AYOJAKARTA.COM — Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) dipastikan akan mulai menyalurkan bantuan sosial (bansos) PKH dan BPNT tahap kedua pada awal Mei 2025.
Proses pendataan dan survei terhadap keluarga penerima manfaat (KPM) disebut telah mencapai 100 persen di berbagai wilayah Indonesia.
Bagi masyarakat yang masuk dalam daftar penerima manfaat, proses pencairan ini sudah bisa mulai dicek melalui aplikasi SIKS-NG.
Baca Juga: Santai Banget! Respons Bahlil Setelah LG Memilih 'Kabur' dari Indonesia: Hanya Pergantian Investor
Jika di aplikasi tersebut sudah muncul periode April–Juni 2025, maka bantuan dipastikan akan cair lebih awal.
Adapun nominal bantuan yang diterima berkisar antara Rp225.000 hingga Rp750.000, tergantung pada kategori KPM.
Verifikasi dan Validasi Data Telah Rampung
Verifikasi dan validasi data untuk pencairan tahap kedua ini telah diselesaikan oleh pendamping sosial di seluruh Indonesia pada 21 April 2025.
Proses ini mencakup pengecekan langsung atau ground checking untuk memastikan kelayakan KPM sesuai kriteria terbaru dari Kemensos dan sistem Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasiona (DTSEN).
Pendamping sosial melakukan pengecekan terhadap aset tetap dan bergerak yang dimiliki oleh KPM, seperti lahan pertanian, properti, kendaraan bermotor, dan daya listrik rumah.
KPM yang memiliki aset signifikan atau daya listrik di atas 2.200 VA berpotensi tidak lolos seleksi tahap kedua.
Baca Juga: iPhone Foldable Akhirnya Terkonfirmasi! Cek Bocoran Desain, Spesifikasi, dan Waktu Peluncuran
Ciri-Ciri KPM yang Lolos dan Siap Cair
Terdapat sejumlah indikator yang bisa digunakan oleh masyarakat untuk mengetahui apakah bansos PKH dan BPNT tahap kedua akan segera cair:
- Perubahan data di aplikasi SIKS-NG menunjukkan periode April–Juni 2025.
- Nama KPM muncul dalam menu Penentuan KPM atau Final Closing.
- Terdapat informasi desa/kelurahan, jumlah KPM, serta status verifikasi rekening di aplikasi.
Apabila nama KPM muncul dan telah lolos pengecekan rekening, maka proses akan dilanjutkan ke tahap SPM, SP2D, dan top up dana ke rekening KKS Merah Putih.
Namun, apabila terdapat ketidaksesuaian data, misalnya perbedaan nama antara KTP dan KKS, maka pencairan bisa gagal hingga diperbaiki.
Bantuan Tambahan
Selain bansos reguler, KPM yang sebelumnya hanya menerima BPNT atau PKH tunggal juga berpeluang mendapatkan bantuan tambahan melalui Validasi by System.
Misalnya, KPM BPNT yang lolos validasi dapat memperoleh tambahan bansos PKH untuk periode Januari–Maret 2025 yang mulai dicairkan pada April 2025.
Baca Juga: Terungkap! Ini Alasan Mengejutkan LG Batalkan Investasi Rp130 Triliun di Indonesia
Untuk memastikan status, masyarakat disarankan untuk:
- Mengecek secara berkala melalui aplikasi SIKS-NG.
- Menghubungi pendamping sosial atau operator desa terkait.
- Memantau status bantuan di laman resmi cekbansos.kemensos.go.id.
Program Pengganti bagi KPM yang Tidak Lolos
KPM yang tidak lolos bansos tahap kedua masih berkesempatan mengakses program seperti Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA).
Program ini memberikan modal usaha sebesar Rp5 juta hingga Rp6 juta untuk usia produktif 20–40 tahun, guna mendorong kemandirian ekonomi masyarakat miskin.***

Share this article
Verifikasi dan validasi data untuk pencairan tahap kedua ini telah diselesaikan oleh pendamping sosial di seluruh Indonesia...