan begal, perampok, atau maling.

Hadiah ini diberikan dengan syarat pelaku diserahkan kepada pihak kepolisian dalam keadaan hidup.

Namun, kebijakan ini memicu kekhawatiran dari pemerintah pusat. Menteri HAM Natalius Pigai dan Menko Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra memberikan peringatan keras.

"Saya sudah ingatkan soal vigilantisme, kita juga akan menyaksikan banyak peristiwa seperti ini karena diperbolehkan oleh para pejabat, bahkan sampai bikin sayembara," kata Natalius Pigai.

Mereka menilai sayembara tersebut berpotensi mendorong tindakan main hakim sendiri atau vigilantisme di tengah masyarakat.

Yusril Ihza khawatir orang yang bukan begal justru menjadi korban salah sasaran karena iming-iming hadiah uang tersebut.

Menanggapi hal itu, Dedi Mulyadi menyatakan sangat menghargai kritik tersebut sebagai pengingat agar tidak ada pelanggaran HAM dalam menindak pelaku.

Ia juga berterima kasih kepada Natalius Pigai yang selama ini telah banyak membantunya dalam berbagai isu HAM di Jawa Barat.

Meski demikian, Dedi menekankan bahwa perlindungan HAM tidak boleh hanya fokus pada pelaku, tetapi juga harus memperhatikan hak para korban kejahatan.

"Ada dua hal yang perlu saya sampaikan, yang pertama orang yang menjadi korban kejahatan ada pelanggaran HAM pada dirinya. Dia kehilangan keamanannya, dia kehilangan perlindungan dari negara, dia kehilangan harta kekayaannya," ujar pria yang akrab disapa KDM tersebut melalui akun Instagramnya, Selasa 28, Juli 2026.

"Bahkan banyak yang kehilangan nyawanya. Dan yang paling miris adalah korban kejahatan ketika masuk ke rumah sakit, BPJS tidak bisa mengklaim biaya berobat. Tetapi di provinsi Jawa Barat, semua korban kejahatan dijamin oleh Pemerintah Provinsi," sambungnya lagi.

Menurut Dedi Mulyadi, ada dua masalah krusial yang selama ini luput dari perhatian dan harus segera diselesaikan.

Masalah pertama berkaitan dengan hak asasi para korban kejahatan. Korban sering kehilangan rasa aman, harta benda, hingga nyawa.

Masalah kedua berkaitan dengan kendala finansial yang dihadapi aparat penegak hukum di lapangan.

Seringkali pelaku kejahatan terluka akibat tindakan tegas aparat saat proses penangkapan.

Namun, aparat kerap tidak memiliki anggaran yang cukup untuk membiayai pengobatan pelaku di rumah sakit.

"Dan saya juga mengalah membantu membiayai pelaku kejahatan. Untuk itu, pemerintah Provinsi Jawa Barat akan hadir dan menyelesaikan kedua masalah tersebut," pungkasnya.

Dedi menyatakan bahwa pemerintah provinsi akan hadir untuk membantu menanggung biaya tersebut agar tugas aparat tidak terhambat.

Dengan menyelesaikan kedua masalah ini, Dedi berharap keamanan di Jawa Barat semakin terjaga dan hak-hak warga terlindungi secara adil.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Yusril Ihza
# Natalius Pigai
# Dedi Mulyadi

Berita Terkait

News Update

Metropolitan

Kurangi Kerugian Pendapatan Daerah, Dishub DKI Bakal Pasang CCTV AI di Pintu Masuk-Keluar Parkir!

Dishub berencana memasang kamera pengawas (CCTV) berbasis Artificial Intelligence (AI) di pintu masuk dan keluar area parkir guna meminimalisir potensi kebocoran pendapatan.

Metropolitan

Terungkap Alasan Pramono Anung Berencana Terbitkan Obligasi Rp3,5 Triliun, Bukan karena Kekurangan Uang tapi...

Alasan Pramono Anung berencana menerbitkan obligadi daerah pun diungkap oleh Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Yustinus Prastowo.

Nasional

Dedi Mulyadi Tanggapi Kritik Menteri HAM Soal Sayembara Tangkap Begal, Ada 2 Masalah Krusial yang Harus Diselesaikan

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi merespons kritik Menteri HAM Natalius Pigai soal sayembara tangkap begal. KDM tegaskan hak korban kejahatan juga wajib dilindungi dan siap tanggung biaya berobatnya.

Bisnis

Metode Backfill Tailing Jadi Kunci Tambang Bawah Tanah Modern dan Ramah Lingkungan

Metode backfilling mining jadi pilihan PT Dairi Prima Mineral (DPM) sebagai metode penambangan bawah tanah yang mengutamakan keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan.

Pendidikan

Kuota 100 Mahasiswa! Beasiswa LPDP Jakarta di 11 Negara Siap Berjalan Mulai Tahun Depan, Anggaran Capai Rp99,9 Miliar

Saat ini, Pemprov DKI tengah melakukan koordinasi dengan LPDP pusat guna menyusun mekanisme pelaksanaan program beasiswa tersebut.

Nasional

Faktor Apa Saja yang Memicu Penurunan Kepuasan Publik di Era Pemerintahan Prabowo?

Kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo turun ke 51,1% (SMRC, Juli 2026) akibat tekanan ekonomi dan sorotan kebijakan. Pihak Istana menegaskan tetap fokus pada kerja nyata.

Metropolitan

Sempat Disinggung Mendagri soal Rencana Obligasi Daerah Rp3,5 Trilun, Pramono: Pasti Jakarta Bisa Menyelesaikan dengan Baik

Menanggapi Tito Karnavian, Pramono Anung optimistis Pemprov DKI Jakarta mampu merealisasikan rencana penerbitan obligasi daerahtersebut.

Jakarta Barat

PPKD Jakarta Barat Buka Pendaftaran Pelatihan Kerja Batch 3, Siapkan Kuota 210 Peserta untuk 11 Kejuruan!

Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Barat kembali membuka pendaftaran pelatihan kerja reguler batch 3 tahun 2026 secara gratis.

Jakarta Timur

Klaim Jakarta Sudah Aman, Nyaman, dan Tenteram, Pramono Anung Tak Ingin Bentrok di Matraman Dikaitkan dengan Isu SARA

Pramono Anung telah berkoordinasi secara intensif dengan jajaran TNI dan Polri untuk memastikan situasi keamanan di lokasi kejadian tetap terkendali.

Jakarta Pusat

Minta Tak Sangkutkan Bentrok Matraman dengan Isu Etnis, Pramono Anung: Jakarta Sudah Aman dan Tenteram

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mewanti-wanti masyarakat agar tidak menyimpulkan insiden bentrokan antarwarga di kawasan Matraman Dalam, Menteng, Jakarta Pusat, ke ranah isu etnisitas.

Metropolitan

Layanan Open Dining of Jakarta Dibuka per 1 Agustus 2026, Penumpang Bisa Nikmati Wisata Kuliner di Atas Bus, Segini Harga Tiketnya

Layanan ini menawarkan pengalaman berbeda bagi masyarakat dengan menikmati hidangan sambil berkeliling ibu kota menggunakan bus wisata.

Metropolitan

Stasiun MRT Rasa Museum, Begini Tampilan Stasiun Monas Terbaru dengan Progres Pembangunan Mencapai 93,50 Persen

Program pembangunan proyek Stasiun Monas kini sudah mencapai 93,50 persen mencakup area Stasiun Thamrin dan Monas.

Bisnis

Pemerintah Puji Kinerja BRI Salurkan KUR Perumahan guna Sukseskan Program 3 Juta Rumah

Pemerintah apresiasi BRI salurkan KUR Perumahan dan jadi motor utama Program 3 Juta Rumah. Cek kabar lengkap dan dampaknya di sini!

Metropolitan

Penampakan Terbaru Jalur LRT Jakarta Fase 1B Velodrome–Manggarai, Siap Diresmikan Agustus 2026

Berdasarkan perkembangan terbaru, progres pembangunan LRT Jakarta Fase 1B telah mencapai sekitar 95 persen pada pertengahan Juli 2026.

News

Peringatan HUT ke 81 RI Dipusatkan di Jakarta, Mensesneg Bocorkan akan Penuh Kejutan

Terkait konsep acara perayaan HUT ke 81 RI, Mensesneg Prasetyo Hadi mengatakan kini sedang dalam persiapan.

Viral

Sempat Viral Kasus Alphard Terobos Zebra Cross di Bundaran HI, Selain Pelat Palsu Ternyata Nunggak Pajak Sejak 2024!

Kasus mobil Toyota Alphard yang sempat viral karena menerobos zebra cross di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, membuka fakta baru yang mengejutkan.

Metropolitan

Kantongi Rp220 Juta dari Konten Hoax! Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Buzzer Sudah Beraksi Sejak 2024

Jajaran Polda Metro Jaya berhasil membongkar sindikat buzzer yang memproduksi konten berita bohong atau hoax di media sosial.

Nasional

Lembaga Survei Kompak Catat Tren Penurunan Kepuasan Publik ke Prabowo, Ini Analisisnya

Hasil survei SMRC Juli 2026 catat kepuasan publik ke Prabowo turun ke 51,1% akibat sentimen ekonomi. Fenomena serupa tercatat di lembaga lain, meski Istana tegaskan fokus kerja nyata.

Metropolitan

Mulai Pekan Depan, BGN Siapkan Sistem Digital Orang Tua Bisa Pantau Menu dan Gizi Anak!

Mulai pekan depan, para orang tua siswa dijanjikan dapat memantau langsung menu hingga kandungan gizi makanan anak-anak mereka melalui sistem digital.

Pendidikan

Akan Ada Penyesuaian Kuota, Pramono Anung Ungkap Biaya Satu Penerima LPDP Jakarta Capai Rp2 Miliar!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, blak-blakan terkait rincian biaya yang dibutuhkan untuk program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) versi Jakarta.